Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
makan malam


__ADS_3

Seperti keinginan tante Diyah,aku ikut makan malam di rumahnya. Reza juga ikut bergabung. mungkin Livi yang memintanya datang. Raut bahagia terlihat jelas di wajah om dan tante. Mungkin bagi mereka ini hal yang sangat istimewa,mengingat dua anaknya lebih memilih hidup mandiri di apartemen masing- masing.


Kalau untukku ini bukanlah hal special karena setiap malam kami selalu makan bersama. tadi mamapun sudah menelponku,karena sudah malam aku belum pulang. aku yang asyik mengobrol bersama keluarga Livi tadi lupa tak memberi kabar pada mama. ketika tahu aku berada di rumah Livi,mama hanya mewanti- wantiku untuk pulang jangan terlalu malam.


Usai acara makan malam,aku dan tante Diyah duduk di ruang tv. menemani tante Diyah yang sedang nonton sinetron. Kalau mama yang minta aku nemenin nonton sinetron pasti aku akan menolaknya dengan cepat. Tapi ini tante Diyah tak enak juga aku menolaknya. Akhirnya dengan setengah hati aku menemaninya menonton. mendengarkan celotehan tante Diyah yang kesal dengan pemainnya.


Sementara Livi malah asyik mojok dengan Reza. Alasannya mumpung Reza ada waktu. sedang kak Ares dan om Arya sudah tak kelihatan keberadaannya.


"seneng deh kalau ada yang nemenin nonton kayak gini" ucap tante Diyah dengan wajah berbinarnya.


"biasanya sendiri terus ya tan ?" timpalku.


" biasanya paling di temenin si bibi,itu juga kalau kerjaan bibi sudah selesai. seringnya om kamu belum pulang jam segini. Livi sama Ares sudah punya kehidupan sendiri. Tante gak mau egois untuk mereka tetap menemani tante. mereka sudah dewasa berhak atas kehidupan mereka sendiri. Tapi ya jadinya gini gak ada temen dirumah. kalau ada cucu mungkin seru,hmmm.. tapi Ares masih anteng aja gak cari istri. Livi juga katanya belum siap buat nikah". curhat tante Diyah yang menyiratkan raut kecewa.


" sabar tante,menikah kan bukan hal main- main butuh pertimbangan dan kesiapan yang matang"


" iya sih,kamu sendiri gimana sudah ada calon ?" aku menggeleng pelan sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


" masa gadis secantik kamu belum punya pacar ?"


" habis di tinggal pacar nikah tante'' sahutku lemas.


" apa ?" persis sekali ekspresi di sinetron. pengen ketawa sebenernya. tapi kutahan,takut menyinggung tante Diyah.


" apa si Ma,segitunya banget" suara kak Ares tiba- tiba menyela. dia sudah berdiri di belakangku entah sejak kapan.


"ini cowok Widi bener- bener keterlaluan,masa Widi yang cantik dan baik begini di tinggalin. kalau tante jadi kamu udah tante tampar terus tante cakar tu mukanya" geram tante dengan ekspresi berlebihannya. Aku hanya bisa tersenyum tertahan.


" namanya juga belum jodoh tante" ucapku enteng.


"jam berapa si Res ?"


' udah jam sembilan ma"


"ya sudah kamu antar sana,besok main kesini lagi ya Wid. temenin tante".

__ADS_1


" iya tante,kapan- kapan Widi main" sahutku sambil berdiri dan menyalami tante Diyah.


" Widi pulang dulu tant" pamitku.


" hati- hati,salam buat mama"aku tersenyum dan mengangguk." iya tante"


" Aku bisa pulang pake ojek kok kak" kataku saat aku melangkah diekori kak Ares.


" Livi minta aku nganterin" kirain inisiatif sendiri. ternyata karena permintaan Livi.


" eh ntar dulu kak,tas Widi tadi di mana ya. di kamar Livi kayaknya deh,aku ambil dulu"


Aku menaiki tangga menuju kamar Livi yang ada di lantai atas. Segera kuambil tas yang teronggok di tempat tidur. sambil berjalan keluar ku kirim pesan untuk Livi yang tak tahu sedang mojok di mana.


me


"gue balik,bsk blnjaan gue lo bawain ke cafe ya"

__ADS_1


terkirim tapi belum dibaca,aku segera melangkah keluar rumah mencari keberadaan kak Ares. ternyata sudah di dalam mobil miliknya. Aku segera masuk dan duduk di samping kak Ares. Dan sudah di pastikan selama perjalanan hanya ada diam. jadi dari pada aku suntuk kupasang headset di telingaku mendengarkan lagu saja.


__ADS_2