Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Gini ya rasanya


__ADS_3

" Kak,aku mau cari tas dulu ya '' ucapku saat langkah kami tiba di depan toko tas.


" iya,kakak ke toilet dulu. Nanti kakak susul"


" oke" ucapku dengan seulas senyum . Aku masuk kedalam toko setelah langkah kak Ares menjauh. Bukan brand yang mendunia yang ku pilih cukup brand lokal. Dua buah tas dengan merk dan model yang sama. Hanya warna yang berbeda. satu untukku dan satu lagi untuk Livi sesuai janjiku tadi. Aku segera membayarnya setelah menemukan model dan warna yang ku rasa cocok.


Aku baru menyadari sudah lumayan lama kak Ares pergi tapi belum juga ia kembali. Dengan langkah kaki keluar toko,aku mengambil hp dari dalam tas hendak menghubungi kak Ares. Tapi belum sempat aku menghubunginya. mataku menangkap sosok yang ku cari. Dengan langkah pasti,aku melangkah. namun belum sampai aku didekatnya,mataku melihat sosok lain yang cukup membuatku jengah.


Wanita sama yang tadi kujumpai di toko perhiasan. Kini berada tepat di hadapan kak Ares. aku mengurungkan niatku mendekatinya. ada rasa sesak tiba- tiba menalisik dadaku. kenapa harus bilang ketoilet kalau nyatanya hanya untuk menemui sang mantan. Kenapa juga ia bersikap acuh saat di hadapanku,tapi ia menemuinya di belakangku .


Kesal,akhirnya aku memilih meninggalkan Mall. Aku memesan taksi online untuk pergi. Aku menonaktifkan hp setelah sebelumnya aku menghubungi Livi menanyakan keberadaannya. Ternyata sahabatku itu sudah di apartemennya tak lagi di cafe.


tok tok tok


kuketuk pintu apartemen setelah aku sampai di apartemen Livi,tak lama Livi membukakan pintu. tanpa menunggu titah Livi aku langsung menerobos masuk.


" kok,sendiri mas Ares mana ?".


" lagi asyik sama mantannya" ucapku ketus seraya duduk di sofa dan meletakkan paper bag di sebelahku


" mantan ?, sejak kapan mas Ares punya mantan ?" selidik Livi setelah duduk di sampingku.


" ya gak tahu,cantik banget lagi mantannya"


" cemburu ?"


" bukan masalah cemburu Liv,sebel gue. pas di depan gue kak Ares sok cuek,eh pas gak ada gue asyik ngobrol. bete gue jadinya".


"aduh,ada aja perasaan Lo berdua".


" tau ah,nih tas buat lo''


" Mas Ares yang beliin?"


" gaklah,punya duit gue".


" lha terus ngapain pake beliin gue segala".


" sekali-kalilah,eh ntar kalo kak Ares nanyain gue jangan kasih tau gue di sini ya".


" oke"

__ADS_1


" gue pake kamar Lo ya,pengen tidur gue".


" heem" sahut Livi yang tak beranjak dari duduknya. Aku melangkah masuk kamar Livi.


Aku merebahkan tubuh di atas kasur Livi. sekelebat bayang kak Ares yang sedang berbicara dengan Meila tiba- tiba terbayang. sosok Meila yang begitu cantik cukup membuat gusar hatiku. Ada ragu yang menyelimuti hatiku,tentang pernyataan cinta kak Ares. Ah,ternyata gini ya rasanya. saat rasa percaya diri akan cinta yang kurasa telah benar ku miliki darinya sedikit terganggu. ada rasa takut kehilangan yang tiba- tiba hadir. Meila,hadir seperti menyadarkan ku,bahwa mungkin saja cinta Kak Ares yang terasa begitu besar padaku akan terbagi dengan adanya kisah masa lalu yang menghampirinya.


Dengan segala pikiran yang tiba-tiba hadir akhirnya aku terlelap.Sampai suara Livi yang lumayan keras membangunkan ku.


'' gak ada " suara Livi yang ku dengar. entah dengan siapa lawan bicaranya.


" berisik deh Liv'' ucapku masih dengan kesadaran yang belum sepenuhnya pulih.


" Livi,tadi bilangnya gak ada. lha itu''.


Nah baru sadar sepenuhnya sekarang aku. suara kak Ares ternyata haduhhh,sia-sia ngumpetnya .


" ah Lo Wid,udah gue belain malah nongol".


" sorry,gak kasih kode sih Lo".


" dah sekarang Lo berdua kelarin masalahnya. gue kasih waktu 30 menit,mau tonjok-tonjokan,mau lempar-lemparan,mau teriak. terserah. gue ke swalayan dulu. gue balik belum kelar masalahnya. gue,nikahin Lo berdua"


" bodo amat ,pusing ngurusin Lo berdua. kaya bocah".


'' yah sewot" ucapku yang tak lagi di tanggapi oleh Livi. karena ia sudah melangkah keluar apartemennya.


Tinggal aku dan kak Ares diruangan itu. aku mengacuhkan kak Ares,melewatinya yang masih berdiri di dekat sofa. aku pergi keruang makan. mengambil air mineral dalam kulkas.


" Wid,kakak salah apa ?, kenapa kamu tiba- tiba gini ?" tanya kak Ares yang ternyata membuntuti ku.


" gak ada salah" ucapku jutek.


" terus kenapa kamu jadi diemin kakak ?.


" kan udh ada yang ngajak bicara,ngapain aku ikut bicara''.


Sesaat kak Ares diam,mencerna ucapanku ,mungkin. Aku masih mengabaikannya. duduk di kursi dan meminum air yang telah ku tuang dalam gelas . kak Ares mengikuti ku duduk di kursi sebelah.


" Meila yang kamu maksud ?".


aku diam tak menjawab.

__ADS_1


" ya ampun sayang kamu salah paham ".


" terus paham mana yang mesti aku benerin kalau pahamku salah ?".


" Aku sama dia bener-bener sudah gak ada hubungan " jelas kak Ares masih dengan nada lembutnya.


" bukan masalah hubungan kak,aku gak masalah kamu punya mantan. yang jadi masalah,kenapa di depan aku kamu pura-pura cuek. tapi di belakang aku,kamu ketemu dia. pakai acara bilang ke toilet lagi ".


" kalau ke toilet aku beneran ke toilet,sayang. cuma pas mau nyusulin kamu aku ketemu dia. dan ada yang perlu kita selesaikan"


" dan lupa kalau ada yang nunggu kamu,minimal kabarinlah"


" oke aku salah,aku minta maaf. please jangan diemin kakak" ucap kak Ares seraya menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan yang begitu dalam.


Aku balas menatap dua matanya. Ada ketulusan disana,sesuatu yang tak perlu ku ragukan.


" setelah ini jangan ada rahasia diantara kita ya". ucapku masih dengan tatap lekat padanya. Anggukan pelan dan senyum manis sebagai jawaban. direngkuhnya aku dalam peluknya.


" hari ini aku bahagia" ucap kak Ares di telingaku. aku langsung menarik diri dari peluknya .


" karena ketemu mantan kamu ?" tanyaku sewot. yang justru di balas senyum kak Ares.


" bukan,karena aku melihat ada cemburu di mata kamu. jadi aku gak lagi merasa cinta sendiri."


" jadi selama ini kakak belum percaya pas aku bilang cinta ?"


" percaya sayang percaya " ucap kak Ares lembut sembari membelai rambutku.


" ehmm,udah nih dramanya ?" suara Livi di belakangku ,membuatku menoleh padanya .


" Livi sejak kapan Lo disitu?"


" sejak tadi nonton drama live" ucapnya tanpa beban,seraya ngeloyor pergi.Aku beranjak dari kursi mengikuti langkah Livi yang hendak menata belanjaannya.


" untung gak ada scene dewasanya ''. ucapku yang mulai ikut menata belanjaannya.


" ada juga gue udah cukup umur ya''


" gila aja kalau jadi tontonan gratis Lo"


obrolan terus mengalir dari bibir kami tanpa lagi perduli kak Ares yang duduk sendiri seraya menonton tingkah kami berdua.

__ADS_1


__ADS_2