
Pagi yang mengagumkan,hawa sejuk menyapa kulit ditambah keindahan yang sungguh mempesona. Hamparan sawah terlihat menghijau,di tambah semburat warna orange yang menyapa dunia di ufuk timur. mentari terbit dengan cahaya indahnya. Aku menikmati pagi dengan segelas coklat hangat,duduk sendiri menyambut sapaan hangat mentari dengan senyum bahagia .
''Pagi sayang" kalau ini sapaan sang pujaan hati yang terlihat begitu tampan menyempurnakan pagiku. sebuah kecupan manis ia daratkan dikening.
" pagi juga sayangku'' jawabku manja. belaian lembut tangannya di rambut kepalaku ditambah sebuah senyum menawan dibibirnya,sungguh menghipnotis ku.
Aku menyandarkan kepalaku pada dada bidang yang kini ikut duduk di bangku taman. Tak perlu kata untuk sebuah rasa sempurna yang aku rasa. cukup kunikmati setiap detak jantungku yang melambungkan angan dalam kebahagiaan. Kurang apa hidupku detik ini ?, keindahan alam yang disuguhkan kunikmati dalam dekapan orang terkasih. Dalam diamku hanya ada kebahagiaan,kesempurnaan yang kusyukuri dalam setiap helaan nafas.
" seandainya Tuhan menghentikan waktu detik ini aku rela" gumamku lirih,yang masih bisa ditangkap indera pendengaran kak Ares.
" kenapa ?"
" karena sekarang aku bahagia''
'' Tapi,aku tak ingin waktu berhenti sekarang. karena aku ingin membuatmu beribu-ribu kali lipat bahagia dari ini''.
Melambung tinggi anganku mendengar ucapannya.
Dengan sebuah senyum tipis kuangkat wajahku. mengecup sekilas bibir yang baru saja mengucapkan kata terlalu manis itu.
''I love you'' bisikku seraya menatap dalam mata jernih yang memiliki sorot teduh,yang selalu mampu menggetarkan jiwaku.
"I love you too" sahutnya dengan wajah yang kini tak lagi berjarak dengan wajahku. bibirnya menyapu lembut bibirku. menerbangkan jiwaku dengan kelembutannya. Ah cinta,sungguh indah kala kuncup bunga sedang merekah . semoga kala bunga itu layu akan ada buah yang tersisa. sehingga cinta tak hanya sebatas keindahan saat bunganya bermekaran . Tapi lebih dari itu,seperti buah yang akan terus tumbuh hingga akhirnya matang.
Semoga cinta ini pun akan matang,tak hanya sekedar cinta yang berbagi kebahagiaan dan keindahan . namun sebuah cinta yang akan tetap ada dalam setiap keadaan. Kisah cintaku akan segera dimulai,kisah cinta yang tak hanya sekedar mengobral kata. Tapi cinta yang sesungguhnya,kala dua insan terikat dalam sebuah ikatan. Cinta yang tak lagi membutuhkan kata maaf untuk memaafkan,cinta yang tak perlu lagi ucapan untuk sebuah pengertian . cinta yang akan mengikat aku dan kamu untuk menjadi kita yang sesungguhnya .
Hari beranjak siang,setelah sarapan pagi aku langsung mandi dan sang penata rias abal-abal langsung memoles wajahku. Yah,hari ini tak ada MUA,yang bertugas merias wajahku Livi. meski perias abal-abal tapi hasilnya cukup memuaskan. kelihaian tangannya dalam menyapukan alat make up tak perlu di ragukan.
" perfect " puji Livi mengagumi hasil karyanya sendiri.
" oke ya ?"
" banget lah gue gitu" sombongnya. aku mematut diri di depan cermin memandang wajahku dalam cermin. tidak mengecewakan memang. saat aku dan Livi sedang memperhatikan penampilanku di depan cermin ,Nindi datang tergesa-gesa.
" sorry mbak,lama nunggu ya ?"
__ADS_1
" gak,dari mana sih Ndi ?" tanyaku yang melihat Nindi sedikit ngos-ngosan.
" itu mas Haris,minta ditemenin jalan-jalan dulu".
" oke-oke,santai. ngerti gue kalau yang masih anget-anget mah beda" ucap Livi dengan senyum meledek.
" ih,mbak Livi apaan sih ". ucap Nindi tersipu.
" cieeee dia malu" . Livi semakin meledeknya .
" udah Liv,di ledekin Mulu,udah siang. Abang Lo ntar keburu ngomel" ucapku menghentikan Livi yang asyik meledek Nindi. Karena Nindi hari ini punya tugas jadi hair stylist.
" Abang gue udah jinak Ama Lo jadi aman".
Tak lagi menggubris omongan Livi,aku segera meminta Nindi merapikan rambutku. Ternyata tangan Nindi tak hanya lihai meracik kopi. nyatanya hasil karyanya pada rambutku cukup mencengangkan.
" gimana mbak ?" tanya Nindi yang sudah menyelesaikan tugasnya.
" oke sip" sahutku.
" gak salah emang Abang gue cinta mati sama Lo,perfect " celoteh Livi sambil mengacungkan dua jempolnya.
" lebay Lo ah"
" bener ya Ndi ,cantik banget kan ?, ini baru kerja tangan kita Ndi. apalagi kalau kerja MUA profesional. cetar banget pastinya".
" bener,aku setuju sama mbak Livi".
Aku tak lagi menanggapi mereka berdua. aku lebih memilih memandangi gaun yang ku pakai . gaun berwarna merah muda tanpa lengan yang panjangnya menutupi kedua kaki ku padahal aku sudah pakai haigh heells. Merasa seperti putri hari ini. kadang belum terpikirkan aku sampai di detik ini. Selangkah menuju sah dan aku resmi menjadi istri.
" udah yuk keluar" ajak Livi seraya menggandeng lenganku. aku mengikuti langkahnya. diruang tengah sudah disambut semua anggota yang ikut liburan . plus satu orang baru sang fotografer . Kak Ares sudah berdiri gagah dengan jas yang membalut tubuhnya.
" Pak tempatnya sudah siap" suara seseorang yang baru masuk. Mataku menangkap wajah tak asing itu.
' Wira ?, ikut juga Lo ?" tanyaku santai,tapi yang terlihat justru kegugupan di wajahnya.
__ADS_1
" iya mbak,saya menyiapkan keperluan pak Ares".
" Ckk,gile. baku amat Wir ?". belum ucapanku di jawab. Livi sudah ikut nimbrung.
" ini seriusan Wira ?, ganteng juga Lo sekarang". ujar Livi dengan tatapan menilainya.
" dari dulu kali Liv,masih kayak dulu aja ya kalian berdua. bareng terus ".
" iyalah ,kan belahan jiwa"
" iya gue belahan ,Livi jiwanya. jadi kalau gak ada Livi gue berasa sebelah tapi Livi kalau gak ada gue sakit Jiwa". ucapku yang disambut tawa lirih Wira.
"ckk,gak gitu juga ".
" eh semua,aku pamit mau jalan dulu ya"
Suara Haris menyelah ocehanku dan Livi. Langkah santainya keluar Villa dengan tangan merangkul bahu Nindi.
" gue juga cabut ah,brisik denger Lo berdua. ngoceh mulu" . Lian ikutan nyelonong pergi dengan menggandeng tangan Reina.
" Za , bawa jalan Livi. kalau masih barengan,gak selesai mereka ngobrolnya". kak Ares memerintah sang calon adik ipar.
" siap mas" jawab Reza ,dan segera menghampiri Livi dan meraih tangannya .
" Mas gak disuruh ngamar aja gitu ?" . ucap Livi dengan alis di naik turunkan dan senyum usilnya.
" Livi" bentak Kak Ares sampai melotot.
" kabuuur" teriak Livi menyeret langkah Reza. jelas membuat gelak tawa. kecuali kak Ares yang memasang tampang dinginnya.
" ayo siap-siap" ucap kak Ares sambil nyelonong pergi .
" bos Lo kenapa sih,salah sarapan apa ya ?". Wira hanya mengangkat bahu dan mengikuti langkah atasannya. Aku ikut mempercepat langkah dengan susah payah.
Akhirnya sesi foto preweedd selesai juga. beberapa foto di sekitaran Villa,sebagian lagi di dekat sawah. dan kebetulan tak jauh dari Villa juga ada kebun teh,beberapa kita ambil disana. jadi semua bertema alam. Dan hasilnya perfect.
__ADS_1