Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Rahasia


__ADS_3

" Pagi Liv !" sapaku pada Livi yang sedang asyik dengan ponsel di tangannya.


" eh Wid lo udah dateng ?,sini deh !" pintanya memintaku untuk ikut duduk di sofa. Aku meletakkan tasku di meja dan berjalan mendekati Livi.


" apaan ?, serius amat ?." tanyaku seraya duduk disampingnya.


" ada tempat keren,buka cabang yuk " . ajak Livi antusias.


" tabungan gue belum seberapa Liv".


" alah gampang itu mah. nih lihat baguskan tempatnya ?".


Aku melihat gambar di hp Livi,terlihat foto ruangan yang rapi dengan tata ruang cukup keren. pas buat nongkrong anak muda.


" gimana menurut lo ?"


" keren sih,mahal pasti "


" lo gak usah khawatir soal itu ".


Yah,untuk urusan permodalan Livi sih gak usah diraguin secara dia juga tajir dari lahir. Di cafe inipun aku paling hanya menanam sepertiga modal doang.


" yang penting lo mau sama- sama ngurusin nantinya" lanjut Livi.


" kalo itu sih gak masalah".


" oke,tinggal ketemu yang punya dan nego"


" gue serahin sama lo"


" bareng dong,enak aja"


'' iyee" aku beranjak bangkit dari tempat duduk. mengambil buku catatan dari atas meja.


" gue mau ke gudang cek stok". ucapku. Livi mendongakkan kepala dan segera memasukkan ponsel ke dalam tas.

__ADS_1


" ikut". Livi berdiri dan mengekori langkahku.


Sampai di gudang aku dan Livi mulai mengecek stok bahan- bahan kering. Ada beberapa stok yang mulai menipis. Tanggal kadaluarsa untuk bahan makanan tidak luput dari pemeriksaan kami. untuk urusan stok,kami memang lebih sering turun sendiri untuk mengecek. meski ada yang bertugas di sini.


" gimana mas Ares menurut lo ?" sebuah pertanyaan meluncur dari bibir Livi yang sedang mengecek biji kopi unggukan di cafe kami.


" penuh kejutan" . Livi menoleh padaku,mengernyitkan dahi tak paham.


"mas lo itu datarnya cuma jaim doang sok cuek"


" aslinya ?"


''bucin"


Aku dan Livi sama - sama tertawa. Dari dulu aku merasa kak Ares sosok yang kaku. tapi semakin kesini aku bisa merasakan kelembutannya.


" sikapnya itu cuma pencitraan buat nutupin perasaan dia aja". terang Livi sambil terus memeriksa barang. aku mendengar tanpa menanggapi.


"dia itu udah lama suka sama lo'' lanjut Livi yang cukup membuatku kaget dan menatap kearahnya. Gak percaya rasanya.


''ya gaklah. secara dari dulu abang lo juga biasa aja"


" gak tau lo "


" apaan ?"


"dari kita SMA,abang gue udah ada rasa sama lo".


Semakin gak percaya sih sebenarnya. aku tertawa lirih. menganggap ucapan Livi tak lebih dari gurauan saja.


" gak percayaan banget sama gue, Wid''. sunggut Livi sebal.


"mau percaya gimana gue ?,aneh aja yang lo omongin. gue nanya sekarang sama lo. lo tau dari mana mas lo suka sama gue selama itu ?"


" dari matanya''.

__ADS_1


plakk,... buku yang ku pegang kudaratkan di lengannya. Livi mengaduh kecil. " lagak lo,sok tau pakai bingit". ucapku sambil berjalan keluar gudang. Livi mensejajari langkahku. Merangkul pundakku sambil mengoceh.


" Eh gue kasih tau ya,gue pernah nemuin foto lo di kamar kak Ares. dan itu lo tau kapan ?" ucapnya sok misterius. aku hanya mengangkat bahu.


" pas kita kelas dua SMA".


Aku menghentikan langkahku. menatap Livi mencari kebenaran di sorot matanya. Dan sepertinya dia sedang tidak bercanda.


" seriusan lo ?, kok selama ini dia diem aja ?".


" kalau itu gue juga gak tau. kenapa mas Ares lebih milih jadi pengagum rahasia lo ?,secara lo tau sendiri. Mas Ares gak pernah cerita apa- apa. Cuma sekarang yang gue lihat dia gak dingin banget. pas kita ngumpul dirumah dia mau ngelayanin kejailan gue. dan kalau gue ngeledikin soal lo,dia kelihatan banget salting". jelas Livi panjang kali lebar kali tinggi.


Langkah kami sampai di dalam cafe. menuju sofa di sudut ruangan cafe.


" Ndi,orange jus dua ya". ucapku sambil berlalu.


" siap mbak"


"Terus menurut lo,jahat banget gak gue kalau gue jalan sama kak Ares. Tapi hati gue belum seutuhnya buat dia ?". tanyaku saat menyusul Livi yang sudah duduk duluan di sofa. aku duduk disebelahnya.


" gak masalah sih buat gue. gue percaya,kalau mas Ares beneran cinta sama lo. lama- lama lo juga bakal cinta sama dia. sekarang perasaan lo sama mas Ares gimana ?"


Belum ku hawab Nindi membawa dua gelas orange jus untuk kami.


" thanks Nin". ucap Livi.


" sama- sama mbak" Nindi berlalu. aku mulai bersuara.


" jujur sih gue mulai nyaman sama kak Ares dan lagian cewek mana yang gak bakal luluh kalau di perhatiin ?. udah gitu kadang manis banget kakak lo".


Livi tersenyum lebar,kemudian meminum orange jusnya.


"lo jalanin,gue dukung".


Obrolan terus keluar dari mulut kami. Akan selalu banyak waktu untuk sekedar bercerita,becanda dan berbagi isi hati. semoga selamanya akan tetap seperti ini. Jika mungkin Tuhan punya rencana untukku dengan kak Ares semoga tak akan pernah merubah persahabatanku dengan Livi.

__ADS_1


__ADS_2