
Dengan pelan mobil kak Ares melaju di jalanan yang lumayan macet. Sore ini ia hendak mengantarku pulang. setelah makan siang yang terlambat tadi aku di mintanya untuk menunggunya sampai pekerjaan dia selesai. Dan sekarang kami disini,diantara mobil- mobil yang merayap perlahan.
"Kak.."
" hm,apa ?"
"kakak gak nanya gitu,kenapa aku peluk Haris ?". tanyaku sembari menatap wajah kak Ares yang sedang fokus pada jalanan.
"Aku tahu kamu punya alasan untuk itu", kak Ares menatapku sejenak."dan aku percaya sama kamu". lanjutnya dengan tatapan yang sudah kembali pada jalanan.
" kalau alasanku sebuah kebohongan ?"
" kalau kata orang cinta itu buta,mungkin saat ini aku akan membutakan hatiku. saat aku tidak ingin membedakan tentang kejujuran atau kebohongan. satu hal yang pasti,aku akan percaya alasanmu". ucap kak Ares tanpa menatapku. aku tersenyum tipis,sambil memperhatikan wajah tampan itu.
" sebenarnya tadi istri Adrian datang ke cafe ". tuturku,terlihat kekagetan di raut wajah kak Ares ketika sesaat mata itu menatapku.
" dia nyakitin kamu ?". tanyanya khawatir,aku menggeleng pelan. tatapku nanar ke depan." gak nyakitin sih cuma sedikit membuat hatiku berantakan aja,saat dia cerita sebuah kebenaran yang tak pernah ku duga sebelumnya".menjedah sebentar ucapanku.
" dia bilang anak yang di kandungnya bukan anak Adrian,dan dia memintaku untuk kembali pada Adrian. karena ternyata setelah menikah dengan Adrian pun ia tak bisa bahagia". jelasku.
" Aku tahu di dalam hati kamu masih ada nama Adrian. karena gak mungkin cinta yang sudah begitu lama bisa hilang dalam waktu singkat. dan kalau bahagia kamu bersama dia. aku akan melepasmu".
__ADS_1
" gak kak,aku juga gak tahu apa aku bisa bahagia dengan dia setelah semua penghianatannya. dan untuk cinta biarkan rasa ini akan menghilang bersama berjalannya waktu. Dan aku tidak akan menyiakan waktuku untuk terjebak pada masa lalu. Aku akan melangkah menuju masa depan,dengan orang yang akan menggengam tanganku dan menuntunku dengan cintanya. Yang kuharapkan orang itu adalah kamu". ujarku sambil melihat raut wajah Ares yang terlihat berseri,tampak dari senyum tipis yang tersirat di bibirnya.
" akan kubuat kau benar- benar jatuh cinta padaku dan akan ku miliki seluruh hatimu untukku". ucapnya yakin,seraya sebelah tangannya meraih tanganku dan di kecupnya. membuatku merasa benar- benar penting untuknya.
Senja sudah menghilang ditelan petang,saat mobil Ares sampai halaman rumahku. terlalu lama terjebak macet.
" mampir dulu" tawarku setelah mobil berhenti.
" besok lagi ya,aku mau pulang ke rumah papa soalnya".
" oh,ya udah gak apa- apa. salam ya buat om sama tante".
Aku keluar dari mobil. melangkah memasuki rumah saat mobil kak Ares sudah melaju meninggalkan halaman rumahku. Sepi,tak ada seorang pun di ruang tamu. tapi aroma wangi masakan tercium di hidungku,sepertinya mama dan mbak marni sedang sibuk di dapur. Aku langsung melangkah menaiki tangga,menuju kamarku untuk segera membersihkan diri.
Samar- samar terdengar lagu dari kamar Lian saat kulangkahkan kaki di depan kamarnya. Aku menempelkan sebelah telingaku di daun pintu,memastikan apa yang kudengar. tak biasanya seorang Lian memutar lagu semellow itu. biasanya dia lebih suka lagu ber genre pop rock. ku dorong pintu kamarnya yang tak terkunci. Lian belum menyadari keberadaanku. Dia sedang asyik dengan dunianya sendiri,tiduran tengkurap dengan bantal menutupi kepalanya.
Lagu ,Luka yang kurindu milik Mahen menemaninya. Mungkin lagu itu juga sudah tak terdengar di telinganya. karena mungkin juga jiwanya sedang melayang meratapi kegalauan hatinya.
" segitu galaunya dek" ucapku mengambil bantal yang menutupi kepalanya. Lian tampak terjengit kaget.
" apaan sih mbak,ganggu aja" ucapnya dengan tampang kesal.
__ADS_1
" putus ?". tanyaku. Lian bangkit duduk bersila disampingku yang sudah duduk di tepi ranjang Lian.
" belum jelas mbak".
" maksudnya ?".
" dia ngajak break dulu,sampai kelar kuliah dia. tapi gue mesti setia nungguin dia. iya kalau dia bisa jamin dia juga setia. kalau gak,sama aja ngegadein hati buat kecewa''. keluhnya dengan tampang lusuh.
" intinya kalian saling cinta tapi gak saling percaya".
" kalau gue sih iya,gimana bisa percaya. yang udah merried aja bisa tergoda lha ini kita jalanin hubungan tanpa status".
" ya udahlah ya,gak usah galau- galau gitu. putus,putus aja. kalau jodoh entar juga Tuhan kasih jalan buat mempertemukan kalian".
" iya juga ya mbak"
" iyalah,gara- gara cinta masa lagu aja lo sampai berubah haluan gitu". ucapku .
" cocok mbak,buat hati yang lagi galau ya lagu mellow" . sahutnya. aku hanya menggelengkan kepala. Kalau aku sih emang suka lagu- lagu mellow. Lha ini Lian,aneh aja rasanya.
" serah lo deh,mbak mau mandi dulu". kataku sambil berlalu keluar kamar Lian. Dan terlihat Lian kembali menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. masih ditemani lagu Mahen bareng Mawar " Sedang sayang- sayangnya" duh bener- bener adikku. galau tingkat dewa.
__ADS_1