Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 66


__ADS_3

Kendra mulai berputus asa lantaran panggilannya tak kunjung dijawab oleh Zaskia. Apalagi saat panggilan terakhirnya barusan, nomor Zaskia sudah tidak aktif.


Ia memilih menghubungi Mamanya untuk menanyakan keadaan sang istri. Ada perasaan cemas yang melanda mengingat keadaan Zaskia yang belum fit.


Betapa terkejut lelaki itu ketika Bu Santi menyampaikan bahwa Zaskia belum kembali sejak kemarin sore. Bu Santi mengatakan bahwa Zaskia pergi dengan menyetir seorang diri tanpa mau ditemani olehnya maupun sopir pribadi keluarga.


Awalnya Bu Santi curiga dan sempat cemas sebelum Zaskia pergi, tetapi ia terpaksa membiarkan sebab Zaskia sedang butuh waktu untuk sendiri. Wanita itu mengatakan jika dia akan pergi bersama managernya.


Untung Kendra men-save nomor manager Zaskia, iapun segera menghubungi Hesti untuk menanyakan keberadaan istrinya. Akan tetapi, lagi-lagi wanita itu mengatakan bahwa Zaskia tidak menemuinya. Tadi malam sempat menelpon, tetapi tidak terangkat olehnya. Giliran Hesti menelpon, Zaskia sama sekali tak mengangkatnya.


"Kamu kemana, Kia?" kepalanya kembali berdenyut memikirkan istri pertamanya. Ia merasa bersalah telah mematikan ponselnya tiga hari ini. Ia takut terjadi apa-apa pada wanita itu.


"Tuan ada apa? Apa ada masalah di rumah?" Tania menepuk bahu sang suami kala melihat pria itu terpaku ditempatnya.


Kendra menggenggam jemari lentik Tania dan menatap sendu pada wanitanya.


"Zaskia belum pulang dari kemarin. Mama juga tidak tahu dia pergi kemana. Aku sudah menghubungi berkali-kali, tapi ponselnya susah tidak aktif." keluh Kendra dilanda kecemasan.


Taniapun terkesiap, ia takut Zaskia pergi lataran Kendra justru pergi bersamanya.


"Tuan? Apa sebaiknya kita segera kembali ke Jakarta. Akupun ikut khawatir pada Non Zaskia. Aku takut dia pergi gara-gara kehadiranku." batinnya merasa bersalah.


Kendra menarik Tania untuk duduk disampingnya. Ia tak mau wanita hamil itu berpikir terlalu jauh.


"Ini semua bukan salahmu. Bukankah Zaskia sendiri mengatakan bahwa dia berusaha ikhlas dan mau menerima keberadaanmu? Tapi, aku tidak enak dengan Ibu dan juga adik-adikmu. Mereka sangat antusias saat aku mengatakan akan mengajak mereka jalan-jalan besok." Kendra merasa tak enak hati. Ini kali pertama ia datang dan menjanjikan sesuatu pada keluarga Tania, ia malu jika sampai mengecewakan keluarga Tania.


Tania mengulas senyumnya, "tidak apa-apa, Tuan. Mereka semua pasti bisa menerimanya. Lagi pula ini lebih penting sebab menyangkut keselamatan Nona Zaskia." ungkapnya tulus.


Kendra mendekap tubuh mungil itu dengan erat, "Siapa yang mengajarimu jadi dewasa begini, heum? Tambah lama aku tambah gemush sama kamu." ia menghujani Tania dengan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Bu Minah sedang memperhatikan kedekatan keduanya. Ia merasa sedikit lega melihat Kendra begitu menyayangi putrinya. Taniapun bisa tertawa bahagia bersama pria tersebut.


" Semoga Tuan Kendra adalah jodoh terbaik dari Tuhan yang akan membawa kebahagiaan untukmu, Nak." do'anya dalam hari. Tanpa terasa setitik air mata menetes dari pelupuknya, tangis kebahagiaan seorang ibu melihat kebahagiaan putrinya.


Kendra akhirnya memutuskan jika sampai nanti malam Zaskia tak ada kabar beritanya, maka besok pagi dia akan segera kembali ke Jakarta.


***


Zaskia bisa bernafas lega saat menyadari ponselnya kehabisan daya. Wanita itu segera memakai kembali pakaiannya. Dalam hati ia mengutuk perilakunya yang bisa-bisanya terjatuh kembali dalam kungkungan pria lain. Akan tetapi, ia memilih segera pergi agar tidak perlu berurusan dengan lelaki asing tersebut.


Tak berselang lama, Dafa akhirnya keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang begitu segar. Yah, hati pria itu tentunya sedang berbahagia telah mendapat asupan nutrisi dari wanita pujaannya.


Lelaki itu tertegun di tempat saat menyadari ranjang bekas pertempurannya semalam telah kosong. Ia kecewa lantaran sudah tak menemukan Zaskia kembali.


Akan tetapi setelah dipikir-pikir, menurutnya itu lebih baik sekarang. Ia tak mau Zaskia semakin membencinya karena berani meniduri wanita itu kembali.


Dafa bertekad akan membuat perhitungan pada Kendra jika sampai pria itu terbukti mengkhianati Zaskia.


Bagaimanapun, dirinya harus menyelidiki masalah ini. Pria itu berinisiatif menghubungi sahabatnya.


" Bro, kapan nich ajakan makan malamnya? Jangan-jangan cuman bualan lo doang. Jangan pelit-pelit ntar kuburannya sempit."


***


Zaskia langsung menuju kamar dilantai atas ketika tiba dikediamannya. Untung saja kondisi rumah sedang sepi, ia sangat khawatir jika sampai mertuanya tahu akan kedatangannya. Pasti wanita paruh baya itu akan mengintrograsinya lantaran tak pulang semalam.


Zaskia menyandarkan tubuhnya di daun pintu, tubuhnya berangsur limbung meratapi nasib sial yang kembali menimpanya. Ia bahkan belum bisa mengingat dengan benar apa yang terjadi padanya semalam. Air matanya kembali membucah mewakili hatinya yang begitu sakit saat ini.


Lama Zaskia bersandar disana, iapun kembali bangkit dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang kotor sekaligus menjijikkan baginya.

__ADS_1


Zaskia mengumpat dan memaki pria yang telah meninggalkan begitu banyak kissmark ditubuhnya. Ia yakin tanda itu tidak akan hilang dalam tiga hari kedepan.


"Brengsek! Bisa-bisanya tubuhku direndahkan oleh pria hidung belang." umpatnya memukul-mukul tembok kamar mandi meratapi nasib buruknya.


Lebih dari satu jam wanita itu mengurung dirinya dikamar mandi hingga samar-samar terdengar ponselnya berdering. Ia segera mengenakan jubah mandi dan keluar dari sana, dirinya takut Kendra kembali menghubunginya.


Benar saja, Zaskia segera mengangkat panggilan telepon saat tahu sang suami yang menghubunginya.


"Kia? Kau kemana saja? Kata Mama kau pergi sendiri dari rumah tanpa mau diantar dan dikawal. Aku sangat mencemaskanmu apalagi panggilanku tidak kau angkat tadi pagi." Kendra langsung menghujani Zaskia dengan berbagai pertanyaan.


" Andai kau tahu nasib buruk yang kualami, Mas. Kau pasti jijik padaku." jawab Zaskia pilu, tapi hanya dalam hati.


"Aku pergi ke tempat Bibi Mas sekalian mengunjungi makam almarhum Mama, Papa dan Arsyad. Aku menginap disana semalam." Zaskia berbohong. Airmatanya meleleh lantaran harus membohongi sang suami.


"Oh..ya sudah. Kalau begitu aku lega mendengarnya. Tapi kau tidak kenapa-napa kan, Baby? Aku minta maaf karena telah mematikan ponselku kemarin-kemarin. Tadinya aku berencana ingin disini selama seminggu, tapi mengingat keadaanmu aku putuskan untuk pulang besok." Kendra tahu jika Zaskia sedang bersedih saat ini, wanita itu biasanya mengunjungi makam keluarganya jika suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.


"Ti, tidak apa-apa jika mas Kendra meneruskan liburan disana. Aku baik-baik saja. Mas Kendra tidak perlu mencemaskanku. " jika saja tubuhnya tidak penuh dengan kismark pasti ia akan merengek agar suaminya segera pulang.


"Apa kau yakin?" tanya dari seberang telepon yang masih belum yakin dengan apa yang di dengarnya.


"Iya, mas. Aku yakin pasti baik-baik saja. Lagi pula kasihan Tania, kalian juga butuh kebebasan." balasnya dengan terpaksa.


Senyum Kendra mengembang dengan sempurna, ia lega sebab Zaskia baik-baik saja dan roman-romannya wanita itu sudah mulai bisa menerima Tania dengan lapang dada.


" Alhamdulillah.. Terima kasih Engkau telah memudahkan semuanya. Akhirnya, aku memiliki kesempatan untuk mengajak Bi Minah sekeluarga liburan." batinnya lega.


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Maafkan author belum sempat membalas koment dari kalian semua. Makasih untuk semua dukungannya🤗

__ADS_1


__ADS_2