Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Tak ingin memahami


__ADS_3

Acara makan akhirnya berlanjut acara jalan. Aku yang ingin ada teman menghabiskan waktu,oke aja ikut. Motor bibi kutitipkan di penitipan motor. setelah sebelumnya aku mengirimi pesan untuk bibi meminta ijin pergi dengan aji dan mengabarkan nomer baru tentunya.


Entah aku dibawa kemana hari ini. Kadang dipikir juga aku terlalu gampang mengikuti orang. padahal aku juga belum terlalu mengenal orang yang kini memboncengku. Tapi aku cukup yakin orang yang bersamaku ini orang yang baik.


Laju motor aji membelah panasnya siang. Menelusuri jalan sampai pada sebuah tempat dengan pemandangan yang cukup menakjubkan. Suguhan pemandangan alam yang indah. Danau terbentang luas dengan air berwarna birunya. Disekeliling tertata apik berbagai jenis bunga yang begitu cantik. Bangku- bangku berada dibawah rindangnya pohon. Ada beberapa pasangan disana,suasana romantis yang ada.


" Gimana Wid,suka ?" tanya Aji yang kini berada disampingku yang tengah menatap kearah danau,setelah sebelumnya ia memarkirkan motor.


Aku mengangguk dengan seulas senyum yang mengembang di bibirku.


Kupejamkan mataku menikmati alunan nada gemerisik daun yang tertiup angin. Rambutku yang tergerai mengikuti hembusan angin. Damai ini menelusup kedalam jiwaku. Tiba- tiba terasa genggaman hangat tangan Aji membuatku membuka mata.


Tatap mataku tertuju pada tangan Aji yang menggenggam tanganku.


" Maaf" lirihku ,seraya menarik tanganku dari genggaman tangannya.

__ADS_1


" kenapa ?" ada kecewa terlihat di sorot matanya. Aku mencoba tersenyum,aku tak ingin ia terlalu berharap lebih jika ku biarkan ia terus bermain dengan perasaannya.


" gak enak di lihat orang" alasan yang sebenarnya tak beralasan. lihat saja di bangku- bangku itu mereka tak hanya sekedar bergandeng tangan tapi bergelanyut mesra bahkan ada yang berpeluk hangat.


" apa tak ada kesempatan untukku ?" pertanyaan Aji mulai menjurus .tatap matanya tertuju dalam manik mataku.


" untuk saat ini aku hanya ingin kita berdiri disini sebagai teman sebagai sahabat "


" aku yang terlalu berharap lebih padahal kita juga belum lama kenal,tapi apa aku salah dengan perasaanku ?" terdengar getir. Bukan aku tak ingin memahami perasaannya. tapi selain aku yang belum bisa membuka hati,akupun tak menaruh rasa padanya. okelah dikata dia baik,tampan mungkin juga mapan untuk ukuran hidup di desa. Tapi jika hati tak memilih,apalah daya.


" Tak ada yang salah. hanya saja untuk saat ini aku masih ingin sendiri". Berusaha memberi pengertian agar tak terlalu menyakitkan.


" mungkin memang masih ada orang lain disini", aku memberi jeda seraya menunjuk dadaku sendiri.


" tapi bukan untukku harap keberadaannya. melainkan kuharap melupakannya" . lanjutku.

__ADS_1


" apa aku bisa menunggu sampai hatimu bisa menerima ?" tanya Aji. Aku yakin dia mengerti maksudku.


Aku menggeleng pelan,tatapku beralih pada air yang terlihat beriak kecil tertiup angin.


" jangan pernah menunggu. karena itu melelahkan,jalani takdirmu. nikmati setiap detik hidupmu, bisa saja esok atau lusa kamu bertemu dengan orang yang lebih dari sekedar yang kamu harapkan."


" apa sebegitu dalam luka yang kamu dapat ?"


" sangat,4 tahun aku menunggu untuk disahkan ternyata justru aku yang tersisihkan". getir rasa ini jika harus mengingat rentang rasa yang tercampakkan.


" dan untuk saat ini aku hanya ingin sedikit berdamai dengan hati. aku harap kamu mengerti. Aku tak mau menjanjikan apapun untukmu aku hanya ingin sahabat,teman yang mau berbagi sedikit senyumnya untukku".kutatap wajahnya ada seulas senyum disana.


" kalau gitu lupain drama- dramanya sekarang kita seneng- seneng aja " . ucap Aji dengan nada ceria. Lega rasanya,meski aku tahu dia kecewa tapi setidaknya dia mengerti maksudku.


"naik itu yuk " ajak aji sambil menunjuk perahu di danau.

__ADS_1


" boleh,asyik kayaknya"


Biarkanlah hari ini berlalu dengan tawa kami. Dan kusisipkan asa di sudut hati ini. Semoga masih ada esok yang lebih indah. aku hanya ingin bahagia.


__ADS_2