Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Perlakuan manis


__ADS_3

Jam lima,aku masih didalam cafe. Tapi ternyata kak Ares benar- benar menjemputku. pakaiannya tak seformal tadi. jas dan dasinya sudah ia lepas. lengan hem sudah digulung sampai siku. kacamata tak lagi dipakainya. Ia melangkah masuk cafe tak mencari tempat duduk. Ia langsung berjalan kearahku yang pura-pura acuh dengan kedatangannya.


Kak Ares menyeret kursi duduk di hadapanku.


" masih lama ?"


" bentar aku ambil tas" jawabku,berlalu masuk keruanganku. disana tampak Livi bersantai diatas sofa dengan ponsel tak lepas dari tangan.


" jemputannya udah dateng Wid ?"


" udah" singkat jawabku. meraih tas diatas meja dan hendak pergi keluar.


" Wid,besok gue siangan datengnya ya,ada janji sama Reza"


" tumben bukan weekend janjian ?" ucapku sejenak menghentikan langkah.


" iya ada perlu penting,gak apa- apa kan gue dateng siang"


"iya,gue juga kan jarang pulang sampai malem,lo juga gak pernah keberatan. masa lo dateng siang gue protes".


Tak lagi menunggu sahutan Livi aku pergi keluar menghampiri kak Ares,


" yuk" ajakku. kak Ares berdiri mensejajari langkahku. tangannya ia masukan kedalam saku celana. Beberapa pasang mata pengunjung menatap kak Ares,gaya cool sok cueknya cukup menarik perhatian kaum hawa rupanya.


" jadi artis dadakan nih kayaknya kak Ares" ledekku saat melihat mata beberapa pengunjung masih terkesima melihat ketampanan kak Ares. Kak Ares yang dasarnya cuek tak memperhatikan sekitar. Ia mengernyitkan dahi tak mengerti ucapanku.


"tuh lihat cewek- cewek pada melongo ngeliat kakak" ucapku setengah berbisik. Kak Ares melihat sekilas. tak berucap apa- apa ,namun tiba- tiba menggenggam telapak tanganku dan sedikit mempercepat langkah kakinya. Aku menurut saja tanganku setengah di tariknya untuk cepat keluar dari cafe.

__ADS_1


" kenapa sih kak ?". penasaran dengan sikap kak Ares.


" gak suka jadi bahan perhatian"


" ckk,,kak Ares lebay'' cibirku yang tak mendapat sepatah kata jawaban. Dia terus menggenggam tanganku sampai ke mobilnya dan membukakan pintu mobil untukku.


Aku masuk mobil ,begitupun kak Ares yang segera duduk di kursi kemudi. Kukenakan sabuk pengaman sebelum terjadi seperti di drama - drama romantis. Dimana sabuk pengaman dipakaikan sang lelaki yang akan menimbulkan adegan,harap- harap yang tak kejadian.


Melaju pelan menembus jalanan yang macet. karena jam- jam seperti ini waktunya pulang kerja. Senja sore menampakkan lembayung diufuk barat. Lalu lalang kendaraan seperti sudah tak sabar untuk sampai dirumah. bertemu orang terkasih dan melepas lelah sejenak sebelum esok kembali dengan rutinitas harian.


Senja mulai tenggelam terkikis petang bersambut malam. Karena macetnya jalanan untuk sampai rumahku masih lumayan jauh. Apalagi dari tadi yang ada hanya hening,kak Ares fokus menyetir sedang aku membuka sosmed berselancar di dunia maya. rasanya perjalanan ini semakin terasa lama.


Tiba- tiba kak Ares membelokan mobilnya berhenti di depan sebuah restoran.


" mau ngapain kak ?"


"makan kakak laper" sahutnya. Aku melihat,sepertinya restoran jepang.


" terus mau dimana ?"


Berpikir sejenak,kemudian terbersit di benakku untuk mengajak kak Ares makan di warung tenda pinggir jalan. Rasanya akan lebih cocok untukku di lidah dan tempatnya.


" kak,kalau makan di warung tenda aja gimana ?"


Kak Ares tampak berpikir sejenak. mungkin untuk ukuran kak Ares jarang untuknya makan di pinggir jalan. Tapi tak lama ia melajukan kembali mobilnya meninggalkan halaman restoran. melaju pelan berteman langit yang mulai menggelap,semburat warna jingga telah hilang dari pandangan. bintang mulai tampak mengerling menggoda mata untuk menikmati kerlip indahnya .


Sadar pasti akan pulang sampai dirumah lewat jam makan malam. Aku mengirim pesan pada mama. mengabari sekaligus meminta ijin pergi

__ADS_1


dengan kak Ares. Tanpa sadar mobil kak Ares sudah berhenti. deretan gerobak dan tenda- tenda penjual makanan tertata rapi. Kak Ares turun setelah memarkir mobil dengan aman. aku membuka sabuk pengaman,menyusul kak Ares turun. tapi lagi- lagi kak Ares membuka pintu mobil untukku. kenapa dia jadi semanis itu ?.


" mau makan apa ?" tanya kak Ares setelah aku berada disampingnya.


" bebek bakar aja gimana kak"


" yuk" . tangan itu kembali meraih telapak tanganku. aku dibuat tersenyum sendiri. apa mungkin benar yang dikatakan Livi ?. kenapa lelaki yang selalu menampakkan ekspresi datarnya ini tiba- tiba berlaku seperti ini padaku ?.


Masuk warung makanan kesukaanku,kak Ares memesan dua porsi.


" minumnya apa Wid ?"


" teh anget aja kak"


" teh angetnya dua ya mbak" ucap kak Ares pada pedagang. Duduk lesehan di pinggir jalan,menurutku lebih menyenangkan dari pada makan di restoran. Kak Ares duduk disebelahku.


"gak pernah makan di pinggir jalan ya kak ?" tanyaku lirih. Kak Ares terlihat tersenyum tipis dan menggeleng pelan.


" pengalaman sekali- kali kak,tenang aja rasa gak mengecewakan ". promoku,melihat kak Ares yang tampak sedikit tidak nyaman. apalagi pengunjung wanita disana terlihat sesekali mencuri pandang padanya.


Menunggu tak begitu lama pesanan kami sudah tersedia. Aku segera melahapnya,kak Ares pun mengikutiku.


" gimana ?" tanyaku.


" enak" jawab kak Ares membuatku tersenyum sumringah. setidaknya kak Ares tidak harus kecewa dengan rasa meski ku ajak makan di pinggir jalan.


Selesai makan,kak Ares mengantarku sampai rumah.

__ADS_1


" mampir gak kak ?" niatnya basa- basi.


" boleh" jawabnya. ternyata kak Ares malah turun dan benar- benar mampir. ya sudahlah,baru jam delapan ini.


__ADS_2