Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Mengejutkan


__ADS_3

Minggu pagi,saatnya untuk bersantai dan bermalas-malasan. bangun siang dan gak peduli dengan matahari yang meninggi. Masih asyik rebahan meski mata tak lagi terpejam.


tok tok tok,,,, suara ketukan pintu dan disusul teriakan mama di depan pintu kamarku.


" widi bangun,wiiiid...."


" iya ma iya " sahutku sambil beranjak membuka pintu kamar.


" apa sih ma ?, inikan hari minggu". protesku dengan tubuh kusandarkan di pintu.


" ckk,anak perawan kok malesnya minta ampun. buruan mandi,habis itu ke mini market beli bahan kue".


" lah ma,kan ada si mbak" .


" marni lagi masak,udah buru mandi''. titah mama yang tak mungkin bisa di tolak lagi.


Mama langsung pergi meninggalkanku yang masih berdiri malas di pintu. suara dering hp membuatku kembali kedalam kamar.


kak Ares


nama yang tertera di layar ponselku. Aku langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat.


" Hallo ''


" Hay "


what video call ?,saat aku menyadari sesosok wajah tampan dengan senyum manisnya dilayar hpku.


"baru bangun ya ?" . tanya kak Ares yang masih menampakkan senyum. Rasanya aku belum benar- benar percaya kalau lelaki ini kak Ares yang ku kenal. wajah datar yang sering ku olok dulu telah menguap entah kemana. sekarang dia terlalu manis.


" hehe.... iya kak " malu juga,aku yang masih berbalut piyama dan rambut acak- acakan. sementara kak Ares sudah tampak segar dan rapi.

__ADS_1


" hari ini ada acara gak ?"


" ada "


" kemana ?"


"rebahan " sahutku dengan dengan cengiran di bibirku. yang disambut tawa kecil kak Ares .


" aku kerumah ya ?"


" eh,tapi Widi mau ke mini market kak"


" ya nanti kakak anterin".


Masih asyik ngobrol dengan kak Ares suara mama dari lantai bawah terdengar meneriakiku untuk segera melaksanakan tugas.


" kak kayaknya udah dulu nih,mama udah teriak- teriak,aku mau mandi dulu biar cantik" ucapku dengan nada bercanda.


" belum mandi juga udah cantik,apalagi kalau mandi. tunggu kakak ya,nanti kakak anterin".


Aku segera pergi menuju kamar mandi, membersihkan diri. usai bersih- bersih kukenakan atasan tanpa lengan dengan celana jeans panjang. Rambut kuikat saja ,riasan tipis diwajahku agar tak terlihat pucat. flatshoes ku pilih,untuk alas kaki. tas ku slempangkan di pundakku.


" Wid,widi " suara panggilan mama sudah menggema lagi di depan kamarku. Aku yang sudah siap.langsung membuka pintu kamar.


" sabar dong mamaku sayang" . ucapku sambil membuka pintu. Pintu kamar sebelah terbuka.


" tetangga sebelah berisik amat sih". Lian muncul dari balik pintu dengan tampang berantakannya.


"ini udah siang pada tidur aja hobbynya. apa gak pada lapar ?,sarapan sudah terlewat dua jam". gerutu mama,karena special hari minggu. Aku dan Lian jarang sekali ikut sarapan.


" yaelah ma,kalau laper ntar Lian juga makan " sahut Lian sambil menguap. Yang hanya direspon gelengan oleh mama.

__ADS_1


" Lian mau mandi" ucap Luan sambil menutup pintu kamarnya.


" nah kan mama jadi lupa "


" apa ma ?"


" itu ada nak Ares di depan nyari kamu."


" iya tadi udah ngabarin Widi kok mau kesini,mau nganterin Widi ke mini market katanya ".


" oh ya sudah sana kamu temuin".


Mama lebih dulu melangkah,aku mengikutinya di belakang. sampai diruang tamu terlihat papa yang sedang ngobrol dengan kak Ares.


" pagi pa " sapaku yang langsung duduk di samping papa. Papa menggelengkan kepalanya pelan sebelum akhirnya berucap." jam segini kok pagi. malu sama Mas Ares".


Aku cuma meringis menanggapi ucapan papa. dan dari ujung mataku aku menangkap ada senyum di sudut bibir kak Ares.


" nih kak Ares,jadi nganterin Widi,atau nunggu dirumah aja ?,aku juga gak lama kok".


" aku anterin aja".


" aku ambil catetan belanjanya dulu"


Aku meninggalkan papa dan kak Ares di ruang tamu. menemui mama dan mbak Marni yang masih sibuk di dapur.


" catetan belanja mana ma ?"


" itu di meja makan" jawab mama tanpa menghentikan aktifitasnya. Tak banyak cakap lagi,aku pergi ke meja makan,mengambil selembar kertas disana. Rentetan daftar belanja memenuhi kertas. Aku membacanya sambil berjalan.


Saat langkahku mendekati ruang tamu terdengar bel pintu depan berbunyi.

__ADS_1


" Wid,buka pintu dulu ada tamu kayaknya !" perintah papa.


Kubuka pintu depan,sosok laki- laki yang membuatku terperangah berdiri disana. mengembangkan senyum menyambutku yang terbelalak kaget.


__ADS_2