Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
jurus tutup mulut


__ADS_3

Duduk di kursi kerjaku,dengan kacamata yang kupakai. serius mengecek laporan keuangan. Kebetulan ini akhir bulan. lumayan menumpuk pekerjaanku. Tak terasa sudah setengah hari aku berkutat dengan laporan-laporan yang harus ku sesuaikan. Kesibukan akhir bulan cukup memakan waktu.


" aaawwww" teriakan lirih saat pintu terbuka. aku mengernyit bingung menatap kak Ares yang sedang mengusap pundak yang sepertinya baru tertabrak daun pintu yang dibuka Livi.


" pelan dong Liv" gerutu kak Ares dengan muka masamnya.


" lagian ngapain mas Ares berdiri disini ?. perasaan Livi lihat, udah dari tadi masuk kesini". yang dicecar pertanyaan cuma diam. Aku yang masih punya pekerjaan menumpuk memilih tak ikut campur urusan kakak adik itu.


" jangan bilang dari tadi berdiri disini sambil merhatiin Widi kerja. Duh mas,lebay...." sambung Livi mencemooh abangnya.


Tapi apa iya kak Ares dari tadi di situ,aku juga tidak menyadarinya. Terlalu disibukkan dengan angka yang harus ku cocokkan. sampai tak menyadari keberadaan kak Ares,entah sejak kapan.


"oh Widiku sayang,kau sungguh cantik saat sedang bekerja....hmmpp" ledek Livi yang langsung di bekap telapak tangan kak Ares.


Livi melepaskan bekapan kakaknya seraya menggerutu tak jelas.


" ngoceh Mulu Liv,di serang beruang kutub baru tahu Lo". celetukku tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop. Tawa Livi pecah,aku melirik sejenak dengan senyum mengembang di bibir. Livi berjalan menuju meja kerjanya sedang kak Ares berjalan menuju ke arahku.


"udah bukan beruang kutub lagi Wid,tapi Tedy bear. hahaha....."kak Ares tak lagi peduli ledekan adiknya. Ia duduk di kursi seberang mejaku.


" masih lama ?"


" lumayan,kenapa ?" sahutku yang masih saja sibuk dengan semua data-data.


" cari cincin"


" cincin kakak hilang ?". tanyaku berlagak bodoh. padahal aku juga tahu maksudnya.


''bukan gitu maksudnya....."


belum selesai berucap. Livi datang menyela." udah gak usah sok ogeb. Udah Sono pergi. " ujar Livi yang kini sudah berdiri di samping meja kerjaku.


" kerjaan gue masih numpuk Liv"

__ADS_1


" tenang kakak ipar,adik iparmu ini bisa diandalkan". ucapnya seraya menaik turunkan alis dan tersenyum menyebalkan.


" rese Lo" gumamku lirih sembari mendaratkan map di lengannya. Livi hanya nyengir memamerkan gigi putihnya .


" udah buru sana cabut,gue handle kerjaan lo tenang aja beres"


"seriusan Lo,kerjaan Lo aja belum kelar"


" gampang lah"


" ya udah gue tinggal. ntar kalau kerjaan gue belum kelar. Lo anterin kerumah ya".


" oke"


Aku merapikan meja kerjaku. menanggalkan kacamata dan memasukkannya ke dalam tas.


" minta apaan nih, udah ngerjain kerjaan gue ?"


" gaklah gue kan adik ipar yang baik".


" heee.... bener juga Lo,tas, sepatu ,baju boleh tuh"


" itu ngerampok namanya"


" gak papalah bobol ATM sekali-kali". Aku dan Livi masih asyik ngobrol gak jelas. Kak Ares yang tahu banget kalau kita sudah ngobrol ngalor ngidul gak akan selesai terlihat jengah. Ia berdiri dari duduknya,tanpa berkata ia meraih tanganku dan menarikku untuk segera pergi.


'' ckk mas,mas..." ucap Livi sambil menggelengkan kepalanya.


" cabut dulu ya Liv" ucapku sebelum menghilang di balik pintu . Hanya acungan jempol yang kulihat sebagai jawaban .Langkah panjang kak Ares membuatku kesulitan mengimbanginya. Aku sedikit berlari untuk mensejajarkan langkah.


" jangan cepet- cepet dong kak" gerutuku sebal.Sejenak matanya menatapku . Langkahnya sedikit di perpendek. tanganku masih di genggamnya dengan sebelah tangan yang lain masuk kedalam saku celana.


Sampai di pintu masuk kami berpapasan dengan Haris.

__ADS_1


'' Hai Ris " sapaku dengan senyum yang mengembang.


" Wid,mau kemana ?" Tanya Haris,genggaman di tanganku terasa semakin erat.


" mau keluar dulu,gue tinggal ya"


" oke,mari mas" sahut Haris seraya menatap Ares dan menganggukkan kepala sebagai tanda penghormatan. tapi lelaki di sampingku sudah dalam mode datarnya.


" hmm" sahutan yang lebih tepat sebagai gumaman.


" sorry" ucapku tanpa suara. Haris hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol. gak enak juga aku sama sikapnya kak Ares. katanya sih mau ngertiin aku,tapi ternyata cemburu diatas segalanya


" tiap hari dia kesini ?" tanya kak Ares setelah kami duduk di dalam mobil.


" gak tiap hari juga sih,cuma ya agak sering".


Tak ada tanggapan kak Ares menghidupkan mesin mobilnya.


" jangan bilang kakak masih cemburu juga".


" Aku percaya sama kamu tapi gak sama dia"


" kak,dia Dateng ke cafe buat pedekate...." belum selesai ucapanku. mata kak Ares sudah menatap tajam padaku.


" gak usah gitu ngiliatnya,bukan pedekate sama aku tapi Nindi". ucapku kesal ,mendapat tatapannya. Sejurus kemudian ia melajukan mobilnya.


" heran jadi orang cemburuan banget. katanya mau coba ngertiin aku,gini aja udah cemburu. posesif kok berlebihan...." and bla bla bla terus mengoceh. tak ada sahutan. sampai tiba-tiba ia menepikan mobil dan menghentikannya .


" mau ngapain lagi. ada apa ?". aku masih saja ngomel,tanpa aba-aba . hammmpp,bibir kak Ares membungkam mulutku dengan bibirnya. Aku terbengong kaget dengan yang dilakukan kak Ares. sampai bibir itu lepas,aku masih terbengong.


" kenapa bengong. lanjut ,kakak masih dengerin lho". lembut suara itu dengan senyum tipis seakan mengejekku.


" sebelll" gerutuku . aku memalingkan wajahku. menatap keluar mobil. malu banget,tangan kak Ares mengelus kepalaku sebelum akhirnya melajukan mobil.

__ADS_1


sumpah,jurus tutup mulut paling ampuh. mau ngoceh lagi kan jadi malu. hah,kak Ares dia tahu bagaimana menghadapiku.


__ADS_2