Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Letih


__ADS_3

Hari yang sibuk,mengurus semua keperluan untuk acara malam nanti. Hari ini di tutup untuk umum. meski reservasi cafe malam. acarapun di mulai dari jam sepuluh malam. tapi siang kami memutuskan untuk menutup cafe. Menyiapkan tempat,karena undangannya lumayan banyak. panggung kecil untuk performance penyanyi yang sudah kami sediakan juga harus beres sebelum acara di mulai. menu makanan,minuman,cake dan segala hal untuk acara diserahkan sepenuhnya pada kami. jadi aku tidak ingin mengecewakan.


Hari mulai sore,sudah hampir selesai. tinggal gladi resik memastikan tak ada yang terlewat.


" gimana Wid ?" tanya Livi saat menghampiriku yang sedang mengecek menu makanan.


"beres"


" bagus,ruangan juga sudah beres. tau gak Wid,ternyata yang reservasi itu temennya kak Ares."


" lo tau dari mana ?"


" Reza,dia salah satu kliennya Reza"


" Reza berarti datang dong ?"


" Heem,makanya gue kemarin pergi cari gaun sama dia. jadi malem ini,status manajer gue serahin sepenuhnya sama lo. karena gue tamu,mendampingi yayang Reza" ucap Livi sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum licik.


" jadi kalau ada kendala,tanggung jawab gue ?" ujarku sambil menunjuk diri sendiri.

__ADS_1


" iyalah,gue juga mau balik,ganti baju dulu lo gak balik ?"


" gue udah bawa ganti,oh iya gue nanti nginep tempat lo ya. soalnya Lian gak bisa nemenin gue. gue udah ijin sama bokap nginep tempat lo''


" oke,gak masalah. gue cabut dulu ya "


Aku mengangguk,Livi meninggalkanku yang masih duduk di salah satu kursi.


" Ndi,kopi keruangan gue ya" pintaku saat Nindi berjalan didekatku.


" oke mbak''


tok tok tok ketukan pintu terdengar.


" masuk Ndi" titahku. karena pasti Nindi yang membawakan pesananku. gadis manis dengan lesung pipit di pipinya itu masuk dengan nampan berisi kopi dan cake cokelat.


" tau banget lo Ndi,bawain cake juga buat gue" ucapku masih dengan posisi tiduran di sofa.


" pasti dong mbak,permisi mbak"

__ADS_1


" oke,makasih ya ''


" sama- sama"


Duduk dari rebahan,meminum kopi hangat dan cake cokelat favorit. merilekskan tubuhku. Jam di ponselku sudah menunjukkan pukul 18.30,aku mengakhiri masa bersantaiku. masuk ke kamar mandi yang berada dalam ruangan. mengguyur tubuh dengan air dingin. kesejukan mengantarkan rasa nyaman yang sedikit mengikis rasa letih.


Raga kembali bugar,kuambil dress dari dalam tas. Aku tidak memakai pakaian formal,karena keseharianku bekerja pun hanya menggunakan pakaian santai. bedak tipis kusapukan di wajahku. Dan perlengkapan make up lain pun kini ku poleskan diwajahku. Meski tipis setidaknya aku tak terlihat pucat,berusaha memoles wajah sealami mungkin yang penting fresh dan enak di lihat. Rambut panjangku ,kubiarkan tergerai.


Cukup sudah acara merias diri. aku kembali mengecek semuanya. dari tempat,makanan,minuman dan semua yang menyangkut kelancaran malam ini. MC yang kutugaskan pun sudah kuhubungi begitu juga penyanyi yang akan meramaikan acara. sound sistem sudah sampai dan sedang di cek. pentanyi mungkin datang satu jam lagi untuk cek sound.


Sepertinya cukup untuk semua persiapannya. kurasa semua sudah sesuai dengan harapanku. Waktu terus berputar,yang punya acara sudah menampakkan batang hidungnya. Lelaki muda yang terlihat gagah di balik jas hitam. disampingnya seorang wanita cantik nan sexy bergelanyut manja di lengannya.


" selamat malam pak bastian" sapaku seramah mungkin,sambil mengukurkan tangan.dengan senyum kubuat begitu manis. menyambut pasangan yang menurutku cukup serasi.


" selamat malam" sambutnya menyalamiku dengan senyum yang pasti membuat hati meleleh karena begitu mempesona. Tapi saat aku beralih hendak menyalami wanitanya yang kudapat adalah sikap acuhnya.


" saya mau mengecek dulu sebelum acara di mulai"


'' mari pak"

__ADS_1


Aku mengantarnya berkeliling,memperlihatkan semuanya. Ada senyum puas diwajah lelaki tampan itu. Tapi ada yang tidak kusukai mata lelaki itu saat menatapku. Tidakkah kau sadar wahai lelaki ada wanita cantik yang menempel padamu. Dan dari tadi menatapku dengan tatapan mengintimidasi. justru lelakinya malah menatapku seperti itu,dilihat dari caranya dia bukan lelaki setia. sementara wanitanya terlalu mencinta. Jadi menilai orangkan,padahal aku tak mengenalnya. Hah.


__ADS_2