Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Tempat ternyaman


__ADS_3

Kembali menginjakkan kaki disini. tempat yang telah kutinggalkan selama sebulan . Ada rindu yang membuncah bersemayam dalam dada. Tak bisa kutepiskan rasa bahagia,saat aku tiba di rumah. Setelah turun dari mobil travel yang mengantarku,sejenak aku berdiri mengedarkan pandangan pada sekeliling halaman. Rasanya sangat lama aku meninggalkan rumah.


'' Sayang,kamu sudah pulang nak" suara mama yang baru keluar dari pintu utama. aku yang tadi masih berdiri menghampirinya.


" Ma kangen " ucapku yang langsung memeluk wanita paruh baya,yang akan selalu ku katakan cantik itu.


" kok pulang gak bilang- bilang " lanjut mama yang masih memelukku.


" kan surprise ma " jawabku seraya melepaskan pelukan dan mempersembahkan sebuah senyum termanis untuk wanita tetindah dalam hidupku. aku memang tak mengabari kepulanganku pada orang rumah.


" kamu naik apa ?"


" tadi,pake travel. baru aja pergi travelnya".


" ya sudah ayo masuk "


" ntar dulu ,Widi ambil kopernya" ujarku yang langsung mengambil koper.


" ma,minta tolong mbak Marni buat bawain kardus ini dong" pintaku


" Mar " seru ibu memanggil mbak marni. tak berapa lama seorang wanita sekitar 40 tahun keluar dari rumah.

__ADS_1


" ada apa bu ?"


" itu bantuin Widi angkatin dus"


" baik bu " jawabnya dengan langkah yang langsung menghampiriku.


" Eh non Widi sudah pulang,gimana kabarnya non?" tanya mbak marni sambil menyalamiku.


" baik mbak.mbak sendiri gimana kabarnya".


" sehat non"


" syukurlah,tolongin Widi angkat ini ya mbak"


" makasih mbak" sambungku seraya berjalan dengan koper yang kuseret.


" sama- sama" sahutan mbak marni yamg masih kudengar.


Aku memasuki rumah dengan berjalan berdampingan dengan mama. lega rasanya, saat kuinjakkan kaki lagi di dalam rumah ini. Bukan rumah mewah bak istana seperti seperti dalam cerita- cerita. Hanya sebuah rumah sederhana,tetapi disini adalah tempat ternyamanku. Tempatku pulang,menyandarkan raga dan hati. melepas segala rasa yang terkurung didada. saat letih,kecewa,terluka,dan juga saat bahagia penuh tawa. Disini kucurahkan semuanya.


" sepi ma,papa sama Lian belum pulang ? " tanyaku yang mendapati rumah masih sepi padahal sudah hampir petang.

__ADS_1


" papa bilang lembur,jam 7 mungkin nanti pulang. kalau Lian tadi pamit mau ke rumahnya Fandi".


" oh,Widi mandi dulu ya ma. Mau istirahat juga sebentar. capek banget."


" ya sudah sana mandi,mama mau bantuin Marni masak buat makan malam. kamu mau di masakin apa ?"


" Apa aja ma,kalau mama yang masak semua juga enak" . pujiku,karena masakan mama memang selalu enak. Mama hanya menyunggingkan senyum.


" Widi ke atas dulu ma"


" iya"


Aku menaiki tangga,menuju kamar. Sampai di dalam kamar,mataku berkeliling ruangan. masih dengan pemandangan yang sama. Semua tertata rapi dan masih di posisi yang tak berubah. Kuletakan koper di sudut ruangan. Berjalan menghampiri tempat tidurku. Nyamannya,perasaan yang menjalar di tubuhku saat ku rebahkan diri.


" aku benar- benar merindukan kasur ini" gumamku sendiri".


Saat mataku terpejam merasakan kenyamanan. Aku teringat sesuatu yang kini melingkar di leherku. ku genggam liontin berbentuk hati. Sudut bibirku tertarik,ada rasa bahagia di dalam sana. Ah sepertinya ada yang tertinggal. Haruskah aku kembali dan mengambilnya ?. Tapi aku tak yakin. bisa saja ini hanya rasa nyaman yang akan menguap seiring waktu yang berlalu.


Sudahlah,biarkan Haris menjadi satu cerita indah yang terukir di hatiku. Bukan untukku miliki hanya sekedar untuk ku kagumi. Saatnya hati untuk menepi dari semua rasa yang berbalut cerita luka. Haris sudah membantu untuk menerima dan berdamai dengan kisah masa lalu . Dan cukup sudah aku meratapi semua. tak akan kusia- siakan semua yang telah kulewati bersama Haris. Aku harus bahagia. karena Haris menginginkan bahagiaku bukan air mataku.


Bangkit dari ranjang setelah penat sedikit berkurang. Melangkah menuju kamar mandi. Mengguyur tubuhku dengan air dingin ,terasa kesejukan menyapa tubuh ini. Rasa letih karena perjalanan jauh menguap dari tubuh. Lumayan lama aku menghabiskan waktu di kamar mandi.

__ADS_1


Selesai mandi aku kembali kekamar. mengganti pakaian,dan setelahnya kembali merebahkan badan. masih dengan handuk dikepala. Tanpa terasa aku terlelap.


__ADS_2