Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Harusnya


__ADS_3

" Thanks banget ya Ris" . ucapku setelah Haris mengantarkanku kembali kerumah.


" sama-sama"


" mampir dulu Ris"


" makasih lain kali aja deh, nih belanjaan kamu ". ucap Haris seraya menyodorkan kresek belanjaanku tadi.


" yang ini buat lo Ris" ucapku mengembalikan satu kantong kresek pada Haris.


"buat aku nih"


" iya,sebagai ucapan terima kasih udah mau anter belanja"


" makasih banget kalau gitu,sering- sering aja kaya gini. kan enak makan ditraktir dibelanjain pula" celoteh Haris dengan nada bercandanya.


" ih jadi cowok gak modal banget lo"


" biarin. rejeki mah jangan ditolak. udah ya aku balik dulu" pamitnya,kembali menghidupkan mesin motor.


" oke,hati-hati"


" hmm,..''


Haris melajukan motor meninggalkan rumah bibi. aku melangkah meninggalkan halaman setelah haris tak lagi terlihat. Ada yang lain disini,ada motor gede terparkir di teras rumah. tapi sepi tak terdengar percakapan dari ruang tamu. sesampainya didalam pun tak terlihat siapa - siapa.


" bi... bibi" panggilku seraya meletakan belanjaan di meja makan juga bebek goreng yang sengaja ku bungkus untuk paman dan bibi.


" apa sih mbak ?" . sesosok lelaki muda dengan wajah tampannya,keluar dari kamar mandi dengan celana kolor pendek dan handuk yang menyampir di bahu.

__ADS_1


" Ilham,kapan pulang ?" tanyaku terkejut melihat adik sepupuku.


" tadi,mbak dari mana ?"


"habis belanja,bibi sama paman kemana".


" katanya mau jenguk orang sakit"


" oh,eh itu tadi mbak beli bebek goreng." ujarku sambil menunjuk salah satu bungkusan.


" enak nih mbak" ucap Ilham semangat,sambil menarik kursi dan duduk hendak membuka bungkusan.


" pakai baju dulu Ham,jorok banget deh. makan masa gak pakai baju".


" hehehe.... gak nyadar mbak," sahutnya sambil berdiri dan ngeloyor pergi.


Aku sudah meninggalkan ruang makan. menuju kamarku. dan sekarang sedang terlentang diatas kasur. menikmati tubuhku yang terasa sedikit capek. aku meraih tas mengambil hp yang sedari tadi ku silent. banyak chat masuk,Bian adikku,mama,dan pasti Livi sahabatku yang tak pernah absen menanyakan kabarku. ada juga pendatang baru di chatku Aji. tapi ada satu nomer baru masuk yang belum ada dalam kontak bahkan tak ada foto profilnya.


Rasa penasaranku menuntunku untuk membuka isi pesan.


(wid km dmn ?, aku pngen jlsin smuanya wid,....) . deg..... jantungku berdenyut nyeri. baru sampai kalimat itu aku sudah tahu siapa yang mengirim pesan. Adrian. lelaki yang ingin sekali ku hindari bahkan kulupakan. seketika mataku memanas,tak bisa kutahan air mata yang mengalir. aku tak mau lagi meneruskan membaca pesan itu. cukup panjang pesan yang ia kirim. tapi aku tak sanggup untuk membaca.


Aku lupa kalau hanya mblokirnya dia masih hafal nomerku. Harusnya aku ganti nomer. sampai kapan masa lalu ini terus menghantuiku dan sampai kapan aku bersembunyi. toh,kenyataannya tetap saja seperti ini. aku akan tetap sakit kala mengingatnya,tetap perih saat terbersit bayang tentang kenangan kita.oh Tuhan. kenapa sesakit ini rasanya.


Aku bangkit dari kasur,menghapus air mata. aku harus melatih hati untuk tegar,harus. Suara petikan gitar terdengar di luar. aku keluar kamar mencari sosok yang sedang asyik bernyanyi dengan suara pas-pasannya. Diteras kujumpai Ilham aku duduk di kursi di sebelahnya. Ilham menghentikan aktifitasnya.


" eh,mbakku. berisik ya mbak?" tanyanya sambil nyengir.


" banget" jawabku singkat.

__ADS_1


" hehe... konser gratis mbak. mbak kata ibu mbak udah lama disini. tumben,ada apa ?"


" gak apa- apa pengen refreshing aja"


" Ilham gak percaya mbak. mbak lagi patah hati ya ?" Ilham menatapku dengan tatapan menjengkelkan.


" anak kecil sok tau"


" ye,mbak. Ilham tuh da gede. gini- gini juga Ilham dah punya cewek mbak".


"ada gitu yang mau sama lo ?''


" wah,gak tau nih mbak. banyak kali yang ngantri mbak"


" wuih pede akut"


" harus dong, jangan lama- lama patah hati mbak. mbak tuh cantik pasti dah banyak yang nunggu mbak jomblo"


aku tertawa getir. aku bahkan malah justru di nasehati adikku.


" nih kasih lagu aja mbak" lanjut Ilham yang langsung memetik gitar.


kemarin ku melihat kau...


" no,jangan lagu itu Ham" teriaku.aku gak suka ber mellow ria nambah nyesek. aku tahu pasti itu lagu armada.


" oke- oke lagu lain mbak".


kembali Ilham memetik senar gitar dan tak lagi menyanyikan lagu- lagu galau. lumayanlah malam ini berlalu cukup menyenangkan bersama adik sepupuku ini.

__ADS_1


__ADS_2