Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Maaf


__ADS_3

Termenung di tepian danau yang terletak jauh di pinggiran kota. Bening air membawa aura kedamaian untukku. Dan lagi dedaunan serta bunga-bunga yang tumbuh liar menjadi pemandangan yang cukup menyejukkan mata. Tempat ini dulu ku temukan bersama Livi saat kemah waktu SMA dan menjadi tempat favoritku untuk menyendiri.


Memikirkan hubunganku dengan kak Ares. Tak ada yang salah dengan hubungan ini. Hanya saja mungkin aku yang terlalu egois. saatnya aku berbenah diri mencoba mengerti dan memahami. Kak Ares bukanlah aku, yang akan murka jika marah. Dia lebih suka menyimpan semua dalam diam.


Pernikahan aku dan kak Ares tetap akan terlaksana dalam waktu dekat. Minggu depan nyatanya mereka sudah merencanakan lamaran. Aku tidak bisa terus begini,memelihara egoku sendiri. aku dan kak Ares yang belum lama menjalin hubungan ini,tentu saja menjadi satu hal yang membuat kita belum saling memahami. tapi aku percaya lama menjalin hubungan tidak menjamin. nyatanya aku sama Adrian, 4 tahun bersama,aku merasa telah mengenalnya. namun yang kudapat luka.


Kak Ares,aku dekat sebagai sepasang kekasih belumlah lama. tapi entah atas dasar apa aku yakin padanya. yang pasti kak Ares orang yang baik. hanya sikapnya saja yang terkadang dingin. dan itulah tantangan ku untuk lebih peka tentang hatinya.


Ku hirup nafas dalam menikmati kesejukan angin yang berhembus sedikit kencang. Rumput dan dedaunan menari seirama hembusan angin. Tenang, perasaan ini yang akan selalu menelisik hatiku saat buaian alam menyapa.


Aku melempar batu kerikil kedalam air. Membuat riak kecil di permukaan nya, samar bayangan seseorang terpantul di sana. tidak terlalu jelas, karena air masih bergerak. Aku menoleh kebelakang,lelaki tampan yang menyembunyikan matanya di balik kaca mata hitam. berdiri terpaku dengan dua tangan di dalam saku celana.

__ADS_1


" kak Ares,kok disini ?''tanyaku terkejut mendapati Kak Ares yang sudah berdiri di belakangku. Segurat senyum tipis terlukis di bibirnya. Ada kelegaan terpancar dari raut wajah itu. Langkah perlahan nya membawa ia mendekatiku. duduk di sebelahku yang masih menatapnya heran.


"pasti Livi yang ngasih tau aku disini."


" iya,aku tadi balik ke cafe kamu sudah gak ada. kata Livi kamu pasti kesini jadi kakak susulin ". lembut suara itu. entah sudah menguap kemana sikap dingin yang tadi ia tunjukkan di cafe.


Sesaat diam,matanya tertuju padaku yang seolah tak memperhatikannya. aku masih bermain dengan batu kecil yang terus kulempar kedalam air.


Tunggu,sayang?, sejak kapan .sok sweet banget deh. Aku menyembunyikan senyumku. memilih diam pura-pura acuh.


" maaf kakak belum bisa ngertiin kamu,kakak yang terlalu posesif. kakak yang suka cemburu gak tau tempat. maaf untuk semua kekurangan yang kakak punya. kakak cuma takut kehilangan kamu''. sejenak ia menjedah ucapannya. aku masih diam. bukan aku marah padanya,cuma sekedar ingin tahu apa yang ada di hati kak Ares. Tiba-tiba ia menggenggam tanganku. Lembut penuh perasaan,aku menoleh menatap wajah itu.

__ADS_1


" maafkan kakak Wid,kakak akan belajar untuk lebih memahami kamu". teduh wajah itu memancarkan ketulusan yang nyata.


" Widi gak marah kok kak,Widi juga salah. yang terpenting untuk kita sekarang. belajar. belajar menerima,belajar memahami dan juga belajar untuk mengerti. Widi tahu kak Ares yang gak pernah temenan sama cewek. jadinya terganggu dengan pertemanan Widi. Widi akan berusaha membatasi diri dengan teman lawan jenis". ucapku selembut mungkin. senyum hangat itu mengembang di bibir kak Ares.


Dibawanya aku dalam pelukan kak Ares.


" terima kasih sayang'' ujarnya dengan tangan yang membelai lembut rambutku. Aku tak berucap,kueratkan pelukanku. Menikmati momen ini dengannya. Manis dan romantis,dengan kedamaian yang disuguhkan alam yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Rasa tenang berada dalam pelukan hangat nya. Ditambah suasana sore yang indah dengan lembayung senjanya.


Kami menikmati sore itu dengan duduk berdua di tepi danau. Sampai sang Surya kembali keperaduannya.kami baru beranjak, dengan tangan saling menggenggam kami menyusuri jalanan setapak dalam keremangan karena malam hampir datang.


Semoga selamanya bisa seperti ini. berjalan sejajar saling menggenggam memberi ketenangan. menguatkan kala rapuh, menopang kala terjatuh. saling menguatkan saat keterpurukan datang. Aresta Bayu Nugraha,lelaki yang kuinginkan untuk menjadi pendamping hidup ku,menjadi cinta terakhirku.

__ADS_1


__ADS_2