
Rasanya tubuhku sangatlah lelah,seharian mengikuti kegiatan Aji. tapi rasa lelahku terbayar oleh suguhan alam yang indah mempesona. dipenghujung hari diajaknya aku menikmati jernihnya air sungai. bebatuan alami yang belum tersentuh kejahilan tangan manusia,beberapa kali aku berfoto diantara batu- batu besar yang ada dalam sungai. disisi sungai hutan jati dan mahoni tumbuh rindang.
Aji hanya menatapku dengan seulas senyum saat mendapati diriku yang asyik mengejar ikan-ikan kecil yang berenang di permukaan.
" ikutan sini mas,asyik lho adem" teriakku,berharap ada yang menemaniku bermain air. senyumnya melebar,langkahnya menuju arahku. digulungnya celana sebatas lutut begitu pula hem lengan panjang ia gulung sebatas siku.
" kelihatannya seneng banget kamu"
" iya dong,kalau kaya gini tuh rasanya hidup ringan gak ada beban. lupa semua masalah " sahutku yang masih saja asyik bermain air.
" emang kamu lagi ada masalah ?" tanyanya menyelidik,aku tahu dia sedang menatapku. tapi aku memilih untuk tak bertemu pandang dengannya.
" setiap orang hidup pasti ada masalah. cuma aku sedang mencoba untuk tidak mempermasalahkannya" jawabku. tak ingin aku berbagi kisah laraku dengan lelaki yang baru aku kenal. akupun sedang mencoba berdamai dengan hati ini. semoga aku bisa mengikhlaskan meski tak bisa melupakan.
karena masa lalu akan tetap terukir sebagai kenangan yang akan menjadi sejarah. akan tetap ada walau waktu berlalu,hari berganti hingga masa membawa kita untuk menua.
" kamu bener,hidup itu mudah jika kita tau cara menjalaninya. syukuri apa yang kita miliki.dan tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi"
" cukup nikmati dan biarkan mengalir seperti air" selaku.
" ya,meski terkadang mengalir tenang,bergejolak,berombak. terkadang juga harus terjun jatuh'' timpal aji.
__ADS_1
" hahaha,.... drama kehidupan" aku tertawa lepas dan aji menybut juga dengan tawa.
akhirnya langit tak lagi cerah,mentari perlahan menghilang,meninggalkan seberkas cahaya jingga. kami meninggalkan sungai bergegas untuk pulang.
" baju kamu basah ?" tanya aji.
" dikit" sahutku singkat sembari mengenakan helm. aji membuka jok motor mengambil jaket dari sana.
" nih pakai' . disodorkannya haket berwarna hitam itu padaku.
" pakai kamu aja yang di depan"
bayangan Andri tanpa kuundang muncul perlahan. semua perhatian dia,kelembutan,keromantisan ah sulit sekali untukku berdamai dengan rasa ini.
" sorry,biar aku pakai sendiri" aku langsung mengambil jaketnya.
" maaf" ucap yang keluar dari mulut aji. aku hanya tersenyum. dia sedikit memundurkan tubuhnya.
bukan keberadaan aji yang membuatku resah. tapi aku tidak nyaman dengan perhatian ini,aku bukan gadis kecil yang tak tahu apa- apa. dari sorot mata itu ada perhatian lebih padaku. aku sungguh tak ingin memberi harapan palsu. aku hanya ingin berteman,hanya itu yang ku inginkan sekarang.
saat diperjalanan perlahan langit menggelap. lembayung jingga telah hilang ditelan malam. sampai kami di alun- alun kecamatan tampak ramai dengan banyaknya pedagang makanan disana dari sekedar jajanan sampai lesehan. aji menepikan motornya berhenti diparkiran.
__ADS_1
" makan dulu yuk" ajaknya setelah memarkir motor.
" gak langsung pulang aja nih,dah gelap lho"
" sebentar aja kok,yuk"
" ya udah,aku kabarin bibi dulu ya"
aku mengambil ponsel dalam saku. mengabari bibi karena pulang terlalu terlambat. ternyata saat ku buka hp,bibi sudah lebih dulu menanyakan keberadaanku.
setelah memberi kabar bibi,aku menyusul aji yang sudah duduk disalah satu penjual pecel lele.
" sudah ?"
" udah". aku duduk di sampingnya.
"eh maaf tadi gak nanya dulu,kamu suka gak pecel lele?"
" suka kok"
tak lama dua porsi pecel lele terhidang di hadapan kami. aku menikmati makan malamku dalam diam. dari sudut mataku terkadamg aku menangkap tatap mata aji yang tertuju padaku. salahku jika ia berharap lebih,karena telah memberikan sehari penuh ini.
__ADS_1