Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
LDR


__ADS_3

" Mampir dulu ". tawarku setelah mobil kak Ares berhenti di depan rumahku.


" Lain kali aja sudah malem " sahut kak Ares sembari melihat jam di pergelangan tangannya.


" ya sudah,aku turun. hati- hati" . ucapku sambil membuka sabuk pengaman dan hendak turun dari mobil.


" Wid " lirih kak Ares meraih tanganku,mengurungkan niatku membuka pintu.


Diam sesaat,kutatap mata itu yang menatapku dalam. sebelah tangannya meraih pipiku,perlahan ia mencondongkan kepalanya. mengikis jarak diantara kita. Hembus hangat nafasnya menyapu wajahku. Jantungku seakan hendak melompat dari dada ini. kupejamkan mata saat wajah itu kian mendekat. Dan sesuatu yang lembut menempel dibibirku. Bergerak perlahan,pangutan yang begitu lembut membuaiku. Bukan nafsu yang menggebu tapi sebuah rasa berbeda menyalurkan kehangatan,mengalirkan debar yang meremas- remas isi dadaku.


Tak berani ku buka mata,sampai kak Ares melepas pangutannya.


" I love you " bisiknya di telingaku. Senyum mengembang di bibirnya,aku tersenyum tersipu. ku beranikan diri mengecup pipinya dan membalas ucapan kak Ares" I love you too".


Cepat aku membuka pintu dan turun dari mobil. Tak berani bersitatap dengan mata kak Ares. Kak Ares membuka kaca mobil setelah kututup pintunya.


" aku pulang ,good night. mimpiin aku ya" ucapnya dengan bibir yang terus mengembang. Aku mencoba tersenyum,nenutupi rasa gugup dan malu yang menyelimuti hati. Kak Ares melambai sebelum menutup kaca mobil dan berlalu.


Aku melangkah masuk dengan debar yang belum kukuasai. Bersandar pada daun pintu setelah aku masuk di rumah. Tak ku sangka telah sejauh ini aku dan kak Ares. Rasa tak akan kupungkiri lagi aku memang telah menjatuhkan hati padanya. Aku siap melangkah bersamanya meninggalkan cerita masa laluku untuk bersama menuliskan kisah tentang aku dan dia.


Masih dengan senyum yang belum luntur dari bibirku. Aku masuk kedalam kamar,dan sedikit berjengit kaget saat kujumpai seseorang tengah terlentang di ranjangku.


" heh,ngapain lo disini ?'' tanyaku pada lelaki yang tak lain adalah Lian adikku. Menolehku sebentar tanpa berucap. tatapnya menerawang pada langit- langit kamar.


"kenapa lo,gak lulus sidang ?" tanyaku yang mendekatinya dan duduk di samping Lian.


" gue gak bodoh- bodoh amat kali mbak. lagi galau nih "

__ADS_1


'' kenapa ?"


" virny mbak,dapet beasiswa s2 di luar negeri" keluhnya.


" bagus dong "


" bagus ?, gak sanggup guenya mbak kalo LDRan ". sahut Lian yang menatapku dengan tatapan yang sungguh memilukan.


" gak sanggupnya kenapa ?, di tinggal Virny atau lo yang gak bisa setia"


" gue takut gak bisa setia mbak,deket aja kadang lihat yang bening mata berpaling apalagi jauh mbak." jujur Lian.


aku tersenyum memandang adikku yang frustasi sendiri.


" terus mau lo gimana ?, dia sia- siain kesempatan beasiswanya demi lo, yang belum tentu juga bisa bahagiain dia ?. atau lo lepas dia untuk mengejar mimpinya?".


" ya itu mbak,menahan dia disini berarti gue egois. melepas dia tapi cinta,LDRan mana tahan". keluhnya.


" lo pacarannya sehatkan ya ?" selidikku yang agak curiga dengan adikku yang terkesan begitu berat melepas kekasihnya.


" maksud mbak apaan ?" . nada Lian mulai sewot tatap tajam menghujamku.


" ya lo kayak gimana banget gitu,sejauh apa lo pacaran ?"


Lian mengambil bantal dan ditimpukan di wajahku.


" ckk,pikiran lo mbak,paling pol juga ciuman" . jawabnya sebal.

__ADS_1


" kalian itu masih muda,beri kesempatanlah buat diri kalian berkembang. hidup gak melulu soal cinta. segala sesuatu yang kita jalani memang harus dengan cinta. tapi cinta itu bukan segalanya''.


" terus gue mesti gimana mbak ?"


" jalani aja dulu,kalau memang ditengah jalan hubungan kalian jadi penghalang buat berkembang. ya kalian pikirkan ulang. kalau memang jodoh toh gak akan kemana ".


Sesaat kami terdiam,sebenarnya aku juga tidak bisa memberi solusi terbaik. Aku iuga belum pernah LDRan.


" kalau gue gak bisa jaga hati gimana ya mbak ?".


"itu berarti lo gak pantes buat Virny, dan lo mesti sadar diri. lepasin dia,jangan pernah lo menduakan hati. sakit di putusin tapi lebih sakit di duain".


"pengalaman ya mbak " celetuk Lian meledek.


" iya makanya lo jangan duain cewek. sakit tau" sahutku agak nyolot. " udah sana balik kamar lo,mau mandi gue " lanjutku mengusir Lian.


"iya mbak " jawabnya sambil beranjak. Belum sampai pintu,Lian menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku.


" mbak dari mana kok pulang malem ?" selidik Lian.


" pacaran " jawabku cuek.


"hah ?, sama siapa ?"


" Ares,udah besok introgasinya mau mandi gue".


Aku mendorong tubuh Lian hingga keluar pintu kamar. Masih banyak pertanyaan yang terlihat masih menggantung di bibirnya.

__ADS_1


Aku tak lagi perduli dengan pertanyaan yang hendak ia lontarkan. setelah Lian berhasil kudorong keluar kamar,aku segera menutup pintu dan mengunci. kusambar handuk di gantungan,masuk kekamar mandi. Menyegarkan diri,menetralkan rasa lelah yang menggelanyuti diri.


__ADS_2