Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Hari terakhir


__ADS_3

Cerita yang telah kutulis dalam lembaran memori didesa ini harus ku cukupkan. Aku menemukan bahagia disini. Namun disini bukanlah tempat untukku menetap hanya tempat untukku singgah sejenak. Aku tak boleh terus disini mengasingkan diri. mencari ketenangan sesaat,menghindar dari kenyaatan hidup yang tak mungkin kuhindari. Hanya bisa sejenak ku tangguhkan namun nyatanya masalah itu tetap disana menungguku kembali untuk menyelesaikannya.


Aku duduk seorang diri ditepi sungai. tempat pertama yang kudatangi dan tempat dimana kutemukan lagi sahabat masa kecilku. Menikmati jernihnya air yang mengalir diantara batu- batu besar.


sapuan angin lembut menyentuh kulitku. Kapan lagi aku bisa seperti ini disini. ketika aku melangkahkan kaki pergi. saat itu juga aku tak pernah tahu kapan akan kembali. Aku hanya berharap suatu saat nanti aku bisa kembali kesini. dengan membawa cerita indah bukan lagi luka dan kecewa.


Sentuhan tangan di pundakku membawa kembali angan yang sedari tadi mengembara jauh. Haris lelaki yang sejujurnya telah mengisi sedikit ruang di hatiku. Dengan senyum dan ucapan lembut yang selalu membawa kenyamanan di sudut hatiku.


" kayaknya tempat ini bakal jadi tempat bersejarah ya" Haris berucap sembari duduk di sampingku.


"iya,aku pasti bakal kangen banget sama tempat ini" ucapku dengan tatapan menyusuri sekeliling sungai. Sesaat kami terdiam. merasakan ketenangan yang tersalur lewat riak kecil air dan tarian daun.


Aku menyadari tatap haris yang lekat padaku meski aku tak sedang menatapnya. Kubiarkan saja ia dengan tatapannya dan pikiran yang tak kutahu tentang apa. Ini hari terakhirku bersamanya,mungkin esok atau lusa akan ada rindu dihatiku untuknya.


" kok tahu aku disini ?" Aku bertanya tanpa menatap wajah itu.

__ADS_1


" tadi kerumah bi Ifa,kamu gak ada dan kata bi Ifa kamu juga gak pergi sama Aji. jadi ya kemungkinan disini".


aku tersenyum menanggapi. Benar juga sih,kemana lagi aku mau pergi sendiri.


" Ris" panggilku lirih. mata kami bertemu ,sesaat tatapanku terpaku pada sorot mata itu.Selalu ada getar ini di hatiku saat kubertemu tatap matanya. Aku tak ingin mengatakan getar ini cinta. terlalu cepat,ini hanya rasa kagumku. karena dia yang selalu ada disisiku mengerti aku disaat aku benar- benar terpuruk jatuh.


" kenapa ?" tanya Haris yang mendapatiku terdiam,beku. Terbius sorot mata itu.


"boleh peluk gak ?," pertanyaan yang entah kenapa tiba- tiba meluncur dari bibirku. padahal tadi aku juga tak tahu mau bilang apa.


" aku bakal kangen banget sama kamu Ris". ucapku dalam peluknya. dan berhasil meloloskan kristal bening dari netra ini.


" aku juga bakal kangen kamu. kamu baik- baik disana."


" apa kita bakal ketemu lagi ?" suaraku semakin terisak.

__ADS_1


"aku gak kemana- mana kamu tahu dimana kamu bisa menemukanku"


Tanganku semakin erat memeluk tubuh Haris. air mataku membanjir mulai membasahi baju Haris. Berat perpisahan ini,tapi ini memang yang harus terjadi. Lagi cerita pedih,aku datang kesini membawa luka hati. Dan kini kembali membawa rasa kehilangan. Bukan cinta yang membuat cerita luka,tapi sahabat yang meninggalkan kenangan berharga.


Melepas diri dari pelukan,menghapus air mata di pipi ini.


"thanks banget Ris,kamu sudah jadi sahabat yang selalu ada untukku. kamu selalu mengerti aku dan selalu bisa membawa kenyamanan untukku"


Haris menangkup pipiku dengan kedua tangannya. menghapus sisa air mataku dengan ujung ibu jari. Tatapan mata itu mengunci mataku.


"sahabat akan selalu ada,selalu siap untuk mengangkatmu saat jatuh,menjadi penyangga saat kamu lemah,menjadi kaki saat kamu tak kuat berjalan. Aku bahagia jadi bagian dari hidup kamu,menjadi sahabatmu. "


Aku tersenyum dalam tangisku. Membenamkan wajahku di dada bidangnya. menikmati detak jantungnya dan belai lembut di rambutku. sesekali kurasakan kecupan di ujung kepala.


Ada janji terpatri di dasar hati ini. aku akan kembali kesini. Bukan dengan luka dan lara tapi dengan rasa bahagia. .Ris,aku belum yakin tentang rasa ini. Andai kau memiliki rasa yang sama. Semoga suatu saat Tuhan memberikan kesempatan untuk kita.

__ADS_1


__ADS_2