Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
menyakiti dan tersakiti


__ADS_3

Tamu- tamu mulai datang,semua sudah standby di tempat masing- masing. aku hanya perlu mengecek sesekali. Aku memilih duduk di area dapur. menepi dari kebisingan. toh aku disini bekerja,jika ada keluhan baru aku bertindak. Tapi selama acara berlangsung sepertinya baik- baik saja.


Aku asyik sendiri dengan ponsel di tanganku.


"ehemmm" suara deheman seseorang membuatku mengalihkan pandangan.


' kak Ares" sebutku melihat siapa yang sudah ada didekatku.


" temenin kakak yuk,daripada bengong sendiri disini"


" boleh deh yuk" sahutku,berdiri dan mengikuti arah langkah kaki kak Ares.


Kak Ares meraih tanganku dan membawa langkahku mendekati sang empunya acara.


" Hay bro,selamat ulang tahun ya" ucap kak Ares sembari memberikan pelukan. dan setelahnya memberikan kotak yang tak terlalu besar untuk temannya itu.


' thanks bro,'' Mata Bastian tertuju padaku.


" ini,kamu manejer di sinikan,kok ?, kalian pasangan ?"ada raut kekagetan disana. aku hanya tersenyum saja. biarkan kak Ares yang menjelaskan.


Tapi kesalahpahaman ini akan berlanjut. karena ternyata kak Ares hanya tersenyum menanggapinya. Bastian menepuk- nepuk pundak Ares.


" akhirnya lo Res,gak jomblo lagi''.

__ADS_1


Setidaknya kebohongan ini tidak hanya menguntungkan untuk kak Ares saja. karena wanita yang dari tadi menatapku tajam sedikit melunak.


Kak Ares kembali menggandeng tanganku,berjalan meninggalkan Bastian dan pasangannya. menghampiri beberapa temannya lagi,dan dengan anggapan yang masih sama bahwa aku pacar Kak Ares. lelah berdiri dan mengobrol kini kak Ares mengajakku duduk di tempat yang tak terlalu ramai.


" kak,kok gak nyangkal sih aku dianggap pacar kakak"


" kamu sendiri kan yang bilang aku pacar kamu" . aku mengernyit bingung.


" waktu kamu ketemu mantan kamu''


" kakak gak anggap itu serius kan ?"


" kalau nganggap serius kenapa ?"


Aku tercekat,bengong tak tahu harus bilang apa. Dan justru itu membuat Kak Ares tersenyum dan mengusap kepalaku dengan lembut. jujur aku gugup dan ada sesuatu yang lain tiba- tiba menyapa hatiku. sebuah detakan yang membuatku ingin segera menyebunyikan wajah dari hadapan kak Ares.


Segera pergi tanpa menunggu jawaban dari kak Ares. jantungku sudah berdetak tak karuan. Cepat langkahku meninggalkan kak Ares tanpa berani aku berbalik menatapnya. Apa benar yang Livi bilang tentang kak Ares ?. Ah entahlah,yang pasti kini ada sesuatu tentang kak Ares yang menilisik masuk dalam bilik hatiku.


Di toilet pengunjung kini aku berada. membasuh wajahku yang terasa panas. menatap wajahku sendiri dalam cermin. Sikap lembut kak Ares benar- benar berbanding terbalik dari biasanya yang selalu menampakkan wajah datar dan sikap kakunya.


Setelah mampu menguasai diri yang terlanjur terhipnotis pesona kak Ares,aku melangkah keluar toilet. kaget,tubuhku terasa membeku saat ku lihat di luar toilet seseorang yang berdiri bersandar tembok dengan kedua tangan dalam saku celana. senyumnya mengembang mendapatiku berdiri kaku tak beranjak dari depan pintu toilet.


Adrian,lelaki itu mendekatiku. tanpa permisi tiba- tiba ia memelukku yang masih membeku di tempat.

__ADS_1


" Wid aku kangen '' lirih bisiknya di telingaku. menyadarkan aku dari keterpakuan dan berusaha mendorong tubuh Adrian.


" lepas Dri,kamu gila ya ?" bentakku sembari terus mendorong tubuhnya namun sia- sia.


"please Wid,sebentar saja. aku memang sudah menyakitimu Wid. tapi kamu harus tau aku juga tersakiti dengan semua ini'.


" Dri lepas,kamu sudah beristri gak kayak gini Dri" teriakku sambil terus berusaha melepas pelukan Adrian.


Adrian mengendorkan dekapannya tapi tak melepasku. dipepetnya aku sampai bersandar di tembok. tanganya mengurungku,tatap mata itu begitu dalam. menyampaikan rasa yang memang mungkin masih ada.


"jawab aku Wid,apa sudah tak ada sedikitpun cinta untukku ?"


" Dri,kamu yang memilih pergi dariku. berarti kamu yang sudah membunuh rasa cinta di hatiku. saat kamu memilih wanita lain,saat itu cinta dihatiku untukmu tinggallah sejarah. tolong kamu jangan seperti ini Dri" aku berusaha tenang.


" tapi aku gak rela kamu sama lelaki lain Wid" lirih suara itu penuh keputus asaan.


" kamu gak rela aku sama laki- laki lain ?, apa kamu pikir saat kamu memutuskan untuk menikah dengan wanita lain aku rela ?, jangan egois Dri. gak gini caranya" nada suaraku penuh penekanan. emosiku memuncak.


" maaf Wid" setengah berbisik suara itu keluar dari mulut Adrian,kembali tubuhku di peluknya.


"Adrian lepas,dri lepasin gue" teriakku sambil memukul punggungnya. Adrian tak bergeming,adrian terus memelukku erat. teriakanku tak berhenti memintanya melepaskanku.


sampai tiba- tiba tubuh Adrian di tarik seseorang dan suara pukulan mengahantam wajahnya. Aku yang kaget dengan kejadian itu seperti patung melihat tanpa berusaha menghentikan kak Ares yang sedang menghajar Adrian.

__ADS_1


" jangan pernah lo ganggu Widi lagi'' gertak kak Ares sambil menunjuk Adrian yang terkapar dengan dua sudut mulut yang berdarah.


Kak Ares menarik lenganku,pergi meninggalkan Adrian yang sedang berusaha bangkit. Aku masih membisu,mengikuti kemana kak Ares menuntunku.


__ADS_2