Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Jemputan


__ADS_3

Senin,kembali pada aktifitas biasa. Kembali bekerja,aku sedang membantu mama menyiapkan sarapan. menata makanan diatas meja. sudah dengan pakaian rapiku siap ke cafe nanti.


" tumben anak mama"


" latihan jadi perempuan bener ma" jawabku asal. Ada seulas senyum di bibir mama.


" biar bagaimanapun kamu memang perempuan Wid. kamu boleh berkarir tapi jangan lupakan kodratmu sebagai perempuan. akan tiba saatnya kamu menjadi istri dan ibu. saat itu kamu tidak boleh lagi egois,hanya mikirkan tentang diri kamu sendiri" lembut tutur itu keluar dari bibir wanita yang akan selalu ku kagumi.


" iya mamaku sayang" sahutku seraya mendekatinya dan mengecup pipi mama.


" dari kemarin mama gak lihat motor kamu Wid?" tanya mama.


" lagi di bengkel ma " jawabku sambil membawa piring kosong ke meja makan.


" yang nganter kamu kemarin siapa ?" ternyata mama melihatku kemarin.


" kak Ares,kakaknya Livi ma"


Mama mengusap bahuku lembut,tersenyum penuh arti. Memandangku dengan tatapan yang sungguh menentramkan.


"Mama tau luka hati kamu belum sembuh. tapi gak ada salahnya kamu membuka hati untuk orang lain. Jangan kunci hatimu jika ada seseorang yang ingin membukanya". tutur bijak itu,membuat sudut hatiku menghangat.


" tapi aku sama kak Ares gak ada apa- apa lho ma'' Terangku takutnya mama salah mengira.


" jalani saja pertemanan kalian. selama dia orang baik mama gak masalah. kalau pada akhirnya temen jadi demen"ucap mama sambil berjalan meninggalkanku yang sudah duduk di kursi meja makan.


Ingin memprotes ucapan mama. tapi mama keburu pergi kekamarnya.Bagaimana mungkin rasanya untuk bisa menjatuhkan hati pada kak Ares, cukup lama aku mengenalnya tapi yang kulihat selama ini dia terlalu datar. Dia baik,ganteng juga tapi yang pasti dia menganggapku adik yang harus di lindungi.


Suara derap langkah menuruni tangga. sudah jelas tertebak itu siapa.


" pagi mbakku yang cantik " sapa Lian,kalau sudah sok manis gini sih ada maunya.


"pagi,tumben muji. ada apa ?" tanyaku menatap penuh selidik pada Lian yang sudah duduk di sampingku.


"Lian lagi happy mbak ".


"kenapa ?"


''mulai hari ini Lian kerja ditempatnya Fandi "


" skripsi gimana ?"


" hampir selesai,santai mbak. ini juga jam kerja bisa di sesuaikan. kalo tiba- tiba mesti ke kampus masih bisa"


'' bagus deh,kalau lo kerja berarti uang jajan stop nih"


" jangan dulu dong mbak,sampai Lian dapat gajihlah"


" oke- oke,''

__ADS_1


" Tumben anak papa sudah ngumpul ?"


" iya dong pa" sahut Lian


" sudah rapi,mau kemana Ian ?" tanya papa yang sudah duduk di depan kami diikuti mama di sampingnya.


" mulai hari ini Lian kerja pa,ma''


" kalau gak ganggu skripsi kamu papa dukung"


" tenang pa,masalah skripsi beres"


Perbincangan selesai,sarapan siap di mulai. hanya suara sendok yang beradu dengan piring. Selesai sarapan seperti pagi biasa,pergi memulai aktifitas.


" Lian,mbak bareng dong" ucapku yang berlari mengejar Lian setelah aku mengambil tas di kamar.


"kemana lagi motor mbak ?"


" bengkel"


" gak kepagian ke cafe jam segini ?"


" gak apa- apalah"


Aku berjalwn beriringan dengwn Lian hendak keluar rumah. Belum sampai pintu depan suara hpku berbunyi. notifikasi chat masuk.


+62******


Aku mengernyit ,menyadari nomer yang belum tersimpan. Tapi saat ku lihat foto profilnya aku tahu nomer siapa. Langsung ku save aebelum ku balas.


me


msh drmh kak,knp ?


Kak Ares


aku sdh di kmplek rmh km,aku anterin km ke cafe


Cukup membuatku heran. ngapain juga kak Ares menjemputku.


me


oke


" mbak buru " teriak Lian yang ternyata sudah di halaman depan. aku lari menghampirinya.


" gak jadi bareng,mbak di jemput kak Ares"


" ya udah " jawab Lian,kemudian menghidupkan mesin motor dan pergi.

__ADS_1


Tak berselang lama sebuah mobil memasuki halaman rumahku. Tak lain dan tak bukan itu adalah mobil kak Ares.


" lho Wid katanya bareng Lian" suara mama yang tiba- tiba di belakangku cukup membuatku kaget.


" gak jadi ma". tadi memang aku sudah pamit untuk berangkat bareng Lian.


" nah itu siapa ?" tanya mama,melihat kak Ares yang turun dari mobil.


" kak Ares ma"


Pakaian rapi khas orang kekantor. stelan celana dan jas dengan warna biru,begitu juga dasi dengan warna senada. sepatu hitam mengkilat dan kacamata bertenger di hidung mancungnya. bohong banget kalau aku bilang kak Ares gak ganteng. karena ketampanannya benar- benar maksimal. dan garis wajah itu menunjukan kecerdasan yang di milikinya.


" pagi tante" sapa kak Ares seraya menyalami mama. Tak kusangka,ternyata dia bisa mengeluarkan suara yang terdengar ramah di telinga.


" pagi,sepertinya tante baru lihat kamu sekarang. temennya Widi ?"


" saya Ares tante,kakaknya Livi. kemarin motor Widi mogok dan di bawa ke bengkel teman saya. katanya belum di perbaiki,jadi saya jemput Widi sekalian saya berangkat kerja" terang kak Ares tanpa di minta.


"oh,jadi nak Ares ini anaknya pak Arya. berarti atasannya papa widi ?"


" bukan atasan tante,kita juga sama- sama kerja".


Widiiiih gila,simuka datar ternyata bisa senyum manis dan ramah banget.


" mampir dulu nak,kedalam ".


" gak usah ma,nanti kak Aresnya telat lagi" selaku.


" mama gak ngomong sama kamu" wuish malah kena semprot. itu juga malah senyum manis banget kak Ares


" makasih tante lain kali saja"


" ya sudah hati- hati"


" widi berangkat ma"


"iya,jangan ngerepotin nak Ares"


" emang bayi ,pake ngerepotin segala" gerutuku lirih.


" mari tante" pamit kak Ares yang dibalas anggukan dan senyum ramah mama.


Eh eh tunggu dia bukain pintu buat aku. wah wah gak biasanya. aku memilih diam dan masuk ke dalam mobil kak Ares. didusul kak Ares duduk di kursi kemudi. Aku menatapnya heran,kutempelkan telapak tanganku di dahinya.


" apaan sih Wid " gerutu kak Ares.


" gak panas normal" gumamku sendiri.


" emang kamu pikir kakak kenapa ?" tanyanya sambil menstarter mobil dan melajukannya perlahan.

__ADS_1


" habis kakak aneh gitu,gak kaya biasanya. kok bisa ya seorang aresta bayu nugraha tersenyum dan bicara ramah. gak salah minum obat kan kak ?" ujarku menatap kak Ares dengan menyipitkan mata. bukan jawaban yang ku dapat tapi bungkaman di mulutku oleh tangan kak Ares.


"cerewet" ucapnya.


__ADS_2