Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Akal bulus Ares


__ADS_3

Seperti hari- hari biasanya. jam makan siang cafe lumayan full. yang gak biasa adalah lelaki yang kini masuk dengan kacamata hitamnya. Baru kali ini aku melihat kak Ares makan siang disini. Karena jarak tempat kerja juga lumayan jauh.


" itu mas Ares ngapain gak biasanya kesini" ucap Livi yang langsung berjalan kearah kak Ares. Aku hanya menatapnya tanpa berniat menghampiri.


Livi kembali mendekatiku meninggalkan kak Ares yang sedang memesan makanan.


" lo disuruh kesana sama kak Ares" tunjuk Livi.


" ngapain ?"


" kangen kali"


" tuh mulut bener- bener ya"


"emang bener mulut gue". sahut Livi yang membuatku jengkel saja." udah sana buruan temenin makan,latihan jadi istri yang soli...hah" lanjut Livi yang terus saja meledek. aku tak berniat nenemui kak Ares masih duduk anteng. tak ingin lagi membalas ocehan Livu. Aku mengambil hp dari saku dan membuka fb.


" yaelah malah main hp,ayo buru kesana. nanti ngomel dianya"


" bodo" sahutku cuek. Livi menarik lenganku. Dengan langkah malas kuikuti Livi,mengembalikan hp dalam saku.


" kenapa kak ?" tanyaku setelah berada di depan kak Ares yang masih menikmati makan siangnya.


" itu motor kamu belum bisa diantar sekarang. nanti kamu pulang jam berapa ?"


" jam Lima paling "

__ADS_1


" yaudah nanti aku pulang kerja sekalian bareng"


" yaelah kak,ojol banyak kali. repot amat"


" Aduh Wid,gak peka banget sih lo " timpal Livi yang sedari tadi cuma diam menyimak.


" pokoknya nanti aku kesini,aku pergi dulu" ucap kak Ares setelah menyelesaikan makan dan berlalu pergi.


Terbengong sendiri,mendapati tingkah aneh kak Ares.


" abang lo kenapa sih ?" tanyaku pada Livi yang sedang asyik dengan ponselnya.


"falling in love" jawabnya sambil memperlihatkan deretan gigi putih nya dan meninggalkanku sendiri. Aku hanya mengerutkan dahi. kemudian ikut berdiri mengikuti Livi.


" gak nyadar juga kan lo,lagi di modusin mas Ares " celetuk Livi. yang sudah duduk di kursi dekat kasir.


"motor itu akal bulus mas Ares aja. masa iya motor dari kemarin gak kelar- kelar,emang segitu parahnya"


" iya juga ya. terus maksud kak Ares tu apa ?"


" biar dia bisa anter jemput lo lah".


Entah aku harus percaya atau tidak dengan ucapan Livi. tapi kalau dipikir,iya juga sih. masa motor cuma mogok gitu aja gak kelar- kelar. Biasanya juga gak sampai sehari sudah beres.


" gue berani taruhan,kalau abang gue ada maksud deketin lo "

__ADS_1


" masa sih?"


" yakin gue,tapi seneng gue sih akhirnya dia punya nyali juga". Livi tersenyum sendiri. Aku gak yakin sama ucapan Livi. bukan sehari dua hari aku kenal kak Ares. sudah bertahun- tahun. masa dia tiba- tiba dia mau ngedeketin aku. kan aneh.


" gak percaya sama gue lo ?" suara Livi lagi. melihatku yang tak yakin ucapannya. Aku menganggukkan kepala,membenarkan ucapannya.


"tapi Wid,gue mau ngomong serius nih sama lo".


" apa ?"


" kalau mas ares bener deketin lo,kasih kesempatan dia ya "mimik wajah Livi berubah serius.


" lo mau gue jadiin kak Ares pelarian gue"


" mau lo jadiin pelarian,pelampiasan atau apapun itu terserah. yang pasti,gue tau lo butuh seseorang buat keluar dari sakit hati lo. dan gue yakin kak Ares bisa jadi seseorang yang mencintai lo".


Aku tersenyum tipis,sebegitu miriskah hidupku sampai sahabatku sendiri mau mengorbankan kakaknya hanya untuk mbantuku keluar dari rasa sakit ini.


" apa gue gak egois dan jahat banget kalau kayak gitu ?"


" Wid,sekali- kali bolehlah kita egois. siapa yang tau rencana Tuhan ?, kalau emang lo jodoh sama kak Ares. lama kelamaan lo juga bisa cinta sama dia "


Membisu,mulutku seakan tak tahu harus berucap apa lagi. Aku tahu Livi begitu peduli padaku. tapi dengan menyodorkan kakaknya untukku disaat dia jelas tahu. Sebagian hati ini masih terisi satu nama yang tak mudah kuhapus keberadaannya. Terasa sangat sulit ku terima.


" aku gak mau nyakitin kak Ares juga Liv". ucapku yang justru merasa begitu rapuh. Livi menatapku dalam,manik matanya memancarkan sebuah kekuatan memberiku satu keyakinan.

__ADS_1


" percaya sama gue gak akan ada yang tersakiti disini". Aku memeluk Livi,aku tahu dia tak ingin aku terlarut dalam luka yang menghujam hati ini.


__ADS_2