Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Cemburu


__ADS_3

" kalau gak tahu salah kamu apa,ngapain minta maaf ?" . ucap kak Ares dengan nada tak sukanya. Disandarkannya punggung kak Ares dan tatapannya intens menatapku. aku menghela nafas,menatap dalam sorot mata itu. Aku belum bisa mengartikan tatap matanya,apalagi menyelami tentang perasaannya. masih terlalu dini hubungan ini. kita masih sama- sama buta tentang perasaan masing - masing.


" kak persepsi benar atau salah setiap orang terkadang tak sama. adakalanya benar bagiku tapi salah bagi orang lain".ucapku,tak ada tanggapan dari bibir kak Ares. tatapan dinginnya seakan mengintimidasiku,untuk mengakui sebuah kesalahan.


" oke,kalau kakak merasa keberatan aku ketemu Haris,aku minta maaf. tapi kakak kan udah tahu dia temen aku".


" Harus ,ketemu temen peluk- pelukan?" dingin suara itu terdengar di telingaku.


" kakak cemburu?"


" salah kalau aku cemburu ?"


Duh kalau menghadapi orang seperti ini dengan sama kakunya. kayaknya gak bakal kelar masalah . mesti ganti strategi perang ini.


cooling down,tata hati dinginkan pikiran. jangan terpengaruh tampang menjengkelkan di hadapanku ini. jurus pertama keluarkan. senyum- senyum sambil memperhatikan wajah kak Ares yang sebenarnya tampan,tapi kalau mode datar on bikin gregetan.


"kenapa senyum- senyum ?"


" seneng aja ada yang cemburuin". jawabku yang membuat sedikit perubahan di raut wajahnya. kehilangan kata- kata mungkin itu yang terjadi pada kak Ares. nyatanya dia hanya diam. tak menanggapi ucapanku. dan memilih kembali pada layar laptopnya.


" kak ?''


" hm"


" beneran marah ?".

__ADS_1


bukan jawaban yang ku dapat tapi tatapan tajamnya. Aku melebarkan senyumku. tampak ia mengernyitkan dahi.


" jadi gemes deh lihat kakak kalau lagi marah" gombalku. terlihat kak Ares berdecih sebal. tapi raut wajah kakunya sedikit memudar.


" kaaak"


"apa"


" seriusan marah ?, gak maafin nih. ya udahlah Widi pamit deh".


Aku bangkit dari dudukku,berjalan hendak meninggalkan ruangan kak Ares. Saat tanganku hendak menyentuh handle pintu,tangan kak Ares mendahuluiku dan mengunci pintu. Tertegun sejenak,ku tatap wajah yang kini berada di hadapanku. Tanpa kata direngkuhnya aku dalam pelukan kak Ares. Aku masih membeku tanpa membalas atau melepas pelukannya.


" kalau cemburu tanda orang gak percaya diri. ya,saat ini aku sedang gak percaya diri Wid. aku gak marah sama kamu. lebih tepatnya aku ragu sama diri aku sendiri.aku ragu,apa aku orang yang tepat buat kamu ?, apa aku bisa jadi yang terbaik buat kamu ?, apa aku bisa melindungi kamu atau apa aku bisa selalu ada buat kamu ?" ucap kak Ares panjang lebar dengan aku masih dalam peluknya.


Aku melingkarkan tanganku di punggungnya. mempererat dekapan kami. merasakan detak jantung kami masing- masing.


" kakak tahu Haris suka sama kamu dan mungkin dia lebih baik dari aku. apa kamu yakin untuk tetap bersamaku ?".


Aku tersenyum tipis,menatap mata yang begitu dalam menatapku.


" ketika aku memutuskan untuk menjalani hubungan ini. itu berarti aku siap belajar menerima semua kelebihan ataupun kekurangan kamu. Haris akan tetap menjadi sahabat buat aku. gak lebih".


akhirnya si kaku bisa tersenyum juga. Berhubungan dengan orang berkarakter seperti dia memang butuh penyesuaian diri yang lebih. karena tak mudah menebak apa yang ada dalam benaknya.


wajah itu mendekat dan sebuah kecupan ia daratkan di pipiku.

__ADS_1


" terima kasih,beri aku kesempatan untuk menjadi satu- satunya di hati kamu".


Aku hanya tersenyum,aku tak akan menyiakan orang yang sudah menjatuhkan hatinya untukku. tunggu sampai hati ini tak menyisakan lagi sebuah rasa untuk cinta yang harus menjadi cerita dan tak lagi menyisahkan luka.


" kak,ngomong- ngomong aku belum makan nih".


" sama kakak juga belum makan siang".


" laper gak ?"


" lumayan"


" kenapa tadi gak makan siang pas jam istirahat ?".


" tadi belum laper"


" cemburu bikin kenyang ya ". ledekku. kak Ares tersenyum sambil mengacak rambutku. Kalau melihatnya tersenyum begini kadar kegantengannya bertambah.


" mau makan dimana ?" tanya kak Ares sambil membuka pintu.


" kantin kantor kakak ajalah,kan kakak masih kerja'' jawabku. kak Ares meraih tanganku dan di genggamnya. langkah kami beriring meninggalkan ruangan kak Ares.


" kalau ada yang cari saya,bilang saya sedang keluar ada urusan" dingin suara kak Ares pada sekertaris cantiknya.


" baik pak" sahut mbak- mbak sekertaris singkat.

__ADS_1


Saat langkah kami menjauh sempat ku lirik sang sekertaris. ada tatapan tak sukanya saat menatapku. Aku yakin,diam- diam pasti ia menaruh rasa pada kak Ares. Biarlah itu menjadi cerita tersimpan untuknya. karena aku cukup percaya saja kak Ares bukanlah Adrian yang akan kepincut sekertarisnya.


Masih tetap dengan tangan yang menggenggam erat. langkah kami sampai di kantin kantor. duduk berhadapan di salah satu meja.makan siang sederhana dengan menu soto yang kami pilih. menjadi menu makan siang yang terlambat waktu untuk kami berdua.


__ADS_2