Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
aku sudah memilihmu.


__ADS_3

Diam. itu yang terjadi di sepanjang perjalanan. Ada rasa was-was didalam hatiku. baru menyebut nama Adrian saja sudah sangat jelas perbedaan raut wajahnya. bahkan sekarang tampang datarnya yang selalu ku olok dengan Livi terpampang nyata. seketika hilang sudah senyum manis dan tatap menghangatkan itu.


Tapi ketika aku memutuskan memilih kak Ares berarti aku harus siap terbuka dengannya. apapun keputusannya nanti, satu yang pasti aku harus bercerita. aku percaya sebuah hubungan akan berjalan searah jika saling terbuka. karena akan membuat kita untuk saling mengerti dan mengisi setiap kekurangan yang ada pada pasangan.


sampai di apartemen, ia masih membukakan pintu mobil untukku. namun belum ada sepatah kata terucap darinya. aku tak bisa menebak apa yang sebenarnya bersarang dalam kepala kak Ares, hanya dengan sebuah nama yang ku sebutkan. Terlalu keramatkah nama Adrian ?. cemburukah ia dengan masa laluku ?. entahlah.


Langkah panjangnya,tak memperdulikan ku yang berjalan setengah berlari mengejarnya. kalau bukan dalam keadaan seperti ini sudah kupastikan aku akan mengoceh dari tadi. tinggiku yang hanya sepundaknya jelas mempengaruhi langkahku. karena kakiku pasti lebih pendek darinya.


Di lift pun sama,membisu. sampai di dalam,aku dibiarkannya terbengong menyaksikan ia pergi kedalam kamar. dengan celana yang sedikit basah aku duduk di sofa. bodo amat sofanya ikut basah. lagian mode silent nya kelewatan. untung ganteng ,sayang lagi. kalau gak,ku kardusin juga dia. kukirim ke Antartika. ah kenapa aku jadi sewot sendiri ?.


Tak berapa lama kak Ares kembali dengan handuk kecil di tangannya.


" keringin rambut kamu" ucapnya datar sambil mengulurkan handuk . tanpa sepatah kata aku menerimanya.


" coba kamu cari di kamar itu,mungkin ada celana Livi" lanjutnya seraya menunjuk sebuah ruangan.


Aku beranjak,menuju ruangan yang di tunjuk kak Ares. membuka lemari disana,hanya ada dua kaos pendek dan celana pendek disana. aku mengambil celana pendek untuk mengganti celana panjang ku yang basah. dengan kemeja kak Ares sebagai atasan membuat celana pendek yang ku pakai nyaris tak terlihat. semrawut sudah penampilanku saat ini. make up yang sudah luntur karena hujan,rambut awut-awutan ditambah kemeja gedodoran milik kak Ares. Biarlah,biar kak Ares lihat betapa jelek tunangannya ini.


" kak" ucapku saat telah kembali ke ruang tamu. mendapati kak Ares yang sudah sibuk dengan laptop di pangkuan . kak Ares menatapku yang berdiri dihadapannya,sejenak terpaku tanpa kata. mungkin terlalu syok menyadari betapa jeleknya aku saat ini.


" kenapa ?" aku bertanya menyadarkan keterpakuannya.


" cantik " satu kata yang terucap cukup membuat jantungku hendak meloncat dari dalam sana.


" gombal banget" sahutku menutupi rasa yang sebenarnya. kak Ares menepuk sofa di sebelahnya. " duduk !" pinta kak Ares,aku duduk disamping kak Ares yang telah meletakkan laptop di meja.


"minum dulu coklatnya mumpung masih anget" lanjutnya. aku menurut saja,menyeruput coklat hangat yang sudah kak Ares sediakan.


" tadi kamu ketemu mantan kamu ?" tanya kak Ares.

__ADS_1


" nggak" jawabku singkat seraya meletakkan cangkir ke atas meja .


" kamu tadi bilang ,mau cerita soal dia"


" ya ampun sayang,jadi dikiranya aku ketemu dia gitu di belakang kamu ?"


" ya aku pikir gitu"


" pantes aja silent mode kumat". gumamku lirih. aku menatap kak Ares yang terlihat mengernyitkan dahi mendengar gumaman ku.


" terus yang mau kamu mau omongin itu apa ?"


" gini kak,tadi mamanya Adrian ke cafe. katanya Adrian sakit pengen ketemu aku. nah akutuh mau nanya. menurut kakak baiknya aku gimana ?"


" sakitnya parah ?" tanya kak Ares,aku mengangkat bahu." gak tau".


"aku anterin kamu ketemu dia besok" ucap kak Ares yang cukup membuatku kaget. aku pikir dia bakal nolak mentah- mentah.


" kakak serius ?" . kak Ares mengangguk.


" mungkin ada yang perlu kalian berdua selesaikan" . aku meletakkan cangkir di atas meja.


" kakak yakin ?" tanyaku lagi ,aku gak mau ada masalah lagi. kak Ares meraih telapak tanganku,menggenggamnya lembut. dua bola mata beningnya menatapku dalam.


" aku sudah memilihmu jadi pendampingku,jadi aku juga harus siap berurusan dengan masa lalu kamu." ucapan yang membuatku mengembangkan senyum,membuatku memeluknya. semakin hari semakin banyak alasan untukku jatuh dan terjatuh lebih dalam, pada cintanya.


" i love you " lirihku di dalam dekapan kak Ares.


" love you more". balasnya. aku melepaskan pelukanku,menatap dalam matanya dengan senyum yang mengembang di bibirku. perlahan kak Ares mengikis jarak dan mencium bibirku . pangutan lembut bibir kak Ares memancingku membalas pangutannya.

__ADS_1


Ditariknya pinggangku menempel padanya. membuatku mengalungkan lengan di tengkuk kak Ares. semakin dalam ciuman kak Ares membuatku terlena. Tak seperti ciuman-ciuman sebelumnya ,kali ini lidah kak Ares menerobos masuk mulutku . aku bukan si polos yang tak tahu bagaimana cara berciuman ,aku bukan si amatir yang hanya mengikuti sebuah alur permainan. akhirnya ciuman panas yang membuat kita berdua terbuai .


Serasa kehabisan nafas,kami sama-sama menjauh. mengatur kembali detak jantung yang tak beraturan.


" kamu sudah makan ?" tanya kak Ares setelah mampu menguasai diri.


" belum". jawabku singkat.


" cari makan di luar yuk !"


" hah,yang bener aja kak,bajuku kek gini. pesen ajalah makan disini".


" diluar aja,kakak takut khilaf kalau disini. yang ada bukan makan nasi, malah makan kamu" .jawaban kak Ares membuatku melotot sempurna.


" kak Ares". jeritku. bisa-bisanya dia berpikir sejauh itu.


" kakak normal sayang". kalau sudah berbicara kenormalan,benar saja siapa yang bisa menjamin tak akan terjadi apa - apa. aku sudah cukup dewasa untuk mengerti maksud kak Ares .


"oke,kita makan diluar,tapi baju aku gimana ?".


" gampang nanti mampir toko baju".


" iya deh,pinjem sisir dong kak"


" cari aja di kamar "


Aku masuk kamar kak Ares mencari sisir kak Ares yang ternyata tergeletak di atas meja . merapikan rambutku yang awut-awutan. memoles tipis wajahku dengan bedak yang tadi ku ambil dalam tas serta lipstik untuk bibirku.


Kembali menghampiri kak Ares yang masih duduk di sofa. kemudian aku meninggalkan apartemen bersama kak Ares. tanpa mengganti kaos oblong pendek serta celana pendeknya kak Ares pergi keluar. tampilan santainya justru membuat aura ketampanannya terpancar sempurna.

__ADS_1


__ADS_2