Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
calon mantu


__ADS_3

" Om,tante. Saya bermaksud meminta ijin untuk menjalin hubungan serius dengan anak om dan tante. saya harap om dan tante merestui hubungan kami" .


Entah apa yamg mereka obrolkan dari tadi. sebait kata itu yang kudengar saat kakiku melangkah menuruni tangga. hendak menghampiri mereka di ruang tamu. kakiku berhenti melangkah,mencoba mendengar apa jawaban papa.


"kalau niat nak Ares benar untuk serius. saya mengijinkan dan merestui kalian. tapi saya harap,nak Ares bisa menjaga anak saya. jangan sakiti dan kecewakan dia. cukup sakit hati yang dia rasakan. jangan sampai itu terulang lagi. saya tidak rela kalau anak saya tersakiti".


" saya mengerti om,semampu saya akan menjaganya dan tidak membuatnya kecewa".


" saya percaya dengan kamu. jaga anak om baik- baik".


"baik om".


oh papaku sayang,aku benar- benar terharu. ternyata dalam diamnya bukan papa tak peduli dengan apa yang terjadi padaku. setiap orang memang punya caranya sendiri untuk menunjukkan rasa cinta dan sayangnya. papa dalam diamnya menyimpan cinta yang luar biasa untuk kami anaknya. aku bangga terlahir menjadi anakmu ,papa.


" ehm,nguping apaan ?" suara Lian setengah berbisik di belakangku.


" Lo Ian,ngagetin".


" itu baru laki- laki mbak,gentle. gak salah pilih deh lo mbak".


" nguping juga ?"


" heeee.... dari tadi kali mbak disini. lo aja gak nyadar".


Aku dan Lian melangkah menuruni tangga saat pembicaraan di ruang tamu sudah berganti topik. Lian pergi ke meja makan,sedang aku menghampiri mereka di ruang tamu. Karena kak Ares hari ini mengajakku datang kerumahnya.


Aku duduk disamping mama setelah sampai diruang tamu.


" udah lama kak ?" tanyaku pada kak Ares.


"lumayan,sudah siap ?".


" udah"

__ADS_1


" mau kemana ?" tanya mama sambil menatapku.


" mau main kerumahnya kak Ares''.


''om,tante,saya minta ijin untuk membawa Widi kerumah saya" .


" ijin segala,kayak belum pernah kesana aja kak,perasaan udah gak kehitung Widi main kesana". selaku.


" kan beda Wid"


" iya beda,bedanya sekarang sama kak Ares,biasanya sama Livi. tapi tujuannya kan sama".


" sudah- sudah. om ijinin" . sahut papa,karena papa tahu sekali aku yang sukanya berdebat meski tak penting.


" kalau gitu saya pamit om,tante".


" iya,hati- hati " sahut mama.


Aku berdiri,menyalami kedua orang tua ku dan berpamitan, diikuti kak Ares yang menyalami kedua orang tua ku bergantian. Aku melangkah lebih dulu keluar rumah kak Ares mengekor di belakang ku.


" gak,kenapa ?"


" yah gak seru. emang mau ngapain kerumah?"


" ngenalin kamu sama papa mama ?" jawaban yang membuatku melotot sempurna.


" kak please deh,lebay banget. Widi kenal om,Tante udah puluhan tahun kak".


"beda,kan mereka kenal kamu sebagai sahabat Livi,sekarang aku kenalin sebagai calon mantu". Tuhan,ada-ada saja yang ada di pikiran manusia satu ini. tinggal bilang aja,ma,pa. Aku sekarang jalan sama Widi dan serius sama dia. kelarkan urusannya.


" kak Ares sayang, mau datang sebagai siapa juga Widinya sama".


Aku yang protes karena sebal cuma ditanggapi dengan senyum oleh kak Ares. Kalau boleh jujur sebenarnya aku belum terlalu siap untuk di kenalkan sebagai calon menantu keluarga Nugraha. Selain perasaanku yang masih abu-abu untuk kak Ares,keluarga mereka juga tak seimbang dengan keluargaku. kalau menyinggung soal derajat jelas derajat mereka jauh di atas keluargaku.

__ADS_1


" kak kalau om sama Tante ternyata gak merestui kita gimana ?"


" ngomong apa sih kamu. lagian mereka juga sudah kenal lama sama kamu".


" justru itu kak, mereka kan jadinya udah tahu kekuranganku yang bahkan gak ada lebih-lebihnya ''.


" aku yakin mereka pasti setuju sama pilihanku" ucapnya seraya tersenyum lembut.


Aku yang tak yakin,mungkin ketika aku datang sebagai sahabat Livi tak ada yang perlu di khawatirkan. tapi ketika aku datang sebagai calon anggota baru keluarga mereka. apa semudah itu di terima ?.


" kamu kok jadi diem gitu,takut ketemu mama ?"


" kalau ketemu Tante sih gak takut. tapi sebagai siapa aku datengnya yang bikin agak gimana gitu".


" kamu kan sudah kenal mama lama. mama juga orangnya gak ribet".


" iya sih,tibetan juga kamu".


" lho kok jadi aku?"


" iyalah,orang udah pada kenal kok pake acara di kenalin. ribet kan ".


Kak Ares hanya tertawa lirih seraya sebelah tangannya mengacak rambutku.


" berantakan kak" keluhku sambil merapikan rambut dengan telapak tangan.


" jangan manyun gitu ".


" kenapa ?"


"gemes,jadi pengen".


" pengen ?"

__ADS_1


" cium "


Hah !!!, ini kak Ares ????. kok jadi gini.


__ADS_2