Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Bertemu Meila


__ADS_3

Setelah perbincangan ku malam itu,aku memutuskan untuk menemui Meila. Aku menyadari rasa cinta Meila begitu besar untuk kak Ares . bahkan cintaku pada kak Ares belum sebesar cintanya. Akan sangat menyakitkan jika ia harus mempersiapkan pernikahan kami. rasanya aku tak setega itu,alasan profesionalitas pun tak akan mengubah keadaan hati. aku yakin ada luka tak berdarah yang menyayat hatinya.


Disini sekarang diriku ,menunggu Meila di sebuah restoran yang sudah kami sepakati untuk bertemu. 15 menit menunggu,wanita cantik itu belum datang . bahkan segelas jus jeruk di depanku hampir tandas. mungkinkah ia tak ingin menemuiku ?.


Tapi aku juga tidak ingin di hari bahagiaku dengan kak Ares ada permasalahan hati yang belum selesai . dan parahnya kalau sampai tiba-tiba ia mundur jadi penyedia jasa untuk acara kami diwaktu yang sudah mepet . lebih baik di putuskan sekarang.


Segala pikiran burukku menghilang saat sekelebat bayangan wanita cantik itu nampak dengan anggunnya melangkah mantap menuju mejaku.


Aku tersenyum menyambut wanita dengan rambut Curly yang digerainya.


" maaf saya terlambat" ucapnya setelah menyalamiku dan duduk di hadapanku.


" gak apa-apa," sahutku berusaha tersenyum. padahal jujur aku terlalu minder di hadapkan dengan wanita secantik ini. Heran aku ,terbuat dari apa sehingga hati kak Ares tak luluh dengan wanita sesempurna ini.


" ada apa ya kamu minta ketemu ?" tanya Meila. belum sempat kujawab,seorang pelayan datang menghampiri kami.


Kami memesan makanan yang tertera pada buku menu.


" mmm,gini mbak. maaf ,saya tau dulu mbak sama kak Ares pernah ada hubungan". ucapku terjeda,sebenarnya bingung aku harus mulai dari mana.

__ADS_1


" Ares yang cerita ?". santai sekali,bahkan seakan tanpa beban. padahal jelas saat ku temui kemarin ada kecewa di matanya.


" iya,waktu kita ketemu di mall" sahutku . ada senyum terlihat dibibirnya.


" aku pikir Ares gak pernah nganggap hubungan kita dulu".


" ya gak mungkinlah mbak,biar bagaimanapun mbak pernah ada dalam hidupnya"


"gak semanis itu dalam hubunganku dengan Ares,karena hanya ada aku tak pernah ada kita. ah ,sudahlah. itu sudah berlalu . terus yang jadi masalah kamu apa ?" tanyanya dengan dua bola mata indahnya menatapku.


" maaf,untuk menyiapkan pernikahan aku dan kak Ares . apa mbak benar-benar gak keberatan ?" tanyaku hati- hati. belum terjawab pertanyaanku. seorang pelayan kembali menghampiri membawa pesanan kami.


" makasih mbak " ucapku setelah sang pelayan meletakkan makanannya diatas meja.


" jujur sampai saat ini perasaanku pada Ares masih sama." ucap Meila sambil memotong daging dan memasukkannya kedalam mulut. Aku tak menanggapi,menyuapkan sesendok nasi beserta lauknya kedalam mulutku. Hatiku sedikit tersentil oleh jawabannya,namun aku berusaha biasa saja. toh,aku juga sudah menduga.


" tapi aku sadar perasaan ini hanya untukku sendiri. bahkan tak pernah ada celah sedikitpun dalam hati Ares untuk mempertimbangkan keberadaan ku. Aku tak ingin memaksa biarlah rasaku untuk kurasa sendiri. ruang di hati Ares sudah terlalu penuh sesak tanpa celah hanya untuk satu nama ,Widi" Meila mengakhiri ucapannya dengan senyum getir di bibirnya.


Aku bingung harus menanggapi seperti apa. aku disini adalah dinding yang di bangun kak Ares untuk menutup semua akses menuju hatinya. entah seberapa kokoh ia memangun dinding bernama cinta itu.

__ADS_1


" kamu adalah alasan Ares yang dingin itu bisa tersenyum,kamu adalah satu- satunya nama wanita yang keluar dari bibirnya dan bisa membuat dia bersemu hanya karena menyebut namamu,kamu beruntung". lanjutnya. seberapa bodoh manusia saat cinta menyapanya ?, kak Ares berotak cerdas,ternyata sebodoh itu dalam cinta. dia mencintaiku dalam diam bertahun- tahun lamanya. Menyimpannya begitu rapi bahkan aku tak menyadarinya sama sekali.


" sejak kapan mbak tau soal aku ?" tanyaku setelah mendengar begitu panjang ceritanya.


" kelas 2 SMA,saat semua asyik dengan cerita cinta monyetnya. Ares datang membawa sebuah cerita yang membuat kami semua kaget . dia bilang jatuh cinta sama anak kelas satu SMP. aku pikir itu cuma cerita karangan dia saja biar cewek- cewek yang mengidolakan dia mundur. ternyata aku salah,setelah perpisahan cukup lama. ternyata satu nama itu belum terhapus dari hatinya. padahal jelas saat itu,Ares bilang. kamu sudah punya pacar,makanya saat itu aku menawarkan diri untuk membuatnya jatuh cinta padaku . tapi 6 bulan berlalu,jangankan cinta sekedar suka pun mungkin tak pernah hinggap di hatinya. makanya aku memilih mundur".


Cerita panjang kali lebar yang justru membuatku ternganga ,kaget. segila itu cinta kak Ares ?. aku hanya bisa terbengong,mendapati kisah dua cinta berlawan arah. mungkin sakitnya aku yang di tinggal nikah Adrian tak seperih cinta mereka yang hanya dalam diam .


" selamanya aku tidak akan bisa menjadi yang berarti untuk Ares. jadi tolong kalian tetap menggunakan jasa dari WO ku,setidaknya aku pernah ikut ambil andil dalam moment special di hidupnya".


Setulus itukah ?, kalau aku ? ,jangankan untuk menjadi bagian dari moment sakralnya. datang di hari pernikahan pun tak akan pernah. aku baru sadar ,bahwa cinta yang ku miliki begitu kecil dan rapuh. pantaskah aku bersanding dengan orang yang mencintaimu sebesar itu ?.


" Selama mbak gak merasa terbebani. Aku dan kak Ares gak ada masalah menggunakan jasa mbak".


" aku gak apa-apa. maaf jika kamu harus mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya kamu tau. aku memang cinta sama Ares,tapi aku gak akan ganggu kalian. cukup cinta ini kumiliki sendiri".


" aku percaya mbak orang baik. semoga suatu saat mbak menemukan orang yang jauh lebih baik dari kak Ares.yang mencintai mbak melebihi rasa cinta mbak untuk kak Ares."


" thanks doanya" jawab Meila dengan sebuah senyum tulus dibibirnya .

__ADS_1


Makan siang di selingi sebuah curhatan yang cukup dramatis. ini mungkin,realita dari kata " cinta tak harus memiliki". Aku pernah mencinta, aku pernah terluka,tapi aku tak pernah seperti Meila dan kak Ares. Aku tak memiliki ketulusan yang mereka miliki. aku masih membenci saat cinta menghianati,jika aku bisa setulus mereka. tak ada alasan untukku membenci Adrian. karena pada akhirnya cinta tahu pada siapa pemiliknya.


Aku perlu belajar pada mereka,tentang sebuah rasa bernama ketulusan. Hingga ego tak lagi menguasai hati. terkadang kita memang harus bodoh karena cinta. sebab cinta tak butuh kecerdasan tapi ketulusan.


__ADS_2