
Livi keluar kamar langsung berjalan menuju dapur.
" mas,kok gak ada bahan makanan sih ?" seru Livi yang terdengar membuka pintu kulkas.
" belum sempet belanja. mas juga jarang masak. itu ada roti,kalau mau''.
" pesen aja Liv" ucapku sambil berjalan mendekati Livi yang sedang minum air mineral.
" sarapan roti ajalah,entar makannya sekalian balik diluar. Lo mau sarapan roti gak ?"
"iya deh gak pa pa".
Aku dan Livi duduk di meja makan mengolesi roti dengan selai.
" kak Ares udah sarapan belum tuh ?" tanyaku yang sudah selesai mengoles roti dengan selai coklat.
" gak tau,kita inikan tamu. seharusnya dia yang mikirin sarapan kita. eh ini malah gak ada apa- apa". gerutu Livi. aku hanya tersenyum menanggapi. dan mulai sarapan yang sudah kesiangan.
" habis ini gue mau balik,lo bareng gue gak ?''
" iyalah,mau ngapain juga disini".
" ya kali masih mau berduaan gitu ama abang gue". ucap Livi dengan senyum meledeknya.
"ckk,otak lo ya".
Mengakhiri sarapan,Livi kembali kekamar mengambil tas, Aku kembali duduk di samping kak Ares. Sepertinya masih sibuk dengan pekerjaannya.
" nih tas lo,yuk !" ajak Livi sembari memberikan tas milikku.
" kirain gak lo bawain"
__ADS_1
"bawalah,gue kan super pengertian ".
"mau kemana ?"tanya kak Ares seraya menatapku yang berdiri hendak pergi.
" pulang" jawabku singkat.
" nanti kakak anterin"
" bareng Livi aja kak"
" gak,nanti kakak yang anter"
" ya udahlah ya,yang masih pengen berduaan. aku pulang dulu. inget kak,anak orang jangan diapa- apain'' ucap Livi yang disambut tatapan tajam kak Ares. Aku kembali duduk,mau ngapain juga di sini ?. tiba- tiba tangan kak Ares meraih pinggangku dan menarik tubuhku hingga menempel padanya.
" temenin kakak dulu" .
Aku kaget dengan perlakuan kak Ares yang tiba- tiba memelukku.
" sebentar Wid,kakak cuma pengen peluk'' lirihnya. Kepala kak Ares disandarkan di pundakku. Aku diam mematung dipeluk kak Ares dari belakang. Rasanya aneh tiba- tiba mendapat perlakuan kak Ares seperti ini. Terlalu manis.
Selama ini yang ku tahu sikap dingin kak Ares. yang selalu cuek dan menampilkan ekspresi datarnya. tiba- tiba kini ia begitu lembut dan hangat. seperti bongkahan es yang mencair dan mengahangat karena terik matahari.
" aku tahu,gak mudah buat kamu merubah perasaan dari menganggapku seorang kakak. menjadi seseorang yang kamu cintai. tapi ijinkan aku mencintaimu dan membuatmu mencintaiku"
Aku tak tahu harus bicara apa. pada kenyataannya memang seperti itu.
" kak,kenapa tiba- tiba kakak kayak gini ?" . kak Ares mengendorkan pelukannya. meraih pundakku dan membawa wajahku menatapnya. Mata kami bertemu,ada sorot kelembutan disana. sorot mata yang membuatku sejenak terbius pesonanya.
" mungkin buat kamu tiba- tiba,tapi gak buat kakak Wid".
" Tapi kak,aku takut menyakitimu". ucapku lirih.
__ADS_1
" karena kamu belum melupakan dia ?" tanya kak Ares seraya melepas bahuku dan menundukkan wajahnya.
" bagaimanapun,empat tahun tak bisa dilupakan dalam empat menit kak"
" aku tahu,aku gak meminta kamu secepat itu melupakannya. tapi biarkan kakak di sampingmu dan membuatmu terbiasa dengan kehadiran kakak".
Mata kami kembali bertemu,aku tersenyum tipis. Tak ada salahnya aku mencoba. bukankah cinta bisa datang karena terbiasa ?. dan kuharap aku bisa mencintai kak Ares. karena ada ketulusan yang kulihat dimatanya. Kak Ares merengkuhku,dikecupnya kepalaku.
"Widi belum mandi kak,bau" ucapku tanpa mencoba melepaskan diri.
" wangi kok"
Lumayan lama aku bersandar di dada kak Ares. menikmati belaian lembut tangan kak Ares di rambutku. sesekali kecupan manis ia berikan.
" kak !"
" hmmm"
" kakak gak laper ?"
" kenapa ?, kamu laper ?". Aku mengangguk. gimana gak laper ?. biasanya pagi sarapan nasi,ini cuma roti.
" ya udah,kakak pesen makan dulu". Aku menegakkan tubuhku,sedikit menjauh dari tubuh kak Ares. Kak Ares meraih handphone yang berada di meja.
" mau makan apa ?"
" terserah yang penting pake nasi"
Setengah hari,aku benar- benar hanya berada di apartemen kak Ares. menunggui kak Ares menyelesaikan pekerjaannya sambil ngemil dan nonton tv saja. Kak Ares baru mengantarku pulang saat ia hendak pergi kekantornya.
" besok ke cafe,kakak jemput" ucapnya setelah mengantarku. Aku hanya mengangguk,sebuah senyum manis tersungging dari bibir kak Ares sevelum berlalu. sungguh aku melihat dua sisi dalam dirinya.
__ADS_1