Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 99


__ADS_3

Seluruh staff dan karyawan nampak sibuk mempersiapkan acara peresmian hotel dan apartemen baru yang masih berada dalam naungan ARTHA Group. Kendra sebagai pimpinan perusahaan tak tinggal diam dan memastikan semua berjalan sesuai prosedur.


Kendra meminta Zayyan untuk menjemput Tania lantaran satu jam lagi acara akan segera dimulai. Ia ingin sang istri mendampingi saat acara gunting pita peresmian.


Bagaimanapun ini adalah moment penting bagi Kendra dalam membangun kerajaan bisnisnya. Yah, pria itu cukup bangga dengan hasil yang diraihnya hingga saat ini, bisnis properti yang dirintis diatas pijakan kakinya sendiri.


Beberapa kepingan masa lalu terlintas kembali dalam pikirannya. Betapa dulu dirinya hanyalah makelar untuk jual beli rumah sewaktu kuliah. Hingga sekarang dirinya bahkan sudah mampu membangun perumahan, mall, beberapa hotel dan apartemen kenamaan di ibukota.


Bukan karena ia dari keluarga kurang mampu, justru pria itu berasal dari keluarga berada sebenarnya. Hanya saja sejak kecil Kendra selalu diajarkan untuk mandiri, tak suka hidup boros, pandai menempatkan diri dalam berbagai kesempatan.


Tak disangka, meski menekuni bisnis yang berbeda dengan sang Papa, nyatanya darah pebisnis tetap mengalir dalam dirinya. Berkat hasil jerih payah dan ketekunannya, pria itu bisa sampai sesukses sekarang.


Kendra memperhatikan beberapa tamu undangan mulai datang. Pria itu bersiap untuk menyambut tamu koleganya yang datang lebih awal.


" Semoga Zayyan membawa istriku datang tepat waktu. Kalau tidak, akan kupangkas gajinya bulan ini." gerutunya masih kesal pada pria yang sempat menaruh hati pada Tania.


***


"Neng Tania. Asisten Zayyan sudah menjemput, dia menunggu dibawah." ucap Bi Sumi setelah memasuki kamar majikannya.


Tania masih berdiri di depan meja rias sembari mengamati penampilannya dari atas ke bawah.

__ADS_1


"Bi, Bagaimana penampilanku? Apa masih ada yang kurang?" Tania membalikkan badan, meminta koreksi Bi Sumi tentang penampilannya malam ini.


"MasyaAlloh Neng. Cantik banget, sampai pangling Bibi. Bibi yakin pasti Neng bikin Tuan ntar jadi merem melek membayangkan istrinya." seloroh Bi Sumi sedikit melebih-lebihkan.


"Ish..Bibi apaan. Mana ada ya? Suamiku merem melek disana. Yang ada merem meleknya pas didalam kamar." perempuan itu terkekeh sendiri dengan perkataannya yang cukup absurd.


" Nggak pa-pa lagian Non. Kan Tuan lagi ngresmiin hotel, jadi bisa langsung dipake sekalian." seloroh Bi Sumi bisa saja kalau diajak ngomong begituan.


" Udah ah, Bi. Lama-lama Tania ketularan virus mesumnya Bibi kalo kaya gini." Taniapun beranjak keluar dari kamar dan menghampiri Zayyan yang sedang menunggu dilantai bawah.


Pemuda itu sampai tak berkedip menyaksikan penampilan Tania malam ini yang terlihat berbeda. Pasalnya perempuan itu lebih sering tampil natural tanpa riasan make up. Malam ini Tania terlihat lebih dewasa, anggun dan begitu mempesona.


" Duh cantiknya istri orang. Coba belum, kulamar sekarang." batin Zayyan terpesona.


"Eh, iya. Ayo Crit. Duh cantik banget malam ini. Bikin kesemsem." pujinya setengah menggoda.


"Kesemsem sih mending, daripada kesangsang di pohon angker gara-gara ditonjok misua ntar. Jaga pandangan Kak!" tegas Tania setengah bercanda.


"Astagfirulloh. Siap-siap Nyonya Ardiansyah. "


Keduanyapun segera berangkat sebab Kendra sudah beberapa kali menghubungi. Pria itu ingin Tania segera datang sebab ternyata banyak kolega yang tiba lebih awal.

__ADS_1


***


"Non Kia beneran nggak pa-pa? Bibi takut Tuan marah. Non Kia kan belum sehat betul." Bi Marni nampak ragu mengizinkan. Akan tetapi, apalah dirinya jika berhadapan dengan dua wanita muda didepannya.


Hestipun telah berada disana, membawakan gaun dan alat make up Zaskia. Wanita itu sekarang sudah terlihat cantik meski masih sedikit pucat.


"Tenang, Bi. Pokoknya Bibi ikut aja, ini kejutan buat Kendra, dia pasti seneng. Kia merasa bersalah Bi. Dulu Kia selalu menyembunyikan pernikahan kami dari publik." sesalnya mengenang masa lalu.


"Ya sudah, Non. Semoga berhasil ya?" Bi Marni akhirnya mendukung.


"Aamiin. Makasih Bi." Zaskiapun meninggalkan ruang rawat menuju mobil Hesti. Rasanya ia sudah tak sabar ingin segera tiba disana.


Siapa nich yang bakal datang lebih dulu?


Zaskia



Tania


__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2