
Waktu tak akan berhenti,meski hari yang kita lewati tak seperti yang kita harapkan. waktu akan tetap berputar . tak peduli dengan semua sesal pada hal yang mengecewakan. tetaplah hargai setiap detik waktu yang berlalu. lakukan yang terbaik ,meski mungkin tak bisa jadi yang terbaik setidaknya tak ada sesal karena kita telah mencoba.
Dan waktuku pun sama terus berlalu ,masih disibukkan dengan segala persiapan pernikahan. Fitting yang tertunda sudah kami lakukan kembali. urusan hotel tempat resepsi sudah kita bereskan. undangan ,ketering ,souvernir,sudah kami urus.
Hari ini ada temu janji dengan Meila. aku ingin melibatkan kak Ares untuk kali ini. aku ingin apa yang masih tersisa diantara mereka segera selesai. menghapus cinta tak semudah menghapus coretan kapur tulis. tapi setidaknya tidak ada lagi ganjalan diantara mereka. meski mungkin ikhlas adalah kata keramat yang aku sendiri belum bisa melakukan. ikhlas hanya bisa terjadi jika rasa itu telah menghilang dari hati.
" cie,calon istri Sholihah" ledeku saat menghampiri Haris yang sedang di layani sang pujaan hati . Nindi.
" apa sih mbak,ini profesional lho mbak sama pelanggan" jawab Nindi .
" pelanggan istimewa ya Ndi " godaku lagi yang membuat Nindi tersipu. dan berlalu pergi. tak lagi menyahut ia meninggalkan meja Haris,sedang aku memilih duduk di samping Haris.
" udah pulang kerja ?" tanyaku ,karena memang ini sudah waktu pulang kantor . aku sengaja membuat janji dengan Meila di luar jam kerja. dan aku memintanya datang kesini.
" udah,Wid boleh gak Nindi pulang cepet. pengen jalan nih " ucap Haris seraya menikmati kentang gorengnya. Aku pura- pura berpikir sejenak.
" gimana ya ?, emmmm boleh- boleh, apa sih yang gak buat temen gue"
" Nah gitu dong,itu baru temen terbaik" sahutnya dengan senyum sumringah.
" iya dong"
Asyik berbincang dengan Haris sampai tak menyadari kedatangan seseorang yang tiba-tiba duduk di hadapan kami.
" kak Ares" ucapku tanpa bermaksud pindah dari samping Haris.
" Eh mas," agak gugup kata itu keluar dari mulut Haris.
" sudah lama ?" kaku tapi dari tatapannya pertanyaan itu tertuju untuk Haris.
" belum,pulang kantor langsung mampir". jawaban Haris masih dengan raut tegangnya .
" iya mau jemput Yang nya" selaku dengan fokus mataku pada layar hp.
" siapa ?" tanya kak Ares.
" Nindi".
Diam sejenak,Haris kikuk berada disampingku. sedang aku cuek saja. Aku hanya ingin kak Ares sedikit terbiasa dengan temanku. Biarkan dia sedikit melatih hati ,tak perlu dengan sebuah cemburu yang berlebih .
" kerja dimana Mas ?" kak Ares mulai bicara,biarkan perlahan dinding es ini mencair.
" NG travel mas"
__ADS_1
" eh,NG ada travelnya juga ya ?". tanyaku penasaran menatap anak sang pendiri NG,kak Ares .
" ada di pegang Arsya sepupuku"
" pak Arsya sepupu mas Ares ternyata"
" iya''
" dan dia anaknya pendiri NG groub"
" oh,kebetulan sih aku belum pernah ketemu pak Nugraha yang katanya pendiri NG".
" papa jarang kesana ".
Perbincangan lumayan mencair,wajah kaku dan dingin kak Ares mulai sedikit berubah. suasana canggung tak lagi terasa. ini yang aku inginkan,temanku bisa berteman dengan pasanganku hingga tak perlu sebuah kata cemburu.
Akhirnya wanita cantik yang selalu berpenampilan menarik itu datang. kaki jenjangnya yang beralaskan high heells itu melangkah kearah kami . Aku berdiri menyambut.
"sore mbak Meila" sapaku seraya menjabat tangannya.
" sore mbak Widi"
" ngobrolnya di dalem aja kali ya" usulku.
" kak,di dalem aja biar agak santai" ujarku pada kak Ares yang hanya ditanggapi dengan sebuah anggukan.
"Ris,gue tinggal dulu ya".
" ok,jangan lupa''.
" iya tenang aja, bentar lagi Nindi gue suruh balik" sahutku sambil melangkah pergi . menyusul kak Ares dan Meila yang sudah terlebih dulu melangkah menuju ruangan,tempat dimana aku dan Livi biasanya bersantai.
" Ndi, layanin kak Ares sama mbak Meila dulu ya. tanyain mau minum sama makan apa. habis itu kamu boleh pulang"
''serius mbak ?"
''iya,ada yang pengen ngajak kencan katanya'' jawabku membuat Nindi tersenyum malu.
Aku melangkah mendekati kak Ares dan Meila. masih sama- sama bungkam. ada kegugupan di wajah Meila,tapi kak Ares justru cuek saja. Aku memilih duduk di samping Meila yang tampak sedikit menundukkan wajahnya.
" gini mbak Meila,saya meminta bertemu karena katanya kak Ares akan sedikit menambahi konsepnya. jadi silahkan mbak Meila ngobrol dengan kak Ares apa yang ingin kak Ares tambah atau rubah. saya tinggal dulu".
" maaf mbak Widi mau kemana?"
__ADS_1
" gak kemana-mana kok,cuma ada sedikit kerjaan yang belum saya selesaikan. jadi saya kembali keruangan saya dulu".
" oh,ini cafe mbak Widi ?"
'' kerja kok mbak ,saya tinggal dulu ,permisi ". pamitku yang disambut anggukan dan senyum tipis di bibir Meila.
Bukan pekerjaan yang membuatku meninggalkan mereka . Pekerjaanku juga tak sesibuk itu. aku hanya ingin memberi mereka ruang. mungkin masih ada yang ingin Meila sampaikan . sebelum kak Ares benar-benar menjadi milikku .
Sebaik itukah aku ?, tidak. aku tak sebaik itu. ada nyeri yang terasa di sisi hatiku. Kekasih yang kita miliki masih dicintai orang lain,sejujurnya cukup mengganggu hati. Tapi aku percaya saat hati telah yakin menemukan pemiliknya maka tak akan ada cinta lain mengisinya . Intinya aku percaya kak ares.
Masuk kedalam ruanganku,terlihat Livi sedang serius menatap layar laptopnya.
" lagi ngapain Liv serius amat ?"
Livi menatapku sejenak,mungkin tak menyadari kedatanganku tadi dan lagi matanya kembali ke layar laptop.
" film,seru banget nih" jawabnya tanpa mengalihkan fokusnya.
Diam,hanya suara percakapan dalam laptop. aku duduk di depan Livi sambil memutar- mutar kursi putar.
" gelisah amat kenapa ?" tanya Livi yang melihatku tak bisa diam.
" Abang Lo lagi sama mbak mantan" jawabanku membuat Livi menghentikan kegiatannya.
" kenapa Lo malah disini ?" seru Livi.
" gue pengen Meila bener bisa merelakan meski gue yakin belum bisa kalau mengikhlaskan. jadi ya gue kasih waktu buat mereka sedikit berbicara "
" ah gak ngerti gue sama Lo,kalau dia keganjenan sama mas Ares gimana ?".
" kalau itu tergantung Abang Lo,kalau Abang Lo nanggepin ya berarti Abang Lo yang perlu gue putusin. Lo tahu,pelakor ada bukan karena niat pelakunya tapi karena ada kesempatan dan di beri kesempatan " ucapku sok ikut-ikut jargon berita kriminal.
" iya sih,kalau gak di bukain pintu mana mungkin tamu datang bisa masuk. kan gak punya kunci. yang punya kunci kan cuma pemiliknya ".
" dan kunci pintu hati kak Ares udah gue pegang ,kalau sampai ada yang lain masuk berarti dia yang mempersilahkan ".
" bener Lo,tapi setulus itu lo,gak cemburu ?". selidik Livi,dengan tatapan menyelidik .
" Lo juga pasti tau,nyesek apa yang kita miliki masih diinginkan orang lain . tapi gue mau bebasin Abang Lo,seandainya dia masih mau berteman dengan Meila gue juga gak apa-apa. cukup hatinya yang gue borgol bukan kebebasannya. gue gak mau merampas hak asasi manusia".
" hahaha ... gaya banget sumpah Lo" .
Aku tersenyum saja. bukankah cinta memang seharusnya begitu ?. setidaknya itu menurutku.
__ADS_1