Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
villa


__ADS_3

Melihat orang yang kita cintai,di peluk wanita lain rasanya ngilu. dan itu yang aku rasakan. akhir sesi pertemuan dengan Meila adalah acara pelukan di tempat parkir . sialnya aku harus melihat kejadian itu. ingin rasanya aku menarik tubuhnya dan menghujat. tapi aku tak sebar-bar itu. aku yakin itu hanya sebuah pelukan perpisahan. anggap saja sebagai ritual menuju sakral agar tak lagi ada yang mengganjal.


Lupakanlah,jika mengingatnya hanya menjadi luka. setidaknya itu yang bisa kulakukan. melupakan acara sang mantan yang berpelukan. dan tak perlu aku pertanyakan karena hanya akan membuat hati perih .


Waktu jua yang akan menghapus jejak luka,lara dan perih di hati . Lupakan tubuh sempurna itu yang menempel erat pada lelaki berstatus kekasihku . Marah hanya akan membebaniku. masih ada yang harus aku lakukan sebelum hari H. foto prewedd,dan hari ini bersama rombongan pergi ke Villa .


Lian dan sang gebetan Reina,Livi pastinya dengan sang pujaan hati Reza dan Haris dengan Nindi tentunya. sialnya justru aku yang seperti jomblo saja. kak Ares masih harus menyelesaikan pekerjaannya . acara foto prewedd ini acara terakhir persiapanku jadi aku memilih sedikit merefreshkan otak dengan liburan bersama.


" sial bener nasib Lo Wid,kita kesini nemenin Lo malah Lo yang gak ada pasangan sendiri". celetuk Livi saat kita semua sedang ngumpul di ruang santai.


" ckk,emang nyebelin Abang Lo. kalau gak takut jadi janda sebelum sah gue kantongin juga Abang Lo, terus gue lelepin ke laut . kerja Mulu" celetukku yang justru membuat riuh isi ruangan karena tawa mereka .


" dia kerja keras kan biar habis nikah bisa bulan madu Wid'' Reza membela.


" Yee,belain Liv. takut restunya di cabut nih".


" bukan gitu Wid,soalnya dia sama aja kayak mas Ares. bisa aja besok sejam sebelum akad dianya masih di luar kota. inget kan waktu acara lamaran,jam 7 acara jam 5 dia masih dimana ". ucap Livi.memang sih dulu acara Livi sedikit menegangkan gara-gara kelakuan Reza yang datang terlambat.


" kan tanggung jawab pekerjaan beib''. sahut Reza lembut.


" santai mbak,kalau mas Reza gak Dateng pas hari H,itu satpam komplek rumah gue masih single'' celetuk adikku Lian.


" yang bener aja Ian,ngasih pengganti yang agak mentereng dikit gitu".


" ganteng orangnya lho mbak " sahut Lian


" seriusan Wid ?" tanya Livi yang disambut tawa Lian .


" Lo mah,denger ganteng aja langsung semangat"


" apa aku kurang ganteng beib ?" tanya Reza sok memelas. Livi memandang sekilas dan mencebikan bibirnya.


" kurang,belum seganteng Cha Eun woo''


" haduh punya cewek gini amat ya'' keluh Reza sambil menggelengkan kepala.


''sabar mas sabar,tuker tambah aja kali ada yang mau''

__ADS_1


''woy Lian, gue sumpel juga mulut Lo pake sambel''. Livi nyolot.


''ih takut''sahut Lian dengan wajah mengejeknya.


''Rein,jangan mau Lo sama dia" ucap Livi mengompori. yang hanya disambut senyum malu-malu gadis manis yang duduk disamping kananku .


" gak ada alasan cewek nolak gue mbak"


" Ckk PD,apa modal Lo ?" cibir Livi.


" ganteng" sahut Lian narsis seraya menaik turunkan alisnya.


" modal tampang doang ,disuruh kerja gak berangkat-berangkat". gerutu Livi dengan nada kesalnya.


" sabar mbak bentar lagi,tuh kan mbak juga ngarepin gue" cengir Lian.


" otak sama tenaga Lo Ian bukan Lo nya" sanggah Livi.


" whatever,yang pasti pesona gue emang membahana''. si tengil Lian,capek sendiri ngomong sama dia. Livi yang gregetan sendiri langsung melempar bantal yang sedari tadi di pangkuannya . dan mendarat sempurna di wajah Lian.


" wah penganiayaan nih. cabut ah,yuk Rein jalan-jalan cari angin" ucap Lian berdiri. tampak Reina kikuk,saat dengan santainya Lian mengulurkan tangan.


" keluar dulu mbak". pamit Rein lembut.


" iya hati-hati" jawabku.


" Lian,anak orang jangan Lo apa-apain" . oceh Livi


" gue itu masih polos mbak" sahut Lian,yang hanya dibalas sebuah decakan sebal dari Livi. Aku mengedarkan pandangan saat menyadari Haris dan Nindi yang ternyata tak bergabung dengan kami. mataku tertuju pada dua manusia yang sedang duduk berhadapan di pojok ruangan. tampak begitu serius . Aku berdiri,berjalan hendak mendekati keduanya .


" kemana Wid ?" tanya Livi yang masih anteng duduk disebelah Reza yang sibuk membelai rambut Livi.


" tuh mau nyamperin Haris" jawabku sbil menunjuk dengan daguku. Langkahku semakin dekat,aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan pasangan ini. sungguh-sungguh amazing yang mereka lakukan.


" kalian dari tadi main catur ?"


" iya emang kenapa ?" Haris balik bertanya .

__ADS_1


" pacaran bukannya adu rayu malah adu pion" .


" yang penting gak adu mulut Wid" jawab Haris santai tanpa mengalihkan fokusnya.


" kan justru bagus mbak ngasah otak " kali ini yang bicara Nindi.


" terserah Lo berdua deh" pasrahku sambil berlalu pergi .


Aku berjalan hendak keluar dari ruang tengah. malas berada diantara dua pasangan itu. Livi sudah duduk mesra bersandar di dada Reza. sedang Haris dan Nindi dengan kemesraan ajaib mereka. main catur berdua.


" kemana lagi Wid ?"


" keluar nunggu Abang Lo,disini mah berasa jadi nyamuk gue".


" emang mas Ares Dateng malem ini ?"


" katanya sih gitu,bentar lagi bilangnya sih nyampe".jawabku seraya pergi keruang tamu.


Duduk di sofa panjang,menyandarkan punggungku yang sedikit pegal. mungkin karena perjalanan tadi siang yang cukup memakan waktu. Tatapanku menerawang,tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku. jika akhir cintaku akan bermuara pada seorang Aresta. Setelah perjalanan panjang kisahku ternyata dengan dia aku di pertemukan di ujung jalan cinta ini.


Kak Ares.mungkin harus dengan luka Tuhan menuntunku pada jalan untuk menemukanmu. Cinta yang tak kulihat padahal di depan mata. kasih yang tak ku mengerti meski ternyata begitu dekat dengan diri. Pada akhirnya cinta hanya akan berlabuh di dermaganya. sejauh apapun ia berlayar. dan engkaulah dermaga terakhirku.


" ehmm,sayang" suara deheman seseorang membuyarkan lamunanku. Lelaki dengan senyum sehangat mentari sudah duduk di sampingku. menatapku dengan tatapan penuh cintanya.


" sayang,baru nyampe ?" tanyaku.


" iya,kamu ngapain ngelamun sendiri ?"


" ngalamun ya sendiri kak,masa iya berjamaah"


" kamu ya,bisa aja kalau jawab" ucap kak Ares sambil mencubit hidungku. Aku nyengir memamerkan gigiku.


" capek kak ?"tanyaku pada lelaki gagah yang kini mengenakan kaos hitam berbalut jaket kulit berwarna senada.


" ya ,capek banget" keluhnya .


cup... satu kecupan kudaratkan di pipinya.

__ADS_1


" biar gak capek lagi" .


Kak Ares tersenyum sumringah ,ditarik tubuhku dalam dekapannya. senyaman ,sehangat dan sebahagia ini dalam pelukannya . semoga selamanya rasa ini tak berubah,sampai nanti saat kita menua bersama.


__ADS_2