
" apa kabar Wid ?" tanyanya setelah mendekat dan menyalamiku.
" baik,kamu sendiri ?, kok bisa disini ?''
" aku baik juga,lagi tugas disini".
aku terlibat obrolan ringan. ada tatap penasaran di wajah Livi.
" oh ya ,kenalin sahabatku" ucapku seraya menatap Livi. keduanya berjabat tangan.
" Livi"
" Aji"
" sorry Wid,aku pergi dulu. masih ada kerjaan. nomer kamu masih sama kan ?"
" iya masih"
" kapan-kapan aku hubungi"
" oke"
" duluan ya"Aku mengacungkan jempol. kemudian aji berlalu pergi.
" siapa sih ?"
" aji,kan lo udah kenalan ".
" maksud gue,hubungannya sama lo"
" kenalan gue pas di kampung".
" lumayan ganteng juga" puji Livi,aku tak menanggapi. Kami berdua melanjutkan langkah memasuki bangunan berlantai dua itu. Sampai di dalam kami sudah ditunggu seorang perempuan cantik. yang duduk disebuah sofa.
Tampak perempuan yang begitu anggun itu berdiri menghampiri kami .
" selamat datang" ucapnya sambil tersenyum dan menyalami kami. aku sedikit tertegun melihat wanita yang terus memperlihatkan senyum manisnya. Rasanya aku pernah melihat wanita ini. tapi memori dalam ingatanku belum menemukan jawaban .
__ADS_1
" maaf mbak kita telat".
" oh gak apa-apa,mari duduk".
" mbak,kayaknya kita pernah ketemu. dimana ya ?" akhirnya aku bertanya. Wanita itu langsung memandangku dengan cukup intens.
" mbak Widi ya ?" tanyanya.
" iya,benerkan kita pernah ketemu, tapi dimana ya ?, maaf mbak namanya siapa ?. aku lupa ".
" Meila mbak"
" oh iya,inget sekarang. ketemu di mall waktu itu" .
Ada sedikit perubahan di wajah Meila. Aku berusaha sebiasa mungkin. mengikuti langkahnya dan dipersilahkan duduk di sofa . aku duduk bersebelahan dengan Livi yang terlihat sedikit penasaran.
" ini yang mau nikah mbak ...?" tatapannya tertuju pada Livi.
" Livi mbak ,tapi bukan saya mbak . sahabat saya ini ." sahutnya seraya menunjukku. Hilang senyum manis yang tadi mengembang di bibirnya. Menatapku dengan tatapan tidak sukanya.
" maaf saya mau ketoilet dulu . bagaimana kalau untuk konsep,kalian bicarakan dengan asissten saya dulu".
" sebenernya siapa sih dia ?" jiwa kekepoan Livi meronta setelah Meila tak lagi terlihat .
" mantan Abang Lo "
" hah ,serius ? " . Livi melotot sempurna,tak percaya dengan ucapanku. Aku mengangguk mantap.
" cantik banget kan ?,gue aja minder banget pas ketemu dia. "
" gak nyangka Abang gue punya mantan. tapi kenapa putus ya ?, Lo tau gak alasannya ?".
" gue alasannya,jadi secara gak langsung gue udah jadi orang ketiga. Mana Meila kelihatannya belum move on lagi ".
Percakapan kami terputus,karena datang seorang wanita yang tak kalah cantik dari Meila menghampiri kami.
" hai mbak kenalin,aku Dista asisstennya Meila" ucapnya menyalami kami seraya memperkenalkan diri .
__ADS_1
" Widi mbak"
" Livi".
Wanita cantik itu duduk di tempat yang tadi di duduki Meila.
" jadi ini konsepnya mau gimana mbak ?" tanyanya to the point.
" sebenernya aku sih pengen out door, cuma musim hujan. pengennya kayak di taman gitu".
"bisa,nanti bisa kami buatkan suasana taman dalam ruangan. acaranya mau dimana ?".
" hotel sih kayaknya,belum jelas kalau tempat. kebetulan belum di bahas".
" gampang lah mbak nanti kita bisa chat-chatan".
" ok gak masalah. jadi ini pengennya taman yang seperti apa ?"
Aku sedikit menjabarkan apa keinginan yang ada dalam otakku. biarkanlah ini jadi pernikahan impianku,tanpa aku tahu apa keinginan kak Ares. salah dia tak mau ikut. Sampai pembahasan selesai Meila tak lagi muncul di hadapan kami. Aku dan Livi memutuskan untuk berpamitan.
" gue kok jadi gak enak sama Meila ya". ucapku setelah aku dan Livi sudah melaju dengan mobilnya.
" Lo kan gak tau apa-apa,disini yang salah ya mas Ares. kalau dia gak cinta sama Meila ngapain pake sok-sok an jadian segala. tahu Lo jomblo langsung putusin gitu aja". Aku menyandarkan punggungku,tatapanku menerawang tak tentu arah. mengingat luka yang pernah menggores hati ini. Dan kemungkinan besar rasa yang sama ada dalam diri Meila. buruknya aku ambil andil dalam luka itu.
" Lo gak nyaman pake WO mantan mas Ares ?"
" bukan gak nyaman Liv,gue lagi mikir aja. gimana perasaan Meila yang harus nyiapin tempat nikah mantan. pasti sakit banget,tapi gue gak enak kalau ngebatalin. kecuali dari pihak mereka yang batalin. mungkin Tante Dhiya udah kasih Depe kali".
" kayaknya si gitu.udah ah,fokus sama persiapan nikah Lo aja. gak usah Lo pikirin masalah orang lain ".
" tapi lihat reaksi Meila kok gue ngerasa salah ya"
" Lo gak salah apa-apa Wid,dari dulu juga yang mas Ares cinta ya Lo. Lo tuh cinta pertama mas Ares. gue tau gimana cintanya mas Ares sama Lo,waktu Lo ngilang setelah putus dari Adrian . sering banget dia cari-cari alesan ketemu gue. ujungnya nanyain Lo".
" emang gitu ?" Livi mengangguk.
Cinta memang sesuatu yang gak bisa dipaksakan pada siapa akan terjatuh. Tapi mengingat Meila,tak semudah itu untuk aku merasa tak bersalah. masih terlihat jelas dimatanya ada cinta untuk kak Ares. aku pernah terluka dan tanpa aku sadari ternyata aku juga telah melukai.
__ADS_1
Tapi aku juga tak akan mundur dan merelakan kak Ares untuk wanita lain,sudah terlanjur ku jatuhkan hati sedalam- dalamnya pada dia. egoiskah aku ?, mungkin iya. tapi seandainya aku mundur bukan hanya aku yang terluka kak Ares akan lebih tersakiti.
" udah gak usah dipikirin Wid" . tegur Livi. seakan tahu apa yang sedang bersarang di kepalaku.