
Menatap wajah damai lelaki yang terlelap di sebelahku adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa tergantikan. Lelaki yang selalu menatapku dengan tatapan penuh cintanya. Membuatku merasa menjadi wanita yang begitu berharga.
'' Pagi,cintanya kakak'' sapaan yang selalu membuatku tersenyum bahagia. Saat dua bola mata hitam itu membuka mata. Menyambutku dengan sebuah senyum yang merekah.
" Pagi sayang" balasku masih dengan tatapku yang terpaku pada wajah yang menurutku selalu tampak menawan.
Belaian di pipiku terasa begitu lembut. Kecupan manis selalu ia daratkan di dahiku. Turun di bibir sebagai ungkapan cinta yang selalu terasa sangat manis.
Aku hendak bangun dari tempat tidur. Namun rengkuhan di pinggang menahanku untuk bangkit.
" Udah siang sayang,aku mesti nyiapin keperluan Zio". Kak Ares tak bergeming masih mendekap erat tubuhku.
" Lima menit lagi sayang,kalau udah keluar kamar kamu tuh di kuasai Zio". ucap Kak Ares membuatku tersenyum geli. Kembali kurebahkan tubuh yang langsung di dekap erat Kak Ares. Ku belai kepala yang mendusel di dadaku.
Ku tatap lelaki yang telah bersamaku lima tahun terakhir. Selalu ada syukur yang kurasa karena Tuhan menakdirkanku bersama kak Ares. Lelaki dingin yang selalu terlihat datar saat berada di luar rumah. Namun berubah menjadi lelaki hangat dan manja saat bersamaku.
Waktu terasa begitu cepat berlalu ketika kita melewati setiap detiknya dengan orang yang kita cinta. Buah cinta kami Zio Pratama kini sudah berusia empat tahun. Duduk di bangku taman kanak-kanak. Memiliki garis wajah yang sangat mirip dengan papanya,mungkin juga dengan sikap yang di miliki Zio,dia yang tak terlalu banyak bicara namun kritis dalam segala hal.
" Pagi boy". sapa Kak Ares seraya mengusap kepala Zio yang telah siap di meja makan.
" Pagi Pa" sahut Zio singkat ,menatap sejenak papanya yang duduk di sebelah sang jagoan kecil. Wangi parfum menyeruak saat kak Ares memasuki ruang makan. Stelan rapi siap ke kantor. Hanya jas yang belum di kenakannya.
__ADS_1
" Zio mau sarapan apa ?" tanyaku pada putra kecilku.
" Roti aja ma,nanti Zio bekel ya ma."
" Oke sayang,nih roti selai strawberry kesukaan Zio. Papa mau apa ?" tanyaku pada Kak Ares setelah meletakkan setangkup roti dan segelas susu untuk Zio.
" Mama bikin apa ?". kak Ares membalikkan pertanyaan.
" Cuma bikin nasi goreng. Mau Mama bikinin sandwich ?," tawarku.
" Nasi goreng aja gak apa-apa". sahutnya. Aku berlalu dari ruang makan, mengambil nasi goreng yang masih ada di dapur. Dua piring nasi goreng untuk ku dan Kak Ares.
Aku kembali lagi ke dapur setelah meletakkan piring di meja makan. Membuat dua gelas teh hangat. Rutinitas pagi hariku ,menyiapkan kebutuhan kak Ares dan Zio. Menyiapkan sarapan sederhana yang bisa ku buat. Kemampuan masakku tak bertambah. Bersyukur kak Ares orang yang tak terlalu banyak menuntut.
Terkadang dengan Mamaku yang sekarang kesepian karena Lian telah bekerja dan sering pulang hingga larut. Terkadang mama mertua yang menjemput Zio, Beliau pun sama kesepiannya,aku dan kak Ares yang masih memilih tinggal di apartemen dan Livi ikut tinggal di rumah Reza.
Tak ada yang istimewa hari ini, sama saja seperti rutinitas setiap hari. Kak Ares pergi ke kantor lebih dulu , kemudian aku dan Zio yang berangkat. Aku mengantarkan Zio ke sekolah kemudian berangkat ke cafe.
Sampai di cafe sudah ada beberapa pengunjung yang datang. Aku berjalan santai menuju ruangan ku,tapi panggilan seseorang membuatku berhenti melangkah.
" Mbak Widi " suara Dimas yang berjalan cepat ke arahku dengan buket bunga cantik di tangannya.
__ADS_1
" Ada titipan buat mbak Widi".
" Dari ?"
" Kurang tahu mbak gak ada namanya". aku mengambil buket bunga itu dengan rasa bingung.
" Makasih ya Dim,"
" Iya mbak,saya permisi dulu kalau gitu mbak".
" Oke".
Aku mengambil secarik kertas yang terselip diantara bunga itu.
* Aku tunggu nanti malam jam 19.00 di restoran xx ( nama sebuah restoran)
Your love " A" *
Aku tersenyum sendiri,sudah jelas dari siapa bunga ini. Entah dalam rangka apa kak Ares memintaku datang ke restoran ini. Mungkin untuk quality time bersama. Sudah hampir sebulan kita berdua tak menghabiskan waktu bersama. Kesibukan kak Ares cukup menyita waktu.
Selalu ada cara dari lelaki ini untuk membuatku bahagia dan terkesan dengan caranya mencintaiku. Lima tahun pertama ini terlewati tanpa gejolak yang berarti. Hanya penyesuaian dari diri kami masing-masing,dan kami selalu bisa melewati dengan tanpa membesarkan masalah.
__ADS_1
Bagi kami segala perbedaan yang ada tak perlu di permasalahkan cukup saling mengerti. Karena kami dua individu yang berbeda tentu memiliki cara yang berbeda. Tapi itu tak akan menjadikan hal yang perlu di pertengkarkan .
Lagi pengen ketemu Widi dan Ares,jadilah tiba-tiba pengen bikin extra part. jgn lupa intip karya aku yg lain y,Re& Er. Dan judul tulisan terbaruku If