
Berjalan sendiri,menyusuri tepi jalan dengan pikiran yang masih terngiang tentang cerita Meila. Aku bersyukur mendapat cinta yang luar biasa dari seorang Aresta. Tapi bisakah aku membalas cintanya dengan sama besarnya ?. Aku sendiri tak yakin.
Entah apa yang kak Ares lihat dari diriku ,aku tak secantik Meila,aku juga tak secerdas dirinya. bahkan apa istimewanya aku sebagai wanita?.hal sepele yang seharusnya bisa di lakukan oleh semua wanita ,aku pun tak bisa dengan baik melakukannya.
Berbeda denganku yang terlalu banyak alasan untuk bisa mencintai kak Ares. dia tampan,mapan,dan cerdas. lelaki yang pantas untuk di idolakan oleh semua wanita.mungkin benar jika cinta tak butuh alasan hanya butuh kesungguhan.
Dengan pikiranku yang terus berpetualang. aku terus menyusuri jalanan,untung siang ini tak terlalu panas . awan tampak menggumpal hitam.mungkin akan turun hujan,tapi belum tentu juga. bisa saja angin menerbangkan awan hitam itu dan menampakkan langit yang cerah.
Suara klakson motor menghentikan langkahku. Aku menoleh kearah suara,dua orang lelaki duduk diatas motor dan berhenti disampingku. Aku berhenti ,menyelidik wajah siapa yang berada dibalik helm itu ?.
keduanya membuka helm,ternyata Haris dan Aji.
" kalian,gue pikir siapa ?".
" kamu ngapain Wid ?,lontang- lantung di jalan. pake jalan kaki lagi" ucap Haris,aku nyengir.
" olahraga" jawabku asal.
" siang bolong gini kok olahraga" timpal Aji
" ini kok bisa berduaan,mau kemana ?"
" ketemu tadi di jalan ,ini mau ngopi dulu". Haris menyahut.
" ikut dong"
" ikut gimana ?, kamu aja jalan".
Celingak- celinguk cari solusi. Ada tiga orang tampak ngobrol sambil duduk di atas motor mereka. Tak begitu jauh dari tempat aku berdiri .
" Bang !" panggilku ,sukses membuat ke tiganya menoleh.
" iya neng,kenapa ?" salah satu dari mereka bertanya.
__ADS_1
" ojek bang ?"
"iya" jawabnya seraya menghidupkan motor dan mendekat.
" ada apa neng ?"
" anterin saya ya bang ,ikuti mereka ini bang". ucapku sambil menunjuk Haris .
" pinter kan gue" ucapku membanggakan diri pada Haris dan Aji,yang hanya di balas senyum dan gelengan pelan .
Haris menghidupkan mesin motornya dan segera melaju. Abang ojek yang memboncengku segera mengikuti dua temanku itu. Sampai di sebuah coffe shop,Haris berhenti,bang ojek yang membawaku ikut berhenti.
Aku membayar jasa yang sudah kupakai dan segera menyusul kedua teman yang sepertinya keberatan diikuti olehku.
" ish,kalian kayak mau kencan aja. gak ikhlas banget gue ikut" cerocosku setelah masuk kedalam coffe shop dan duduk diantara lelaki yang duduk berhadapan. setelah aku mampir meja bartender untuk memesan kopi favoritku.
" bukan gak ikhlas Wid,males aku berurusan sama tunangan kamu". Haris yang menyahut. aku mengerucutkan bibirku,benar saja sudah beberapa kali Haris mendapat kecemburuan kak Ares.
" emang tunangannya Widi kenapa Ris ?" Aji buka suara karena dia belum pernah ketemu kak Ares.
" serem,udah kayak mau nelen orang kalau lagi cemburu". terang Haris. yang membuatku tertawa geli.
Seorang pelayan membawa tiga cangkir kopi menghampiri kami. menjeda sejenak obrolan kami bertiga.
" silahkan mas,mbak"
" makasih mbak" sahutku.
"seserem itu ?" pertanyaan Aji meluncur dari mulutnya setelah pelayan pergi. Haris mengangguk seraya menyesap kopinya yang masih mengepul.
" seserem itu calon gue Dimata Lo Ris?" tanyaku.
" iya,udah berapa kali aku lihat matanya itu berkobar-kobar karena cemburu. yakin, dia bucin akut sama kamu".
__ADS_1
". kan enak punya pasangan bucin ". sahutku asal sambil menyeruput kopi moka ku .
" penasaran deh aku " celetuk Aji.
" Dateng besok ke pernikahan gue,gue kenalin beruang kutub gue".
" beruang kutub ?"
" iya,nyeremin kayak kata Haris dah gitu dingin lagi ". di sambut tawa lirih mereka.
sesaat diam,menikmati kopi masing-masing. aku senang tatapan tak suka yang dulu Aji perlihatkan pada Haris kini tak lagi ada. aku tak tahu sejak kapan mereka seakrab itu .
" btw,ini masih jam kerja,kok Lo pada keluyuran ?" aku membuka suara.
" aku kan cuma kunjungan kerja,dah selesai kerjaanku. nanti sore juga balik". Aji menyahut.
" kalau aku tadi ketemu klien,ya korupsi waktu dikitlah buat merefresh otak". aku mangut-mangut paham .
" kamu nikah kapan ?"
" bulan depan rencananya,Lo mesti Dateng ,entar gue chat hari dan tanggalnya".
" ok,tapi kamu juga datang ya ke nikahan aku dua bulan lagi"
" Lo udah mau nikah juga ?, gue usahain Dateng. tinggal Lo nih Ris".
" santailah ,baru juga di mulai. masa langsung buru-buru nikah aja. nikmatin dulu masa pacaran".
Obrolan ringan,berbagi cerita diselipi canda dan tawa. rasanya sangat menyenangkan ngopi bareng teman . akan sangat menyenangkan jika hal seperti ini sering di lakukan.
Ah ,mungkin ini akan jadi salah satu hal yang perlu aku lakukan bersama suami setelah menikah. Suami ?, satu kata yang mungkin masih sedikit membuatku tak percaya. sudah sejauh ini ternyata hubunganku dengan kak Ares . Lelaki yang sudah kukenal sejak puluhan tahun yang lalu. tanpa pernah kupandang istimewa tapi justru dia adalah lelaki yang di siapkan untuk jodohku di masa depan. sungguh diluar dari ekspektasi yang sudah kukhayalkan tentang sebuah kisah masa depanku.
Lupakanlah sejenak tentang liku hidupku. nikmati saja waktu ini,saat ini,detik ini. karena tak akan pernah terulang. Agar kelak di satu waktu di masa depan,jika kita dipertemukan pada tempat yang sama. kita akan punya cerita tentang hari ini.
__ADS_1