
Hah,orang ini lagi yang harus ku lihat. Ternyata menghindari mantan itu susah kalau mantannya itu masih satu area. Dan lihatlah,inikah orang yang kemarin masih bilang cinta padaku dan menyuruhku menunggu ?. Untung cintaku tak sebuta itu. Nalarku masih waras untuk tidak terjebak dalam lingkar cinta gila.
Bilangnya masih cinta,tapi nyatanya mereka terlihat mesra layaknya pengantin baru. minggu jalan berdua,dah lengan itu tak lepas dari rengkuhan sang istri. yang seakan menegaskan padaku bahwa lelaki ini miliknya. Ambillah saja,kalaupun dihibahkan tak akan lagi ku terima.
"Tumben nonton Wid?" pertanyaan itu keluar dari bibir Adrian. karena dia tahu aku tak terlalu suka menonton. hanya sesekali saja. Aku melihat tatap Adrian tertuju pada kak Ares yang berdiri di sampingku dengan wajah acuhnya.
"nemenin kak Ares" sahutku cuek,memberi alasan. karena kak Ares juga gak akan bilang kalau aku tadi yang meminta nonton.
'' hay Dir,apa kabar ?" aku mengalihkan percakapan. menyapa Indira yang masih setia mendekap erat lengan Adrian.
" baik '' singkat jawab itu. ada kilat kekhawatiran di sorot matanya. Adrian yang menyadari tangan istrinya mendekap erat lengannya mencoba melepaskan tapi terlihat Indira enggan untuk melepas. Aku hanya tersenyum miring menyaksikan drama yang terasa meski tak kasat mata.
Pandangan Adrian masih tertuju pada Kak Ares. Kak Ares masih dengan tampang datarnya,memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Aku meraih lengan kak Ares dan menggelanyut manja. Kak Ares menyipitkan mata dan aku cukup mengerti maksudnya. Aku mengedipkan mata sebagai kode. Agar tak ada penolakan dari kak Ares.
" Siapa ?"
Kak Ares mengeluarkan tangan dari saku celananya,mengulurkan pada Adrian,disambutnya tangan itu dengan enggan.
" Ares"
" Adrian" tatapan Adrian belum beralih dari kak Ares.
" pacarnya Widi ?" semakin menyelidik.
" iya" aku yang menjawab cepat.
__ADS_1
" udah yuk mas aku capek" sela Indira dengan nada manjanya.
" kalau lagi isi tuh jangan capek- capek. kasihan tuh si Indira" ucapku sok bijak padahal aku sudah sangat muak melihat mereka.
" sayang yuk,katanya mau makan " sandiwaraku berlanjut. menggenggam tangan kak Ares dan membawanya pergi dari hadapan Adrian yang masih tak bergeming di tempat.
Biarlah kak Ares dalam diamnya,toh ini menguntungkan sandiwaraku. Adrian tak lagi terlihat,aku melepas tangan kak Ares.
" maaf kak'' ucapku yang sudah memanfaatkannya.
" mantan kamu ?"
" iya"
" yang sudah bikin kamu nangis- nangis kemarin ?" mode datarnya masih terlihat di wajah itu.
Tiba- tiba tangan kak Ares menggenggam jemariku. Aku mengikut saja,sampai langkah kak Ares berhenti. memesan dua cup es cream diberikannya satu untukku.
" biar dingin hatimu " . aku menatapnya dengan senyum mengembang. Mata itu sama sekali tak menatapku. tapi aku tahu,kak Ares peduli kepadaku.
' makasih ya kak" . Anggukan dan senyum yang sangat tipis sebagai jawaban.
Kak Ares dalam diamnya membuatku merasa tenang. Seperti seorang adik yang terlindungi. Setelah menghabiskan es crem kami masuk sebuah restoran untuk makan siang. kadang- kadang aku di buat tersenyum sendiri. ini seperti kencan. kunikmati saja waktu ini,setidaknya hari ini aku tidak terkurung dalam kesepian di kamar.
Menghabiskan waktu dengan kak Ares cukup menyenangkan. meski lebih banyak dalam diam. Terakhir kami memasuki toko baju pria.
__ADS_1
" kakak mau cari baju kerja,mau ikut apa tunggu di luar ?"
" ikut aja deh kak"
Aku mengekor saja dibelakangnya. Terkadang kak Ares menanyakan warna yang harus dia pilih padaku. Aku sendiri sebenarnya kurang tahu selera kak Ares seperti apa. Tapi yang menurutku cocok kupilihkan saja. dan seringnya kak Ares menerima. beberapa potong hem dan celana serta dasi sudah dibelinya. Kami keluar toko itu.
Bukan keluar mall,kak Ares justru membawaku ketoko pakaian wanita.
" pilih baju yang kamu mau. kakak yang bayar"
" gak usah,makasih kak. itu baju yang kemarin belanja sama Livi juga belum kepake semua"
" atau kakak yang pilih "
" jangan gitu dong kak"
'' ya udah pilih yang mana"
Kalau boleh jujur jiwa matreku sebenarnya kegirangan. Tapi jaim dikit dong. masa iya,udah ditraktir nonton,makan ,masih juga mau belanja. gak tahu diri banget rasanya.
Akhirnya aku hanya memilih satu dress dan baju atasan saja. setelah membayar,aku dan kak Ares pergi meninggalkan mall. diantarnya aku sampai depan rumah.
" Makasih banget ya kak'' ucapku sambil turun dari mobil.
" sama-sama. oh ya motor kamu besok diantar ke cafe"
__ADS_1
' iya kak''
Kak Ares melajukan mobilnya ,sekilas ku lihat senyum simpul di bibirnya. Andai kak Ares tak pelit senyum. Aku yakin banyak wanita yang mengantri jadi pacarnya. Sayang dia terlalu pelit untuk tersenyum.