
" Haris !, serius ini lo ?" . seakan tak percaya dengan apa yang kulihat di depan mataku.
" iya ini aku" jawabnya dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya. Kejutan yang tak terduga. lelaki yang selalu mempesona dengan karismanya,kini disini. Disaat aku merasa dia adalah figuran yang datang dalam sebait kehidupanku. tiba- tiba kini ia hadir lagi. akankah ia menjadi pemeran utama dalam kehidupanku ?.
" masuk Ris !" pintaku,langkahnya mengikutiku.
" siapa Wid ?" suara papa bertanya.
" Haris pa" jawabku.
'' om " sapa Haris menghampiri papa dan menyalaminya. Tampak ada tatapan kebingunan diraut wajah papa. Dan saat Haris menyalami Kak Ares,raut wajah kak Ares berubah datar dan tampak kaku.
" Haris itu temen Widi pas di desa pa" aku berusaha menjelaskan.
" oh,kok saya kurang paham ya,siapa orang tua kamu ?"
" saya anak almarhum pak Rasyid dan ibu Tati om"
"anaknya Mas Rasyid to ?, bagaimana kabar orang tuamu?".
" mereka sudah meninggal om"
"maaf- maaf saya tidak tahu. soalnya saya sudah lama tidak pulang ke desa ".
"iya gak apa- apa om".
Aku yang kini duduk disebelah kak Ares menatap kak Ares yang mendadak bungkam.tatapannya pada Haris terlihat sekali tak bersahabat.
" kak !" aku menegur kak Ares yang sedari tadi menatap intraksi papa dan Haris .
__ADS_1
" hmm ?"
" jadi nganterin Widi ?"
" ayuk"
'' Ris,ngobrol sama papa dulu ya,aku disuruh belanja sama mama".
" iya"
" tinggal dulu ya'' pamitku yang dibalas anggukan Haris, kak Ares yang mengikutiku ikut berpamitan.
" om,saya antar Widi dulu "
" ya hati- hati"
" mari mas" ucap kak Ares tanpa seulas senyum dibibirnya. Haris yang terlihat canggung terlihat tersenyum tipis sebagai jawaban.
'' Dia itu siapa ?" pertanyaan kak Ares terdengar dingin.
" heh ?, Haris ?"
" he'em". kambuh watak dinginnya. tampang satu ekspresinya sudah dia pasang begitu apiknya.
" temen masa kecil aku kak,terus kemarin waktu aku pulang kedesa ketemu lagi sama dia"
"kalian deket ?". Tak sedikitpun kak Ares melirikku.
" gak, orang aku disini dia di desa" jawabku santai. yang langsung dapat tatapan tajam kak Ares.
__ADS_1
" hahaha.... santai kak santai" ledekku yang melihat tampang kak Ares sedikit mengeras ." ya lumayan deketlah kak,dia kan yang nemenin Widi selama sebulan waktu kemarin di desa. hampir tiap hari bareng".
" jadi dia orang yang ada disaat kamu sedang jatuh. dan sekarang dia datang kesini ?. aku gak yakin kalau dia hanya menganggapmu teman''.
Mungkin benar,akupun telah tahu perasaan Haris. aku juga sempat merasa nyaman bersamanya. Dan kini saat kucoba untuk membuka hati pada yang lain dia datang. jujur perasaanku pada kak Ares ataupun pada Haris masih sama abu- abunya. Samar,karena perasaan ini masih takut sebenarnya untuk memulai dan menerima.
" kenapa diam ?"
" kak,jujur aku sempat merasa nyaman dengannya. tapi saat ini aku mencoba untuk menerima kakak dalam hatiku. jadi tolong bantu aku kak. bantu aku untuk yakin tentang perasaanku padamu. kamu tahu,menghapus orang yang telah lama ada dalam kehidupan kita itu susah. dan saat ini aku sedang mencobanya. Aku hanya berharap benar- benar bisa menempatkanmu dihatiku di posisi yang seharusnya."
Diam sejenak,menata hatiku yang sedikit terusik.
" maaf" lirih kak Ares sembari menarik tanganku dan menggenggamnya.
" mungkin kehadiran Haris mengganggumu,tapi aku mencoba menjalani hubungan ini serius dengan kakak . aku bukan abege yang mencoba- coba untuk sebuah rasa,aku sudah cukup dewasa untuk bermain- main".
'' maaf Wid,aku hanya..." sejenak ucapannya terjeda. genggamanya semakin erat ditelapak tanganku." aku takut Wid,takut kamu pergi dariku". lanjut kak Ares.
Aku tersenyum tipis mendengar pengakuan kak Ares.
Cup
kecupan singkat kudaratkan di pipinya.
" yakinkan aku. kamu yang tepat untukku kak". pintaku.
sudut bibir kak Ares melengkung. senyum tergambar di bibirnya. di kecupnya punggung tanganku dengan lembut.
" mungkin aku bukan yang terbaik,tapi aku akan berusaha untuk terus lebih baik dimatamu Wid".
__ADS_1
Manis,kata - kata kak Ares sungguh terdengar begitu menentramkan. sampai di minimarket kak Ares terus menggenggam tanganku. Seolah tak ingin melepaskan. Benar nyatanya orang akan lebih merasa berharga ketika di cintai. Dan bodoh jika aku menyia- nyiakan cinta ini. Kak Ares,mungkin belum sepenuhnya hati ini untukmu. tunggu saat aku benar- benar menjatuhkan seluruh hatiku untuk cintamu. Akan kubalas cinta yang sama besar untukmu.