Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
kubangan masa lalu


__ADS_3

" Hey,ada apa ?" suara Livi membangunkanku yang tertegun. ada sebagian rasaku menghampa seketika. dan aku tak mengerti rasa ini.


" Adrian sakit,nyokapnya minta gue jengukin dia,menurut Lo baiknya gimana ?" tanyaku. ada kebimbangan di hatiku. sisi egoku jelas mengatakan semua tak ada lagi sangkut pautnya dengan diriku. tapi sisi kemanusiaan ku pun berteriak,Setega itukah diriku untuk mengabaikannya ?.


" gue gak tahu juga Wid,mesti nyaranin gimana . tapi jujur sama gue. Lo masih ada rasa gak sama Adrian ?" selidik Livi,aku menatap wajahnya . aku tak memberi jawaban. bukan disini tempatnya bercerita . kuseret Livi untuk kembali duduk di sofa. dia mengikuti langkahku dengan tanganku yang masih menggenggam pergelangan tangannya. duduk bersebelahan,aku mulai bersuara .


" cinta ?, gak. karena gue udah yakin buat nyerahin seluruh hati gue buat Abang Lo. tapi gue gak yakin kalau gue bakal baik- baik saja saat ketemu Adrian. Lo Taukan perjuangan gue buat ngeringin luka ini ?, apa iya harus gue siram lagi ?. " sejenak aku terdiam. Livi tak menanggapi,hanya menatapku lembut.


" mungkin gue bisa bilang gue udah ngelupain semua tentang cinta,dan luka di masa lalu . tapi saat melihat orang yang pernah memberi cinta sekaligus luka buat gue,apa gue bisa sekuat itu ?".Livi menggenggam tanganku memberi dukungan padaku.


"gue tau itu semua berat,dan gue juga tau hati kecil Lo gak tega nolak permintaan Tante rike.'' aku menunduk. benar kata Livi aku tak Setega itu. tapi kembali masuk pada kubangan masa lalu pun aku tak sehebat itu.


" saran gue Lo omongin sama mas Ares".


" iya rencananya juga gue mau ngomong sama dia."


Harus berhadapan lagi dengan masa lalu disaat aku sudah mulai kembali menata masa depan. ini terasa membebaniku.


" apapun keputusan Lo,gue dukung"


" thanks Wid"aku memeluk tubuh sahabatku. akan selalu ada kekuatan lebih saat orang terdekat kita memberikan pelukan hangatnya.


setelah lumayan lama bercerita dengan Livi aku memutuskan pergi dari cafe. kebetulan hari ini kak Ares tak mengantarku. pagi tadi aku pergi dengan motorku yang sudah lumayan lama menjadi penunggu garasi. karena aku yang hampir setiap hari diantar jemput kak Ares.


motor kulajukan perlahan membelah jalanan yang masih lumayan lengang ,karena ini masih jam kerja. aku butuh waktu untuk benar-benar memantapkan hati. bahwa tak ada lagi rasa berbeda pada cerita masa laluku. aku berharap jika rasaku benar telah menepi dari semua kisah yang pernah terjadi.


Aku memutuskan pergi ke taman. duduk menyendiri,menikmati terpaan angin yang berhembus sedikit kencang. mencoba menguliti kembali masa laluku. memastikan diri bahwa getar itu tak lagi ada. dan benar nyatanya,semua tak lagi menggetarkan jiwaku. justru sekelebat bayangan kak Ares tiba-tiba menghantuiku. menimbulkan sebuah percikan rasa bernama rindu.


Tersenyum sendiri,mengingat malam yang pernah ku lalui bersama kak Ares. ada kuncup bunga yang terasa bermekaran didadaku. mengingat semua perlakuan kak Ares. ah,ingin sekali rasanya saat ini berada dalam dekapan hangatnya.


Tes...

__ADS_1


setetes air jatuh di lenganku. di susul tetesan yang semakin banyak. aku menengadah,memandang langit yang memang telah menghitam. gerimis telah berganti hujan. langkah cepatku menuju motor. sungguh kesialan untukku,jas hujanku tertinggal.


Semakin deras,membuatku ragu menerobos hujan.aku memilih berteduh di bawah pohon yang cukup rindang. lumayan sedikit terlindung dari guyuran hujan. cukup lama berdiri di bawah pohon rasa dingin mulai menjalar ketubuhku.


Tiba- tiba tanpa ku tahu dari mana datangnya. dekapan tangan dengan jas untuk menyelimuti tubuhku ,membuat aku terlonjak kaget .


" kak Ares" ucapku saat mendapati wajah yang sudah berada disampingku.


" sayang,ngapain hujan-hujanan ?" tanyanya.


" dari taman kak,malah hujan".


" ya udah,ayo ke mobil "


" motorku ?"


" biarin nanti aku suruh orang buat ngambil".


" dingin ?".


" sayang ,yang namanya kehujanan itu pasti dingin,kalau panas itu namanya kebakaran" sahutku sambil membuka ikatan rambutku. mengurai rambutku yang basah kuyub. senyum yang selalu mempesona mengembang dibibir kak Ares.


" bisa aja nyautnya" gumam kak Ares dengan tangan kanannya meraih tas di jok belakang.


"ganti baju sayang,pakai ini" . ucap kak Ares setelah mengambil Hem di dalam tas dan menyodorkannya padaku .


" yang bener aja kak,mau ganti dimana coba?" protesku ,gila aja kalau harus buka-bukaan di hadapan kak Ares.


" aku merem sayang,serius gak bakal ngintip". kak Ares meyakinkanku. masih dengan rasa ragu,aku mengambil Hem dari tangan kak Ares.


" sampe ngintip ,awas aja kak".

__ADS_1


" gak akan,sebulan lagi juga dengan suka rela kamu lihatin. jadi masih bisa nunggu kok" selorohnya. yang membuatku heran. musnah kemana sikap dingin kak Ares. kok sekarang jadi gini ???.


" kak Ares" teriakku mengintimidasi. kak Ares hanya tertawa renyah seraya menutup mata.


" buru sayang,nanti masuk angin !" titahnya dengan mata yang sudah terpejam. untung hari ini aku pakai kaos jadi mudah menggantinya. tak butuh waktu lama pakaianku sudah berganti. tapi sengaja aku tak memberi tahu. memilih memandang wajah yang semakin hari semakin membuatku jatuh cinta.


" lama banget sih yang, perlu aku bantuin ?".


" ih modus,udah kelar kak".


Tanpa pamit kak Ares membuka kemeja di hadapanku. " ih kak Ares mah,menodai mata suciku". tawa kak Ares pecah tanpa membalas ocehanku. ia langsung mengenakan kaos putih oblongnya.


" kakak tadi dari mana ?. inikan masih jam kantor".


" habis ketemu klien,eh lihat kamu hujan - hujanan".


sejenak aku terdiam,kak Ares menstarter mobilnya.


"kak " panggilku dengan nada sedikit lirih.


" hmm " sahutnya tanpa menolehku.


" ada yang pengen aku omongin"


sesaat kak Ares menoleh sebelum melajukan mobilnya .


" soal ?"


" Adrian" jawabanku seketika merubah raut wajah itu. wajah dinginnya langsung kentara.


" ke apartemen kakak,kita bicara nanti" ucapnya dengan wajah kaku. aku hanya mengangguk,memilih diam tak mau menambah keruh raut wajah itu.

__ADS_1


__ADS_2