Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
diatas bukit


__ADS_3

Tengah hari kami kembali kerumah,untuk sejenak istirahat sebelum nanti kembali kekebun. Tapi aku yang cukup lelah memilih tinggal di rumah saat paman dan bibi kembali dengan aktifitasnya. aku bersantai di kamar dengan novel di tanganku. konsentrasiku pada novel terpecah saat hp berbunyi,WA masuk. ternyata dari Haris.


( lg ap Wid ?)


( gi nynte,lo ?)


( biasa ngrs aym,eh Wid. nanti aku mau ngntr tlur kdsa sblh. mo ikt ga ?, )


( blh tuh,sklian jln2, lo nymprin gw y. jm brp ?)


( ok. jm 3an. y dah ak brsin krj dl)


( 👍)


kulihat jam dilayar hp sudah pukul 2. aku segera bersiap mengganti baju santaiku dengan celana panjang dan kaos kubungkus dengan sweater. tak perlu mandi karena sepulang dari kebun aku sudah mengguyur tubuhku.hanya memoles bedak tipis dan lipcream,agar wajahku tak terlalu kusam dan pucat. rambut kuikat ekor kuda,dan tak perlu sepatu heels cukup sandal jepit sebagai alas kaki. tas slempang kecil kubawa,sekedar untuk tempat dompet dan hp.


Di teras aku duduk menunggu Haris. tak berapa lama, mobil pick up berhenti di halaman dengan tumpukan kotak telur di bak belakang. sesosok pria yang selalu menampilkan senyum ramah keluar dari pintu kemudi. pria sederhana yang terlihat tulus dan selalu lembut.


"dah siapkan wid ?,langsung berangkat yuk" ajak Haris,aku segera beranjak mendekat.


"oke"


" eh bi ifanya dirumah gak ?"


" enggak,emang kenapa ?"

__ADS_1


" ya ijinlah kan pergi sama kamu"


" gampang ntar gue kirim pesan"


"ya udah kalau gitu".


Haris kembali duduk dikursi kemudi,sedang aku duduk disampingnya.


"ini telur mau lo dropin di mana ?"


" toko langganan."


" ini telur semuanya dari ayam ternakan lo ?"


"iyalah,masa aku yang bertelur "ucap Haris berseloroh. yang kusambut dengan tawa. sepanjang perjalanan kami terus berbincang diselipi gurauan ringan. beberapa kali kami berhenti di toko langganan Haris. aku memilih diam di mobil. atas permintaan Haris tentunya. katanya biar tidak harus menjawab,setiap pertanyaan siapa diriku.


" mampir ke suatu tempat dulu mau gak ?"


" boleh "


Haris melajukan pick upnya dengan kecepatan sedang. bukan jalan yang tadi kita lalui saat berangkat,jalannya tampak lebih sepi dan kecil. sampai di sebuah tempat berbukit Haris menghentikan laju mobilnya.


" yuk turun".


aku tertegun sejenak. ada sedikit khawatir,kenapa berhenti di tempat sesepi ini ?.

__ADS_1


" hei,ayo. ikut gak ?"


panggil Haris yang sudah diluar mobil. kubuang jauh pikiran burukku. tak mungkin Haris berbuat buruk,dia terlalu baik untuk menjadi penjahat. ku mantapkan diri turun dari mobil.


pandangan ku edarkan disekeliling tempat itu,tampak asri. hembusan angin mengajak ranting dan dedaunan menari. menimbulkan irama gemerisik yang menenteramkan hati. tanpa ku sadari Haris sudah berdiri disampingku yang masih termangu menatap keindahan ini.


" keatas yuk " ucapnya sembari menggenggap pergelangan tanganku dan menuntunku menaiki puncak bukit.


sungguh pemandangan membuat mataku terbelalak sempurna. hamparan rumput menghijau ditumbuhi bunga liar yang berwarna- warni. kupu- kupu beterbangan dengan sayap-sayap indahnya.


" gimana ?" pertanyaan yang meluncur dari bibir Haris sesaat setelah melepas genggaman tangannya.


" perfect" sahutku dengan binar kekaguman.


"dan,kalau kamu mau teriak sekenceng- kencengnya disini. gak ada yang terganggu"


"Haris thank you banget ya,lo emang the best" ucapku dengan segala ketulusan yang ku miliki. Haris hanya tersenyum manis sebagai jawaban.


Aku melangkah dengan tatapan mengitari bukit. diufuk barat sana tampak mentari jingga yang hendak bersembunyi pada gelap malam.


" aaaaahh......" teriaku,meloloskan resah yang terus menghimpit dan meremas- remas hati.


" aaaahh" Haris ikut berteriak,beberapa kali kami saling bersahutan. hanya untuk sekedar meneriakan lara tanpa kata. akhirnya tawa yang mengakhiri teriakan kami. ada sedikit ruang hatiku yang terasa longgar.


" makasih banget ya Ris" ucapku sembari menatap wajah berkarisma itu.

__ADS_1


" sama- sama, balik yuk" ajaknya saat senja mulai menghilang dalam pelukan malam.


__ADS_2