
" Apa kamu masih belum mengantuk? Ini sudah jam 11 malam. Aku tidak mau kesehatanmu terganggu jika kau ikut bergadang bersamaku." protes Kendra pada Zaskia yang saat ini tengah duduk berhadapan dengannya di ruang kerja.
Semenjak kejadian tadi dikamar, wanita itu terus membuntutinya hingga ke ruang kerja. Padahal, meski hanya sebentar dirinya ingin bertemu Tania, tetapi Zaskia sama sekali tak memberinya kesempatan untuk bisa bersama-sama dengan Tania.
"Hoam..Aku tidak mau tidur sendiri. Aku ingin tidur bersamamu. Apa pekerjaanmu masih belum selesai?" Padahal Zaskia sudah teramat ngantuk bahkan matanya sudah berair, tetapi ia sengaja ingin ditemani Kendra agar pria itu tidak sempat menemui Tania.
"Baiklah. Aku akan menemanimu tidur, pekerjaanku bisa kulanjutkan nanti." dengan terpaksa Kendra menuruti keinginan Zaskia, mengingat kesehatan wanita itu sedang kurang baik sekarang.
Kendra segera menutup laptopnya dan beranjak berdiri.
"Ayo."
"Maukah kau menggendongku? Biasanya dulu kau sering menggendongku menuju kamar saat aku menemanimu bekerja." rengek Zaskia manja.
Kendrapun kembali menuruti keinginan Zaskia. Ia menggendong wanitanya ala bridalstyle menuju kamar.
Hati Zaskia begitu senang, ia mengalungkan tangannya di tengkuk leher Kendra dengan kepala bersandar di dada bidang sang suami. Ia begitu merindukan kehangatan suaminya.
Perlahan Kendra menurunkan Zaskia diatas ranjangnya lalu turut bergabung setelah membersihkan diri. Lagi-lagi Zaskia mengikis jarak diantara mereka sambil memeluk erat tubuh suaminya. Wangi aroma maskulin di tubuh Kendra memberi sensasi kenyamanan tersendiri untuk Zaskia.
"Ken? Bisakah jika besok aku ikut ke Bandung? Aku bosan disini, kita bisa sekalian liburan. Kau sudah lama tidak mengajakku kesana. Aku juga ingin bertemu Bi Minah dan menjelaskan semua padanya." rajuk Zaskia sambil memeluk sang suami sebelum tidur. Ia bertekad tidak akan memberi kesempatan pada Tania untuk bersama suaminya.
Kendra mendengus kasar, manamungkin ia mengajak Zaskia sementara ia ingin menggunakan moment itu untuk honeymoon kecil-kecilan bersama Tania. Akan tetapi, ia tak mungkin jujur pada Zaskia.
"Kau masih belum sehat, lain kali aku akan mengajakmu jika kau sudah benar-benar fit." sementara alasan itu yang paling tepat menurut Kendra untuk menolak keinginan istrinya.
"Justru aku akan lebih sehat jika bisa jalan-jalan sambil menghirup udara segar. Apalagi ada kamu disampingku, honey." ungkapnya manja. Zaskia bertekad untuk bangun pagi, ia yakin mereka pasti berangkat pagi-pagi sekali nanti.
__ADS_1
Kendra mendekap erat tubuh Zaskia, "Sudah cepat tidur, ini sudah malam. Tinggal kita lihat besok saja." pria itu mengecup kening sang istri dan ikut memejamkan mata.
Tak butuh waktu lama, suara dengkuran halus Zaskia mulai terdengar lirih. Kendra yang sedari tadi berpura-pura tidur langsung membuka mata saat ia yakin Zaskia telah tertidur pulas.
Perlahan pria itu menguraikan pelukan Zaskia agar tidak membuatnya bangun.
" Maafkan aku, Kia. Tapi kali ini aku ingin menciptakan moment indah bagi Tania. Dia juga berhak untuk bahagia." pria itupun mengendap-ngendap keluar dari kamarnya.
***
Tania juga telah tertidur malam ini, tadinya ia berharap jika Kendra menemuinya di kamar walau hanya sebentar saja. Namun, ia tak ingin egois sebab Zaskiapun berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang suaminya.
Kendra telah berhasil turun ke lantai bawah. Untung seperti biasa pintu kamar Tania tidak terkunci, jadi ia bisa leluasa masuk ke kamar istri kecilnya.
Pria itu mengembangkan senyum di wajahnya yang tampan saat melihat istrinya tidur dengan wajah yang begitu tenang. Tania sangat cantik dan kecantikannya masih natural tanpa tersentuh make up sama sekali.
Ia mengelus perlahan pipi Tania, "Sayang. Tolong bangunlah." ucapnya lirih tepat di daun telinga Tania. Membuat wanita itu terusik ditengah tidurnya.
Jakun Kendra naik turun saat Tania mengeliat sambil membusungkan dadanya. Darahnya berdesir, ia mulai menyusupkan jemari tangannya memasuki atasan Tania dan mengelus sesuatu yang kenyal di balik baju sang istri. Begitu menggemaskan apalagi bagian puncaknya sangat nyaman untuk ia mainkan.
Tania langsung terbangun saat merasakan gelenyar yang mampu membuat bulu kuduknya meremang meski dalam tidurnya.
"Tu, Tuan?" ia sangat gugup apalagi saat menyadari tangan Kendra telah menyusup dibalik bajunya.
Kendra hampir saja terbakar gairah jika saja ia tidak mengingat tujuan utamanya ke kamar Tania. Ia segera menarik tangannya keluar dari pakaian Tania.
"Cepat bangun. Malam ini juga kita akan berangkat ke Bandung." perintah Kendra.
__ADS_1
"Malam ini? Kenapa mendadak sekali, Tuan? Bukankah tadi anda bilang kita berangkat besok?" Tania merasa sedikit aneh dengan ajakan Kendra yang begitu tiba-tiba.
"Aku ada janji bertemu dengan salah satu rekan bisnisku yang kebetulan juga ada disana besok. Jadi aku memajukan keberangkatan kita." bohong Kendra.
Untung saja Tania telah berkemas dari tadi, jadi ia bisa langsung berangkat bersama suaminya. Hati Tania begitu senang, setelah beberapa bulan berpisah, akhirnya sebentar lagi dirinya akan segera bertemu ibu dan juga adik-adiknya.
***
Zaskia menepuk-nepuk sisi ranjangnya yang kosong. Ia langsung terbangun saat menyadari Kendra tidak ada di sampingnya.
"Mas Kendra?" Ia beranjak dari ranjang dan mencari sang suami di kamar mandi. Akan tetapi, ia kecewa sebab di kamar mandi tidak ada siapa-siapa.
Zaskia melirik jam yang tergantung.
"Baru jam segini. Sepertinya tidak mungkin mereka sudah berangkat ke Bandung." batinnya berpikir keras.
Zaskia tak ingin menebak-nebak, wanita itu segera keluar kamar untuk memastikan keberadaan sang suami. Ketika di ruang kerja tidak ada, iapun berniat mencari pria itu di kamar Tania.
"Zaskia, kau mau kemana?" Bu Santi memanggil sang menantu yang sepertinya akan menuruni tangga.
"Aku mau mencari Mas Kendra, Ma. Siapa tahu ada dibawah." jawabnya jujur.
"Kendra sudah pergi bersama Tania dini hari tadi. Kendra tidak bisa membawamu sebab kondisi kesehatanmu masih belum pulih. Ia menitipkan kamu sama mama dan papa selama dia berada di Bandung.
Hati Zaskia terasa pilu mendengarnya, ternyata Kendra memang tidak ingin dirinya ikut bersamanya. Ia yakin lelaki itu pasti ingin menghabiskan waktu bersama Tania.
" Kenapa kau tega sekali padaku, Mas? Beginikah yang kau bilang adil pada kami berdua?" protesnya dalam hati.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍