Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Resepsi


__ADS_3

Setelah istirahat,sekitar satu jam. tidur dalam pelukan suami. Hanya tidur,tidak lebih. nyatanya kebaya yang dikenakan pun masih melekat di tubuhku. Karena ulah kak Ares yang membawaku dalam dekapannya dan terlelap berdua. membuatku tak jadi melepas kebayaku.


Baru setelah bangun tidur aku membersihkan diri. Dan kini mulai di hadapkan lagi dengan peralatan make up. Sedang kak Ares yang tak memerlukan make up ribet sepertiku. sudah menghilang dari kamar. Entah pergi kemana. orang- orang make up yang sedang memoles wajahku ,dan Livi yang sedang rebahan di atas ranjang.


''Mas Ares ngilang kemana Wid ?"


''gak tau,tadi cuma bilang mau keluar doang ''.


'' jangan-jangan nemuin sang mantan lagi'' Livi memancing di pikirnya aku bakal terpancing gitu ?.


" bodo,dia mantan ,gue istri. jadi gak ada yang perlu di risaukan. biarpun cantiknya dia kayak model dan gue kayak ondel-ondel tetep gue pemenang'' sahutku jumawa,dengan ekspresi tampang yang kaku. karena wajahku sedang jadi kanvas untuk kuas-kuas make up yang digunakan sang seniman. Yang akan merubah wajahku menjadi lebih mempesona.


Sang juru make up tampak senyum-senyum mendengar ucapanku,kalau Livi tertawa..ngakak.


" istri,wuih udah jadi istri Lo ya sekarang?. perasaan baru kemaren ya kita masih asyik main. udah jadi istri aja lo''. ucap Livi seraya menatap langit-langit kamar. aku tak lagi menyahut.


Cukup lama aku di make up. Dan kini aku sudah berganti gaun yang akan di gunakan untuk resepsi. Tersenyum sendiri mendapati pantulan wajahku di cermin. make up natural yang merias wajahku serta gaun indah membalut tubuhku. Hari ini aku merasa seperti putri dari negri dongeng. menakjubkan ,itu kata yang bisa ku ucap saat pantulan diriku tergambar nyata di cermin.


" wow,serius ini mbak gue" suara Lian yang baru saja masuk kamar hotel tempat aku di make over. Di sini aku tinggal sendiri ,Livi sudah keluar kamar begitu pun para juru rias.


" Gimana Ian ?" tanyaku seraya memutar tubuhku.


" Amazing'' ucapnya dengan sebuah tatapan kagum dari mata adikku.''gak nyangka mbak gue bisa secantik ini'' sambungnya.


''mang dari Sononya gue dah cantik Ian'' sahutku penuh percaya diri.


''ckk,narsis'' cibirnya.


''lo mau ngapain kesini ?''tanyaku yang masih asyik mengagumi pantulan wajahku di cermin.


" lihat lo'' jawabnya singkat seraya mendudukkan diri di atas ranjang. Aku melangkah mendekati adik semata wayangku dan duduk disampingnya.

__ADS_1


" sering-sering kerumahnya ya mbak,walaupun udah nikah". aku tersenyum mendengar ucapan adikku. yah,dia tetap adik kecilku. yang suka merengek dan jail. Ada rasa kehilangan yang tersirat dalam ucapannya. Aku mengusap rambutnya sambil tersenyum tipis.


" mbak akan sering kerumah,Lo gak usah khawatir".


Tak ada lagi kata,kami larut dalam pelukan . Rasa kehilangan pasti ada,aku juga pasti akan merindukan keisengan dan kemanjaannya.


Acara hampir dimulai ,dengan tangan melingkar di lengan kak Ares aku masuk ballroom hotel yang sudah di sulap menjadi taman. Langkah anggunku diikuti anggota keluarga. Senyum termanis ku ukir di wajahku. Hari ini hari bahagia,akan kutularkan kebahagiaanku pada semua tamu disini.


Langkah kakiku dan kak Ares naik keatas pelaminan . Lelaki gagah berbalut jas yang senada dengan gaunku,terus tersenyum di sampingku. kesan kaku dan datarnya hilang. Dia telah menjelma bak pangeran hari ini.


Acara demi acara berlangsung. Tamu yang kebanyakan teman papa dan mama serta rekan kerja kak Ares dan orang tuanya serta karyawan di perusahaan mereka. Mulai naik ke pelaminan memberi ucapan selamat dan sebuah doa. Temanku di cafe mulai kelihatan. ada yang berpasangan ada juga yang datang dengan sesama teman.


Haris tampak gagah dengan batik yang ia kenakan. batik yang sama dengan rok yang di pakai sang pujaan hati Nindi. Bejalan dengan tangan saling bertaut,naik keatas pelaminan dan menghampiri aku dan kak Ares.


" selamat mas,semoga jadi keluarga yang selalu berlimpah kan cinta dan kebahagiaan" ucap Haris seraya menyalami kak Ares. senyum terkembang di bibir kak Ares.


" thanks,semoga kalian cepat nyusul".


Beralih menyalamiku,dengan senyum sumringahnya.


''selamet Wid, akhirnya. jadi istri yang baik ,jangan suka kabur kalau ada masalah. '' aku serasa dinasehati orang yang lebih tua dariku.


'' bisa aja lo Ris,jadi malu'' ucapku seraya tersenyum.


Silih ganti orang datang memberi selamat. Aku dan kak Ares berusaha terus tersenyum. serasa kering gigi ini. Sepasang manusia dengan senyum secerah mentari menghampiri kami. Aji,benar-benar datang dengan seorang wanita anggun yang terlihat begitu manis.Ucapan dan doa seperti yang lain dia ucapkan. dan satu janji ia tagih.


''Aku udah nepatin janji ke nikahan kamu. bulan depan kamu jangan lupa datang ke nikahan aku''


''oke tenang aja,sekalian liburan ''


''sekalian honeymoon kali'' ledeknya dengan alis yang ia naik turunkan.

__ADS_1


''tau aja lo'' ucapku menimpali candaannya.


Dan sesosok lelaki yang tak kusangka kehadirannya . Berjalan gagah dengan balutan jas hitam membuatku sedikit gugup. Beberapa orang menatap pada lelaki yang berjalan penuh percaya diri tanpa menoleh. Senyum lebarnya mengembang saat berada berada di hadapan kak Ares. tubuh kurus sebulan lalu tak lagi terlihat. Dia sudah kembali seperti dulu.


''selamat ya bro,jaga dia baik-baik ''.


Tak hanya jabat tangan ia memeluk dan menepuk punggung kak Ares perlahan.


" pasti,terima kasih'' hanya kata itu yang terucap dari bibir yang melukis sebuah senyum manis.


'' Selamat Wid,semoga kamu selalu bahagia. '' ada kegetiran diwajahnya. dan mata itu tak mau menatap langsung mataku. saat tangan itu menjabat tanganku.


''tetima kasih '' sahutku lirih. Tak ada lagi sahutan Adrian meninggalkan pelaminan. sempat ku lihat ia kembali menoleh padaku saat ia telah menjauh. Suasana sedikit canggung,wajah cemas dari orang-orang yang tahu siapa Adrian tergambar jelas.


''Lo ngundang dia ?" suara Livi yang buru-buru menghampiri kami.


''Gak''


" kok bisa dia kesini ?"


''aku yang ngundang''sahut kak Ares santai . Aku menoleh,kaget dengan jawabannya. kak Ares tampak biasa saja duduk diatas kursi pelaminan. karena memang tamu sudah tak ada lagi yang mengantri untuk memberi selamat.


''what?, kok bisa ?" seru Livi tak peduli dengan beberapa mata yang memandangnya.


''ya bisalah,tinggal Dateng kasihin undangannya. beres''.


''kamu ya mas,gak lihat apa kalau dia belum move on. gak takut Widi di culik kayak Dewi Sinta ''


''dek ini bukan wayang dia juga bukan Rahwana,aneh aja kamu. mas undang biar dia cepetan move on. gak ngarepin istri orang''. Livi tak lagi mendebat karena tatapan tajam Tante Dhiya mampu membuatnya turun dari pelaminan.


Aku ikut duduk disampingnya kak Ares. menikmati lagu yang sedang dinyanyikan diatas panggung. tangan kak Ares terus menggenggam ku dengan sebuah senyum yang terus merekah di bibirnya.Akan selalu ada bahagia jika cinta berlabuh pada tempat yang seharusnya.

__ADS_1


__ADS_2