Jadi Simpanan Majikanku

Jadi Simpanan Majikanku
BAB 47


__ADS_3

Tania terbangun ketika insting alaminya mulai bekerja. Tanpa dialarm pun dia akan tetap terbangun sekitar pukul tiga dinihari. Wanita itu mulai beringsut dari ranjang dan berniat untuk kembali ke kamarnya.


"Kau mau kemana?" Kendra menahan tubuh polos Tania agar tetap berada disisinya. Ia merasa nyaman tidur ditemani oleh istri kecilnya itu.


"Sudah hampir subuh, Tuan. Aku mau kembali ke kamarku."


Kendra membuka matanya, pria itupun ikut beranjak sembari mengenakan pakaiannya kembali.


"Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu."


Pria itu mengambil sesuatu dari dalam nakas, lalu memberikannya pada Tania.


"Ini.."


Ucapan Tania tertahan, sedikit banyak ia mengerti tentang alat kecil yang Kendra berikan padanya.


"Tolong kau gunakan alat itu. Aku benar-benar berharap kau akan memberikan kabar bahagia kepadaku nanti." harap Kendra.

__ADS_1


"Tapi, Tuan? Jika seandainya benar aku hamil nanti. Apakah itu artinya kita akan mengakhiri hubungan seperti yang tertulis di surat perjanjian itu?"


DEG...


Ucapan Tania seolah menjadi cambukan bagi Kendra. Ia bahkan lupa jika ada aturan seperti itu dalam surat perjanjian antara dirinya dan Tania. Ia menatap intens pada wanita yang kini tengah berdiri dengan netra yang berkaca-kaca.


Kendra merengkuh tubuh Tania ke dalam pelukannya, "Maafkan aku dan Zaskia yang telah membuat aturan gila seperti itu. Kau adalah istriku dan selamanya akan menjadi istriku. Anak itu adalah anak kita dan kita akan membesarkannya bersama-sama. Hubungan kita halal dimata Tuhan, terlepas dari semua perjanjian yang dibuat oleh khilafnya manusia."


Bulir bening lolos begitu saja dari kedua pelupuk mata Tania. Iapun membalas pelukan lelaki yang telah menjadi bagian dalam hatinya. Ucapan Kendra sedikit mengikis rasa takut dalam hatinya, rasa takut kehilangan lelaki yang ia cintai.


"Terima kasih, Tuan." ucapnya penuh ketulusan.


"Tuan jangan menangis lagi ya. Cck..Bagaimana bisa pria tampan dan gagah seperti anda jadi cengeng seperti itu." sindir Tania saat menyadari pundaknya tadi basah oleh air mata sekaligus ingus dari sang suami.


Wajah Kendra memerah mendengar cibiran Tania, dirinya juga bingung kenapa ia bisa menangis hanya karena melihat istri kecilnya menangis. Dirinya tadi sedikit banyak telah belajar dari Yougle dimana seorang suami bisa mengalami ngidam atau gejala kehamilan seperti istrinya.


"Ikatan batin kita sepertinya sangat kuat. Jadi teruslah tersenyum seperti itu, jika kamu menangis aku juga ikut menangis." gombal Kendra mengalihkan rasa malunya.

__ADS_1


" Cie...Cie..Cie.."


Wajah Tania jadi bersemu merah sekarang, " Lama-lama anda bisa beralih profesi. Dari pekerja kantoran jadi si raja gombal." yang Tania tahu Kendra kerja di kantor. Namun dirinya tidak begitu paham dan memperhatikan apa jenis usaha dan jabatan suaminya.


"Ya sudah. Aku harus segera pergi Tuan. Kalau lama-lama disini, aku bisa terbang di udara. Dah..Tuan. Assalamualaikum." gadis itu mengecup tangan suaminya dan segera pergi meninggalkan kamar Kendra.


Sebuah senyum tersimpul diwajah tampan lelaki itu. Tania seolah menjadi rollercoaster yang mampu memberikan sensasi tersendiri dalam hidupnya.


Ketika Tania melangkah keluar, dirinya baru teringat jika tadi pintu kamar Kendra tidak menutup dengan sempurna.


" Apa jangan-jangan semalam aku lupa menguncinya? Ah untung saja tidak ada orang yang melihat adegan kami semalam." batinnya sedikit lega.


Tanpa gadis itu sadari, dari ujung kamar Zaskia tengah memperhatikan kepergiannya. Ia memutuskan tidur di ruang tamu semalam karena tidak sanggup menahan sakit di hatinya. Wanita itu hanya menangis sembari menunggu kepergian Tania dari kamarnya.


" Ya Tuhan..Apa ini karma yang kau berikan padaku atas segala kesalahan yang kuperbuat selama ini? Aku benar-benar tak sanggup jika harus kehilangan suamiku." batinnya seakan tersayat, wanita itu kembali ke kamar dan menumpahkan airmatanya.


Bersambung...

__ADS_1


Dicintai dua wanita cantik, berhati baik dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kira-kira hati Kendra bisa adil nggak ya?


Ikuti terus perjalanan cinta mereka. Jangan lupa tinggalkan jejak like koment rate n vote seikhlasnya buat karya terbaruku. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2