Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Keputusan


__ADS_3

Angin berhembus membelai kulitku. Membawa anganku melayang bersama desiran lembut angin. Aku masih terpaku duduk di taman belakang rumah. Menatap langit yang malam ini terlihat pekat. Bintang tampak enggan berkerlip begitupun bulan yang bersembunyi di balik awan yang menghitam. Pikiranku melayang,masih tentang pernikahan. jujur saja aku ragu, benarkah keputusanku untuk mengikuti keinginan kak Ares dan Tante Dhiya untuk segera menikah ?. Apa aku bisa menjadi bagian dari keluarga mereka ?.


Aku tidak pernah meragukan kebaikan keluarga mereka. Tapi saat ikatan pernikahan terjadi. semua tak sama lagi. aku bukan sekedar sahabat Livi yang berkunjung untuk bermain-main,menghabiskan malam dengan sejuta cerita bersama Livi. Aku akan menjadi bagian dari mereka yang mereka bilang 'menantu'. Dan berumah tangga pasti tak akan semulus jalan tol. yang bebas hambatan.


Dan saat ujian rumah tangga itu menyapa. masih bisakah aku baik bagi mereka ?. aaaah pusing. aku mengusap kasar wajahku. frustasi dengan segala pemikiran ku sendiri.


" kenapa mbak ?" suara Lian yang ternyata sudah duduk disampingku. entah dari kapan dia disitu.


" sejak kapan Lo di situ Ian ?".


" sejak tadi,makanya jangan bengong Mulu mbak. kenapa sih ?" tanya Lian seraya menatapku.


Aku menyandarkan tubuhku dibangku taman.


" pusing dek ".

__ADS_1


" beli obat mbak'' sahutnya santai sambil mata dan jarinya fokus pada hp.


" ck,Lo mah" gerutuku sebal yang di sambut tawa lirih Lian. Tampak Lian memasukkan hp ke dalam saku celana pendeknya. Menatapku dengan tatapan serius


" ada masalah sama kak Ares ?"


" bukan masalah sih,Tante Dhiya pengen kita cepet nikah. Tapi kok rasanya belum siap ya. Lo tau kan gue sama Ares jalan juga belum lama"


' tapi kalian kan kenal udah lama. terus apa yang buat Lo gak siap ?"


" Lo masih gak yakin sama perasaan Lo sendiri ?, jangan bilang Lo masih cinta sama Adrian ?"


Aku menghembuskan nafas perlahan. cinta ?,,mungkin rasa itu belum seutuhnya hilang. Tapi saat ini,rasa cintaku lebih besar untuk Kak Ares. Dan aku sudah meyakinkan hatiku untuk itu.


" kalau alasan keraguan gue Adrian jelas bukan.Tapi gue juga gak tahu ketakutan ku atas dasar apa. gue udah bisa nerima kehadiran kak Ares,dan perlahan juga sudah bisa mencintainya. mungkin gue takut,tidak bisa menjadi pasangan yang baik untuk Ares. tidak bisa jadi kakak ipar yang baik untuk Livi dan tidak bisa jadi menantu yang baik untuk Tante Dhiya" .

__ADS_1


" intinya mbak takut sama diri sendiri. jalanin ajalah mbak. kak Ares orang tepat. kurang apa coba. tampan ? iya,mapan ?, banget. pengertian ?, gak di ragukan, jangan berpikir terlalu jauhlah."


" tapi menikah kan gak cuma sekedar antara gue sama Ares bakal ada keluarga besar di belakang kita. mau gak mau ya gue pikirin".


" ya elah mbak. kalau mereka mau keberatan tuh dari sekarang. mereka juga udah tau kan mbak yang punya prestasi luar biasa mengecewakannya soal urusan rumah. masak gak bisa,cuci baju gak pernah. apalagi beres-beres".


Penjelasan Lian yang sukses membuatku tertawa. karena semua benar adanya. urusan dalam rumah aku menang nol besar. aku yang terlalu mengandalkan orang lain membuatku tak bisa melakukan apa-apa. dan itu yang selalu membuat mama menceramahi ku. terlalu malas itulah aku. sama sekali bukan istri idaman dan kak Ares pun tahu soal itu.


" jadi menurut Lian ya mbak,gak usah ragu lah. Gue lihat Kak Ares cinta banget sama mbak. Dan dicinta itu lebih enak mbak dari pada mencintai. tapi lebih enak lagi kalau sama-sama cinta".


Aku tersenyum mengacak rambut Lian dengan sebelah tanganku.


" pinter banget sih dek" celetukku yang dibalas decakan sebal karena rambutnya yang ku acak- acak.


" mau tidur ah udah malem" ucap Lian seraya menyisir rambutnya dengan jari. kemudian ia berlalu meninggalkanku yang masih duduk di bangku taman. Hening,tinggal suara binatang malam yang menemaniku.

__ADS_1


Dan mungkin aku memang harus memantapkan hati. menikah dengan Ares,menjadi bagian keluarga Nugraha. semoga aku bisa menjadi sahabat dan ipar untuk Livi .


__ADS_2