Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Gerimis


__ADS_3

Malam terbingkai pekat, bahkan bintangpun enggan mengintip dari balik awan yang menghitam. Bulan bersembunyi diperaduannya. Semilir angin membawa udara dingin yang menusuk kulit. Aku menghampiri lelaki yang sedang duduk terpaku di teras belakang rumahku. dua cangkir minuman berisi dua coklat hangat ,ku letakkan di hadapannya.


Sebuah senyum menawan terukir dibibir lelaki yang telah merengkuh seluruh hatiku dalam dekapan hangat cintanya.


Aku duduk di sampingnya.


" di minum kak biar anget " ucapku.


" iya,makasih sayang" . aku hanya tersenyum. sejenak hening menyapa,hanya ada suara gesekan daun yang tertiup angin.


Pikiranku masih tentang Meila,entah kenapa aku merasa begitu bersalah. Meski aku tak tau,apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan kak Ares. satu yang pasti,cinta itu masih nyata terlihat di sorot matanya.


" sayang,kok diem aja sih. kenapa ?" lembut suara itu keluar dari lelaki yang dulu kupikir tak akan pernah bisa ku cintai karena sikap dinginnya. Aku menatap lelaki yang kini sedang menatapku dengan begitu hangat.


" galau" jawabku manja sambil menyenderkan kepalaku di pundak kekarnya.


" ada apa ?" tanyanya,dengan tangan membelai rambutku.


"WO yang Tante Dhiya rekomendasiin ternyata punya mantan kamu''


" Meila ?"


" iya,emang ada mantan yang lain ?" jawabku jutek.


" banyak,mantan karyawan,mantan sopir,mantan asissten" Lha kok??, malah dia ketularan aku,yang suka asal jawab.


" gak lucu" ucapku seraya menegakkan tubuhku.


" terus gimana ?,kalau kamu gak nyaman ya ganti WO aja" .

__ADS_1


"bukan masalah gak nyaman,tapi gak enak yang . bayangin aja masa dia nyiapin acara nikahan mantan ,sakit banget gak tuh ?"


" gak usah dipikirin lah, profesional aja. kita klien ,dia penyedia jasa".


" tapi inget kak ,yang nyakitin dia itu kamu".


Tak tahu kenapa rasanya membahas mantan itu menyesakan. pantes sih kalau kak Ares juga gak suka kalau aku bercanda bawa-bawa nama mantan. ada rasa kasihan pada Meila,karena aku juga tahu rasa sakitnya. saat orang yang masih kita cinta ternyata memilih orang lain . tapi di sisi lain ada rasa tak rela ,masih ada orang lain yang mencintai pasangan kita.


"Sayang,dengerin kakak ". kak Ares menangkup kedua pipiku. tatapan kami bertemu. " beda ceritanya antara kamu sama Adrian dan kakak sama Meila. dari awal Meila sudah tau gimana perasaan kakak ke dia. dia yang maksa untuk kita saling mencoba. pada akhirnya dia juga menyadari perasaan kakak yang gak bisa berubah."


"maksudnya?" aku mengernyit bingung.


Kak Ares melepas tangannya dari pipiku,menghela pelan nafasnya. Kemudian ia menyenderkan punggung pada sandaran kursi. mataku masih terfokus padanya. Menunggu penjelasan dari bibirnya.


" Meila itu temen yang lumayan Deket dengan kakak dari SMA dulu. kakak sadar ada perhatian lebih yang dia berikan buat kakak. sampai waktu itu dia pernah mengungkapkan perasaannya,tapi kakak gak bisa terima dan dia tau sebabnya. Saat kuliah kita gak pernah ketemu. sampai suatu saat kita ketemu lagi. dia menanyakan statusku yang saat itu masih single . dan dia menawarkan diri untuk kita mencoba menjalin sebuah hubungan. dia bilang akan membuatku mencintainya. tapi nyatanya setelah 6 bulan berjalan. hatiku gak bisa berubah. mungkin jika diteruskan pun akan tetap sama. saat dia tau hatiku yang tetap tak bisa mencintainya,dia memilih mundur. bukan kakak yang meninggalkan dia,tapi kita sepakat untuk berpisah . jika hanya raga kakak yang bersamanya bukankah itu akan lebih menyakitkan ?".


" Meila itu cantik,sempurnalah fisik yang ia miliki. kenapa kakak gak bisa cinta sama dia ?".


"Kakak bukan orang yang gampang jatuh cinta. dan sekalinya jatuh cinta ternyata kakak gak bisa melupakannya. sekalipun orang yang kakak cintai tak menganggap keberadaan kakak dan sampai orang yang kakak cinta ,memilih orang lainpun kakak gak bisa melupakan dan sayangnya kakak gak bisa membencinya".


" dan orang itu aku ? " tebakku penuh percaya diri. Benar saja anggukan kepala kak Ares sebagai jawabannya.


" tapi buah kesabaran kakak adalah,kakak akan jadi yang terakhir buat kamu" . sambung kak Ares sambil meraih pundakku dan membawaku dalam dekapannya .


" makasih kak " ucapku saat bersandar di dadanya.


" untuk ?"


" cinta yang luar biasa".

__ADS_1


Tak ada jawaban hanya kecupan lembut di kepalaku yang ia lakukan. Hening,kami memilih diam. menikmati debaran jantung kami. bersama gerimis yang mulai turun,seakan menyiram taman hati kami . hingga menumbuhkan bunga yang bermekaran indah . Tak ada yang pernah tahu cinta ini akan bermuara dimana. pada hati siapa akan akan berbunga.


" i love you" bisik lirih kak Ares di telingaku. kata sederhana namun membuat hatiku berbunga.


" I Love you too" sahutku ,dengan senyum mengembang. menengadahkan wajahku dan ku hadiahkan sebuah kecupan singkat di pipi kak Ares .


yang di balas kak Ares dengan kecupan di keningku. ah,aku benar-benar di mabuk cinta olehnya.


Untuk orang yang sedang di gila cinta,waktu berjalan terlalu cepat. mungkin sudah berjam- jam aku duduk berdua dengan kak Ares di sini . namun saat harus berpisah rasanya tak rela.


" kakak mau pulang ?" tanyaku yang sebenarnya masih ingin berada di sisinya.


" udah malem sayang. emang boleh kakak nginep dikamar kamu ?" goda kak Ares berbisik di telingaku.


" ih,kakak mah ganjen". tawa lirih kak Ares dengan tangan mengusak rambut kepalaku.


Aku mengantar kak Ares sampai pintu depan. Rasanya ingin ku peluk tubuh itu dan tak kubiarkan meninggalkanku.


" kakak pulang dulu ya" pamit kak Ares.


" hati-hati ya kak ".


" iya " sahutnya singkat ,kemudian sebuah kecupan singkat ia berikan dipipiku.


" good night,mimpiin kakak ya" . lanjutnya. aku mengangguk.


" good night too,rindukan aku juga " balasku.


Masih dengan gerimis yang turun,aku melepasnya. saat mobil kak Ares tak lagi tampak aku kembali masuk. sepertinya aku sudah merindukannya lagi. ah,sungguh gila !!!.

__ADS_1


__ADS_2