
Seperti kesepakatan semalam,hari ini aku dan Lian akan menghabiskan hari bersama. Sudah lama aku tak pernah lagi menghabiskan liburan dengannya. dulu sebelum aku disibukkan dengan sosok bernama pacar . aku selalu menghabiskan hari Minggu dengan Lian dan Livi. bermain sepuasnya di taman bermain atau sekedar bersepeda di taman kota. terkadang juga ke mall untuk bermain.
" siap mbak" ucap Lian saat menghampiriku yang duduk di sofa. aku mendongakkan kepala. jaket kulit hitam dengan resleting terbuka memperlihatkan kaos oblong putih didalamnya. jeans hitam dan sepatu kets warna senada. tak lupa topi bertenger di kepalanya. penampilan yang cukup paripurna,hanya untuk sekedar jalan bareng kakak.
" kayak mau kencan aja Ian,pol banget dandannya".celetukku.
" gak mau dong gue jelek pas jalan sama lo,di kira adik angkat ntar".
" secara gak langsung Lo ngakuin gue cantik dong ya" ucapku jumawa
" gak ada gue ngomong gitu ya,udah buru jalan yuk ".
" yuk" sahutku seraya berdiri. mengambil tas yang ku letakkan di sofa. berjalan mengekor Lian yang berada di depanku.
" mbak,papa sama Mama kemana kok sepi ?" tanya Lian sembari terus melangkah.
" gak tau mbak turun udah gak ada orang dirumah".
Langkah Lian menuju garasi yang nampaknya tak ada lagi mobil papa di sana. Lian mengeluarkan motornya. aku menunggu di halaman. Lian menyerahkan satu helm full face untukku setelah ia berada di sampingku. Aku segera naik dibelakang Lian. karena aku pergi bersama Lian yang pastinya baik motor. pakaian yang kukenakan pun sudah ku sesuaikan. celana jeans biru dengan kaos oblong berwarna navy sepatu kets kupilih sebagai alas kaki. rambut cukup kuikat ekor kuda. ya semoga gak terlalu mbak-mbaklah buat jalan sama Lian . paling gak aku,gak kelihatan kalau lagi ngasuh adik.
" ketaman bermain ya mbak " ucap lian seraya terus melajukan motornya. menyusuri jalan yang lumayan padat meski tak sepadat hari kerja.
" oke" sahutku singkat. Lian terus melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Cukup memakan waktu sekitar 45 menit . kami sampai di tempat bermain yang terlihat ramai,karena hari libur. berjalan beriring setelah memarkir motor. Aku tersenyum melihat tempat dimana dulu sering kita habiskan untuk mengisi hari libur. lumayan banyak yang berubah setelah bertahun tahun tak kesini.
Lian beranjak membeli tiket masuk,aku memilih berdiri menunggu. Tak lama Lian kembali menghampiri membawa dua lembar tiket masuk.
__ADS_1
" mau main apa dulu nih mbak ?" tanya Lian dengan binar mata antusiasnya. dia masih adikku yang dulu. yang akan selalu bahagia di ajak ke taman bermain.
" roller coaster pasti seru"
" yuk" langkah cepat Lian sambil menarik lenganku.
Mengantri cukup panjang di area roller coaster. Rasa yang terpendam cukup lama,rasa bahagia saat kita menghabiskan waktu dengan orang special. orang yang kedudukan dalam hati tak bisa diucap dengan sebuah kata karena terlalu istimewa. sebuah hubungan tak butuh kata karena terlalu berharga. senyum mengembang dibibir kami . melangkah riang,dan akhirnya kami duduk di sini,di roller coaster yang siap mengaduk-aduk isi perutku .
Tawa disertai teriakan kencang,saat roller coaster semakin cepat melaju. Sejenak lupa akan segala hal,yang ada rasa bahagia,tak lagi mengingat umurku yang tak bisa di bilang muda. rasanya seperti kembali pada umur belasan tahun saat beban hidup tak kami rasa hanya bermain,bermain dan bermain.
Turun dari roller coaster kepalaku terasa pusing.dengan langkah sempoyongan aku terus tertawa begitu juga Lian,yang terlihat menikmati moment ini.
" mbak kesana dulu yuk " ajak Lian seraya menunjuk kedai es krim.
" ayo" jawabku.
" Lo yang beli ya,mbak masih pusing." ucapku seraya mendaratkan tubuhku di kursi.
"ok,mbak rasa apa ?"
" coklat vanila aja"
Langkah panjang Lian meninggalkanku yang masih sedikit merasakan pusing di kepala.
Tak berapa lama Lian kembali dengan dua cup es krim.
" nih mbak" ucapnya sambil mengulurkan es krim pesananku
__ADS_1
" thanks"
Duduk bersebelahan sambil menikmati es krim. mata kami sama-sama menerawang ,menatap kedepan di keramaian.
" rasanya udah lama banget mbak,kita gak ngabisin waktu kayak gini". ucap Lian
" iya,ternyata setelah kita sama-sama dewasa justru gak pernah ada waktu . sibuk sama dunia kita masing-masing".
" dan gak terasa sebentar lagi gue harus ngelepas Lo. gak ada lagi temen gue curhat,gak ada lagi yang gue usilin.juga gak ada lagi yang bisa gue palak. tapi gue bahagia" . ucap Lian seraya menatapku dengan senyum cerianya.
Hubungan kakak adik,tak ada rasa memiliki tapi akan selalu ada rasa kehilangan saat salah satu diantara kita tak ada disisi.
" gue gak pergi jauh kali dek,gak usah sok dramatis gitu deh".
" tapi kan beda mbak. masa iya,tiap hari gue datengin Lo. gak lucu,malu guelah sama laki Lo".
" kalo Lo di cafe kan masih tiap hari ketemu".
" iya kalo Lo masih di bolehin kerja,secara laki Lo kan tajir".
" gue juga belum pernah ngomongin itu sih. ya semoga aja masih boleh".
Untuk hal itu aku memang belum pernah berbicara pada kak Ares. semoga saja dia masih memperbolehkan aku bekerja. Rasanya pasti akan sangat bosan kalau aku hanya dirumah,menjadi nyonya Aresta yang duduk berleha-leha tanpa kegiatan.
" lupain dulu semuanya Ian,kita seneng-seneng hari ini". ucapku seraya merangkul pundak Lian .
"oke,kita main wahana lain yuk".
__ADS_1
Dengan senang hati,berbagai wahana kita coba. sejenak lupakan semua urusan. menghabiskan hari berdua,karena mungkin ini moment yang akan menjadi kenangan indah sebelum akhirnya aku mengabdikan diri menjadi seorang istri.