Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Ekstra part 2


__ADS_3

" Wid " panggil Livi membuatku mengalihkan pandangan dari laptop di hadapanku .


" Apa ? " tanyaku seraya menatap Livi yang masih duduk di kursinya dengan tatapan mata mengarah padaku. Livi tak menjawab,ia justru bangkit dari duduknya dan menghampiri meja kerjaku. Berdiri bersandar di meja kerjaku. Aku mengernyit heran dengan kelakuan sahabat sekaligus iparku ini.


" Lo kenapa ?"


'' Mmmm,gue udah telat seminggu. Tapi gue gak yakin. Gue belum ngomong ke Reza''.


Raut Livi terlihat penuh harap namun juga ada kecemasan di sana. Di tahun keempat pernikahannya Livi belum di beri kepercayaan seorang anak.


" Ya udah,beli tes pack. kita cek dulu buat mastiin". ucapku antusias. Namun Livi tampak ragu.


" Kenapa ?" tanyaku lagi karena Livi yang menunduk dengan wajah mendung. Ku genggam telapak tangannya.


" Aku takut Wid,takut kecewa lagi" lirih Livi. Memang sudah beberapa kali ia telat namun setelah di tes ternyata belum juga positif.


'' Di coba aja dulu ,kita gak pernah tau kapan Tuhan mempercayai kita untuk menjaga titipannya. Siapa tau bagi Tuhan ini saat yang tepat untuk kamu mendapat kepercayaan itu". tuturku dengan seulas senyum mencoba menenangkan Livi.


" Kalau seandainya belum di kasih. Berarti Tuhan masih ngasi kebebasan buat kamu untuk menikmati waktu berdua. Udah ada anak tuh pengen berduaan repot mesti ngerepotin orang juga. Buat di titipin anak ''.


'' Yee,malah curhat. Ya udah aku coba ya'' ucap Livi seraya merogoh kantong blazer yang di pakainya.


'' gue udah beli'' ucapnya sambil menunjukkan tes pack yang masih terbungkus. Aku mengangguk ,mengikuti langkah Livi dengan pandanganku. Semoga saja harapan dia terkabul. Kasihan melihatnya saat dia tampak tak percaya diri saat berkumpul dengan keluarga. Padahal tak ada yang salah pada mereka,mereka sehat. Mereka sudah cek keadaan mereka,hanya Tuhan yang belum memberi mereka kepercayaan saja.


Tapi seringkali orang tak memikirkan hati tentang hati yang juga kecewa saat anak di pertanyakan keberadaannya ketika sang pencipta belum mempercayakan pada hambanya.


'' Wid'' suara lirih Livi membuatku melihat kearahnya yang baru saja keluar dari toilet. Matanya berkaca-kaca menatap nanar pada benda kecil di tangannya. Aku berdiri dari tempatku duduk. Menghampirinya yang kini mulai meneteskan kristal bening di pipinya.

__ADS_1


''Liv'' ujarku lirih seraya meraih bahunya.


''Ini,ini bener gak sih Wid'' ucapnya terbata-bata ,aku melihat benda yang berada di tangan Livi satu menunjukan dua garis merah dan satu lagi tanda plus terlihat di sana.


" Ya ampun Livi selamet, akhirnya. '' ucapku senang seraya memeluknya. Livi membalas pelukanku dengan senyum yang terkembang di bibirnya tapi masih dengan air mata yang juga mengalir dari dua bola matanya.


'' Thanks God, akhirnya penantianku berakhir ". Rasa suka cita menyelimuti hati kami .Sungguh kado terindah dalam hidup Livi yang telah menanti moment ini empat tahun lamanya. Dan kini terbayar sudah penantian panjangnya.


Tok tok tok


Suara ketukan di pintu membuat kami yang masih berpelukan saling melepas diri dan menatap kearah pintu yang sama.


'' Masuk !'' titahku. Dimas muncul dari balik pintu membawa sebuah kotak di tangannya .


.Aku melangkah duduk di sofa diikuti Livi. Dimas pun berjalan kearah yang sama.


'' Paket lagi buat mbak Widi'' sahut Dinas sambil mengulurkan kotak yang terbungkus itu padaku. Aku mengambil seraya mengernyit. Apalagi ini ?.


'' Dari siapa katanya ?" tanyaku yang penasaran.


" Gak mau ngasih tau pengirimannya mbak,aku pamit mbak,masih banyak tamu di luar''.


''Iya makasih ya Dim''. Dimas hanya mengangguk sembari tersenyum sebelum kembali menghilang dari pintu ruang kerjaku dan Livi.


'' Apaan ya ?" Livi mengambil bungkusan di tanganku .


'' Gak tau juga''.

__ADS_1


''dari siapa kira-kira ?'' tanya Livi.


'' Palingan juga dari Masmu,tuh tadi pagi udah ngirim buket bunga''. ucapku seraya menunjuk buket bunga yang sudah kubuka dan kuletakkan tangkai-tangksi bunga itu dalam vas.


'' Wih makin sweet aja Mas Ares. Gak nyangka,dalam rangka apa ?''. Aku mengangkat bahu karena memang tak ingat ada hari istimewa apa hari ini. Atau aku melupakan sesuatu. Pertanyaan Livi membuatku berpikir. Dan.....


" Astaga Liv,ini kan ulang tahun pernikahan gue'' kagetku saat melihat tanggal di layar hp.


'' Astaga,Lo lupa ?'' . aku hanya nyengir. '' coba Kak Ares ngasi apaan ini .'' ucapku seraya mengambil kotak di tangan Livi dan ku buka dengan tidak sabar.


Dan selalu ada kejutan dari laki-laki itu. Sebuah gaun cantik berwarna biru serta perhiasan di dalamnya. Aku hanya bisa memandang takjub .


'' Gila Mas Ares seleranya mantul,bagus banget. perasaan dulu romantisan Reza deh kok kesininya sweet banget mas Ares sih'' keluh Livi kesal aku tersenyum lebar .


'' Emang Mas mu itu tau gimana caranya bikin hati istri bahagia.'' sahutku dengan senyum lebar. Yang di balas dengan wajah cemberut Livi.


'' Lha dari pacaran kan kamu udah selalu dapet hal-hal manis dari Reza. Beda sama aku yang waktu pacaran mah di posesif in doang. Sekali-kali lah kamu bikin kejutan manis buat Reza. '' ucapku yang langsung di sambut senyum ceria bumil satu ini.


'' Cerdas Lo,oke gue mau ke kantor Reza buat ngasih kejutan kabar bahagia gue''. tuturnya seraya bergegas kearah meja kerjanya. Mengambil tas,dan segera berlalu.


'' Aku pergi dulu kakak ipar,eh lupa. Happy anniversary ya. cetak ponakan lagi buat gue''. ucapnya sambil memelukku. "Dasar,Zio masih kecil'' ucapku.


'' Udah bisa di kasih adek,gue pergi ya''


'' Hati-hati'' seruku yang di jawabnya dengan acungan jempol. Aku masih tersenyum sampai Livi hilang dari hadapanku. Rasa syukur ini semakin bertambah. Disaat orang lain susah menyesuaikan diri dengan keluarga pasangan ,aku dengan mudah masuk sebagai anggota keluarga karena sudah mengenal mereka lama.


Aku kembali memandang gaun indah kiriman Kak Ares. Ah jadi tak sabar dengan acara nanti malam. Saat biasanya lelaki yang melupakan hari penting,malah justru aku yang lupa hari bersejarah ini. Beruntung aku memiliki kak Ares sebagai pendampingku.

__ADS_1


__ADS_2