Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
WO


__ADS_3

Waktu terus berjalan. Acara pernikahanku dengan kak Ares berjalan sesuai rencana. Kami mulai mempersiapkan segalanya di bantu orang tua dan Livi pastinya. Hari ini rencananya menemui WO untuk membicarakan konsep yang kita mau. tapi sebuah chat dari kak Ares sedikit membuatku kesal.


kak Ares


" syng,sorry. kakak ad rpt mnddak. km ktm org WO sm Livi y" .


" emang gue nikah sama Livi apa" gerutuku kesal. Tanpa berniat membalas pesan dari kak Ares. Aku yang hari ini tak pergi ke cafe asyik rebahan di kamar sehabis sarapan pagi. Tak ada niat untuk beranjak padahal sesuai perjanjian kemarin satu jam lagi janji temunya.


Beberapa pesan masuk lagi,tak aku perdulikan. panggilan masuk pun ku abaikan. bodo amatlah dia kelimpungan karena pesan dan panggilan yang ku abaikan. Baru juga mulai buat ngurusin acara nikah dia sudah gak bisa.


Ketukan di pintu kamarku,membuat aku mengalihkan fokus dari novel.


" siapa ?" seruku


" gue" suara Livi di depan pintu .


" masuk " ucapku. suara daun pintu terbuka. perempuan cantik berbalut dres selutut tanpa lengan ,berwarna pink muncul dari balik pintu.


" diutus Abang Lo Liv ?" tanyaku yang masih tiduran telungkup diatas kasur .


" iya,Lo kok belum siap sih ".


" males banget sih,masa mau ngomongin konsep gue sendiri. gue kan gak tau pengennya kak Ares gimana ?"

__ADS_1


" kata mas Ares konsepnya ikut Lo aja".


" ckk,kayak yang mau married gue sendiri". aku belum beranjak,sebel sendiri. bukan aku gak ngertiin kerjaan kak Ares cuma apa gak bisa dia undur atau wakilkan rapatnya. dulu aja pas aku datang ke kantor tiba-tiba, seenaknya aja dia nyuruh Adit gantiin rapat.


" gue ngerti Lo sebel sama mas Ares. gue juga punya tunangan sama sibuknya kayak mas Ares. gue juga ngerti semua cewek pengen di perhatiin di ngertiin .kalau sampai gara- gara ini,Lo gak jadi ipar gue kan gak seru".


" buat cemburu , Abang Lo selalu punya banyak waktu. giliran buat ngurusin nikahan kita, gak bisa"gerutuku sebal,tapi aku bangkit dari kasur . menuju meja rias,menyisir rambutku yang awut-awutan.


Livi tersenyum,terlihat dari pantulan cermin. ia sudah duduk di pinggir tempat tidurku.


" emang ya,kalau orang gak pernah pacaran,sekalinya punya pacar cemburuannya gak ketulungan. heran juga gue sama Lo. kok betah ya sama Abang gue".


" terlanjur cinta". jawabku santai seraya memoles lipstik di bibirku. jawabanku jelas di sambut tawa renyah perempuan yang kini dengan style rambut Curly nya.


" emang,harus Lo tau kemarin gue ikut Abang Lo ke kantor dan ternyata asissten Abang Lo itu Si Wira. nah gue ngobrol dong ,secara lama gak ketemu. eh tampang Abang Lo udah kayak mau nelen orang hidup- hudup aja."ceritaku sambil mengambil tas dan mendekati Livi.


" jadi asissten Abang gue Wira temennya Adrian ?"


" iya,yang dulu demen gombalin Lo. yuk berangkat !" ajakku berjalan keluar kamar diikuti Livi.


" gimana kabarnya dia? ".


" kayaknya sih oke aja,gue ada nomer telponnya" .

__ADS_1


" dia ngasih ?".


" gaklah,gue yang minta. dan itu bikin Abang Lo tambah ngambek. tapi ya kalau dipikir secara nalar. harusnya Abang Lo tuh gak cemburu. secara gue mintanya didepan dia. kalau gue ada niat selingkuh gue pasti bakal sembunyi- sembunyi dong" ujarku dengan kangkah menuruni tangga.


" itu kalau nalarnya dipakai ,sayangnya nalar dia terlanjur ketutup kabut cemburu". Livi menanggapi.


Obrolan receh terus meluncur dari bibir kami. sampai di lantai bawah aku dan Livi segera berpamitan pada mama yang sedang fokus dengan tayangan gosipnya di tv. Kami meninggalkan rumah dengan mobil milik Livi.


" gila chat dan panggilan dari mas Ares banyak banget" ucap Livi setelah membuka ponsel yang tadi ia tinggal di dalam mobil.


" soalnya dari tadi chat sama panggilan ke gue. gue abaikan. Lo chat deh,bilang udah otw bareng gue".


" oke"


Livi membalas chat kak Ares kemudian melajukan mobilnya menuju kantor WO yang sudah membuat janji dengan kita.


Sepanjang perjalanan hanya ada canda dan obrolan receh yang bisa mengembalikan moodku lagi. Tak sampai tiga puluh menit kami sampai di sebuah ruko berlantai dua. menurut alamat yang kemarin dikirimkan Tante Dhiya ini tempatnya .


Aku dan Livi segera turun dari mobil,mungkin sang pemilik sudah menungguku yang sedikit terlambat.


"Widi" suara seseorang memanggil dari belakangku saat aku hendak melangkah masuk. Reflek aku dan Livi menatap lelaki yang kini tersenyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya.


" kamu,,! kok disini ?" tanyaku heran.

__ADS_1


Tak pernah terpikir aku akan bertemu dengannya disini.


__ADS_2