
Drrrttt,drrttt
Suara getar hp mengusikku yang sedang bermalas- malasan setelah selesai mengenyahkan barang- barang pemberian Adrian dari kamarku. Tertera nama Livi di layar ponselku.
' Hallo,ada apa Liv ?'tanyaku setelah menggeser tombol hijau keatas.
' lo lagi sibuk gak ?'
' gak,kenapa ?'
' ke cafe bentar bisa gak ?, Dimas barusan telpon gue katanya ada yang mau booking cafe buat ulang tahun. cuma gue belum bisa ke cafe sekarang'
' emang lo dimana ?'
'rumah Reza'
' owh ketemu camer,ya udah gue yang ke cafe'
' thanks ya,bay'
tut tut tut.
belum ku jawab sudah di putus sepihak oleh Livi.
Berganti pakaian dengan dress berlengan pendek panjang selutut. kupoles tipis make up di wajah,rambut ku ikat saja.sling bag ku ambil, sepatu dengan heels pendek yang kupakai. Dengan santai aku melenggangkan kaki meninggalkan kamar.
" lho mau kemana kok sudah rapi ?" tanya mama yang sedang duduk berdua dengan papa di ruang tamu.
" ke cafe ma,ada urusan penting" sahutku seraya menghampiri kedua orang tuaku dan menyalaminya untuk pamit.
" pergi dulu ma,pa".
" iya hati- hati"
Langkah santaiku meninggalkan ruang tamu. pergi kedalam garasi mengeluarkan motorku. Motor Lian yang kemarin berada di samping motorku sudah tak ada. Ternyata dia sudah lebih dulu pergi.
__ADS_1
Mesin kuhidupkan setelah helm ku pakai,perlahan motor kujalankan meninggalkan rumahku. cahaya matahari sudah cukup terik,aku agak mempercepat laju motor. Awalnya lancar- lancar saja sampai di tengah perjalanan motor yang ku pakai tiba- tiba berhenti. Untung di belakangku tak terlalu ramai kendaraan sehingga aku yang tanpa aba- aba berhenti mendadak tak tertubruk kendaraan lain.
" nih motor kenapa lagi" gerutuku yang turun dari moror dan membawanya ke tepi.
Ku coba starter berkali- kali tak mau bersuara. spido meter masih menunjukkan kalau bensinnya masih setengah. Ah mogok,mungkin karena aku terlalu lama mengabaikannya dan tak menservis lumayan lama.
haaah,,,aku hanya bisa menghela nafas panjang. Terik matahari cukup menyengat kulitku. menyebalkan sekali,aku mengambil hp dalam tas. mencari kontak bengkel langganan.
Dua kali panggilan belum diangkat,tiba- tiba sebuah mobil berwarna hitam yang rasanya tak asing berhenti di depanku.
Kaca pintu mobil terbuka,sosok familiar yang selalu menampilkan satu ekspresi datar. siapa lagi kalau bukan kak Ares.
" kenapa ?" hanya itu kata yang keluar darinya tanpa turun dari mobil.
" mogok kak"
" masuk" perintahnya.
" motornya ?"
" oke deh''
kucopot helm yang bertengger di kepalaku. kubawa masuk kedalam mobil kak Ares.
" kemana ?" tanyanya setelah aku duduk di sampingnya
" cafe kak" sahutku. Tak lagi ada kata,hening. Aku juga bingung mau bertanya apa sama kak Ares. berharap kak Ares bicara. hah,mana mungkin.
Rasanya bosan sekali duduk dalam diam,hanya melihat jalanan yang lumayan macet dengan terik menyengat. Lelaki yang sebenarnya kalau diperhatikan tampan, yang duduk di sebelahku masih setia dalam kebisuan.
" kakak dari mana ?" mencoba bertanya,memecah keheningan.
" dari rumah temen"
"kak,ngirit banget sih kalo ngomong. terus kalo ngomongnya aja ngirit gitu. kalo nongkrong ama temen ngapain kak,diem- dieman gitu ?"
__ADS_1
Bukan jawaban yang kudapat tapi tatapan tajam dari manik matanya.
" ya ampun kak-- kak,jangan serem- serem gitu dong. gak akan takut juga akunya ". aku masih saja berceloteh.
" bawel"
" emang,udah tau dari dulu juga kan,hehe.."sahutku santai. Kak Ares masih dengan fokus menyetir.
Beberapa menit sampai juga di pelataran cafe. cafe ini memang buka setiap hari. tapi untuk hari minggu aku dan Livi jarang datang. yang bekerja pun dibagi. yang bekerja minggu ini akan libur minggu depan.
" makasih ya kak" bukan menjawab malah ia ikut membuka pintu mobil dan turun.
"mau masuk dulu kak" .
" iya "
Aku masuk kedalam cafe diikuti kak Ares. Lumayan rame di dalam,aku melangkah mencari Dimas sedang kak Ares mencari tempat duduk.
" Hai Dim" sapaku pada Dimas yang sedang sibuk di balik mejanya.
" eh mbak Widi , duduk mbak"
aku duduk di kursi di hadapan Dimas.
" ada yang Dim ?" tanyaku to the point.
Dimas menjelaskan tentang cafe yang mau di pake acara ulang tahun. tapi acaranya malam,melewati jam buka malam. karena acara akan berakhir sekitar jam dua malam.
Sebenarnya untukku sih gak terlalu masalah tinggal gimana yang kerja mau atau tidak. dan aku gak bisa ambil keputusan seenakku sendiri.
" besok senin,kita rapatin aja. nanya yang lain pada sanggup gak".
" ya udah nanti aku hubungi orangnya".
" siiip"
__ADS_1
Lumayan lama aku berada di dalam. tapi saat melangkah keluar,mataku melihat kak Ares yang masih setia duduk di pojok ruangan dengan memainkan ponsel di tangannya.