Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
ketemu mantan camer


__ADS_3

Duduk bersantai ditemani secangkir moccachino dan chees cake. menyendiri di pojokan cafe,pikiranku melayang pada kejadian semalam. ada rasa menghangat menghampiri dadaku. sungguh aku merasa berharga,dicintai seorang Aresta. ketulusannya terlihat dari cara memperlakukanku,menghawatirkan ku dan cemburunya padaku. terlalu manis semua itu untukku.


'"oe... senyum- senyum,kesambet Lo ?''


" Lo Liv,ngagetin aja"


" ya,Lo ngalamun,senyum-senyum lagi"


" lagi seneng dong,makanya senyum"


Livi duduk disampingku dan tanpa permisi mengambil cake di depanku,dan melahapnya.


" Lo kemarin kemana?,Abang gue kayak orang strees nyariin Lo".


'' jalan sama Lian "


" ngapain ?" tanya Livi seraya mengernyitkan dahi.


" nostalgia ketaman bermain" jawabku enteng.


" wah,gak asyik Lo,kok gue gak diajak sih ?"


" Lo jalan sama Reza kan ?"


" iya sih,kan sekali-kali gue bisa ajak Reza kesana".


" not for couple,gue aja gak ajak kak Ares. lagi pengen mengenang masa remaja juga.taunya gue balik dia dirumah"


" marah gak ?" tanya Livi yang malah menghabiskan cake milikku.


' dikit,udah baikan kok" sahutku,kemudian menyeruput moccachino yang tinggal setengah cangkir. karena Livi ikut meminumnya.

__ADS_1


" gak nyangka gue,Abang gue segitu takutnya kehilangan Lo,kemarin pas nyamperin gue berantakan banget. emang hp Lo kemanain ?" Livi masih mengintrogasi,aku tersenyum sebelum menyahut.


"lowbat,gue kira saking adem ayemnya kemarin sampe hp gak bunyi,taunya mati tuh hp".


Livi menggeleng pelan,menyandarkan punggung di sandaran sofa. mengambil hp dan tak lagi ada obrolan. tangannya sudah sibuk dengan hpnya. Aku memilih mengambil novel yang belum kutamatkan semalam. Lama kami dalam diam,menikmati dunia kita sendiri. aku dengan kehaluan cerita dalam novel,Livi dengan dunia mayanya.


" misi mbak Widi"


" hmm" gumamku menatap Elsa yang sudah berdiri di depan meja.


" kenapa ?"tanyaku heran.


" ada yang mau ketemu,meja no 8".


" siapa ?" aku dikuasai rasa penasaran. Elsa mengangkat bahu sambil menjawab" gak tahu'. Livi ternyata juga sudah mengalihkan fokusnya. memperhatikan Elsa yang membawa kabar untukku.


" cowok,cewek Sa ?" Livi bersuara.


" ibu-ibu. ya udah mbak aku balik ke depan." pamit Elsa. Aku dan Livi saling pandang dengan tatapan sama penasarannya .


" nyokapnya si Adrian kan ?" ucap Livi lirih,aku hanya mengangguk sebagai jawaban. ada rasa sedikit was-was saat aku harus menemui wanita itu. aku sempat dekat dengannya. lumayan sering aku diajak Adrian berkunjung kerumahnya dulu.


" gue kesana,Lo ikut gak?"


" bukan ranah gue,gue awasin dari sini. kalau Lo nyerah tinggal angkat tangan".


" sialan Lo" celetukku menanggapi candaan Livi.


Dengan sebuah rasa yang cukup membuat hati berdebar. aku melangkah mendekati Tante Rike.


" siang Tante !" sapaku setelah berada di dekatnya.

__ADS_1


" siang Wid,seneng Tante ketemu kamu" sahutnya ramah seraya berdiri. aku mengulurkan tangan,beliau menyambutnya dan seketika mencium pipi kanan dan kiri ku.


"duduk,sayang" masih seramah dulu.Aku duduk dengan senyum yang sedikit kupaksakan .


" maaf,Tante ada perlu apa ya menemuiku". to the point,pertanyaan ku tak perlu basa-basi. terlihat Tante Rike menarik nafas dalam. ada kegundahan yang nampak jelas diraut wajahnya.


" Tante mau minta tolong sama kamu Wid.Adrian sakit,hampir tiap hari dia bilang ingin ketemu kamu." aku tak merespon. menyimak apa yang selanjutnya terucap dari Tante Rike .


" Tante tau,apa yang sudah Adrian lakukan pada kamu terlalu menyakitkan dan mungkin tak termaafkan. Tante gak minta kamu memaafkan atau kembali padanya . Tante hanya ingin,sekali saja kamu temui dia. katakan padanya hidup harus terus berjalan. dia terlalu putus asa setelah meninggalkanmu dan lebih terpuruk saat tau anak yang dikandung Indi bukanlah anaknya".


Sangat kentara ada luka yang begitu dalam dari sorot matanya.Adrian,anak lelaki satu-satunya. jelas kedua orang tuanya menaruh harapan besar padanya.


" Adrian sakit apa Tante ?"


" lambung kronis,terlalu banyak minum. kalau terus dibiarkan Tante takut organ dalam tubuhnya juga terimbas. semenjak kalian pisah,hampir setiap hari dia pulang dalam keadaan mabuk ".


sejenak kami sama-sama diam. jujur aku tak tahu harus bagaimana. ada luka yang sudah mengering di dadaku ini. haruskah ku siram lagi dengan bertemu dengannya ?. tapi sisi kemanusiaan ku tak sejahat itu,untuk mengabaikan permintaan orang sakit. entah,apa yang harus kulakukan ?.


" tolong Wid sekali saja,temui dia. mungkin kamu bisa membujuknya untuk dia memiliki harapan hidup. tidak seperti sekarang,hidupnya hancur. mungkin ini karma. karena dia sudah begitu tega mengkhianati wanita sebaik kamu".


" maaf Tante,bukan Widi gak mau ketemu dia. tapi berurusan dengan masa lalu aku perlu pertujuan seseorang. sebentar lagi Widi menikah Tante. jadi Widi juga harus menjaga hati pasangan Widi."


Tante Rike tampak mengangguk tanda memahami maksudku.


" iya,Tante mengerti. jika calon suami kamu setuju. jenguklah dia dirumah sakit ini" ucap Tante Rike sambil menyodorkan secarik kertas berisi nama rumah sakit dan no rawat inap.


" oh ya,selamat ya. ternyata kamu sudah mau menikah. semoga kalian jadi keluarga bahagia". ucapnya dengan senyum tulus darinya.


" terima kasih tante"


" Tante pamit,terima kasih untuk waktu kamu"

__ADS_1


" sama-sama Tante "


Tante Rike berdiri aku ikut berdiri saling berjabat dan tak ketinggalan ciuman di pipi kanan dan kiri. Langkah anggun wanita paruh baya itu meninggalkanku yang masih berdiri tertegun.dan lagi masa lalu menghampiri. sebuah kenyataan yang terlanjur jadi bagian dari hidupku.


__ADS_2