Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
mengakhiri yang telah berakhir


__ADS_3

Setelah meyakinkan kak Ares,akhirnya dia mau melanjutkan rencana hari ini untuk menjenguk Adrian. dengan parcel berisi beberapa macam buah di tanganku,kini aku dan kak Ares berjalan di koridor rumah sakit. mencari kamar tempat dimana Adrian di rawat. tak butuh terlalu lama untuk menemukannya,karena ia dirawat di ruang VIP.


" sayang aku tunggu di luar aja ya" ucap kak Ares setelah tepat berada di depan pintu ruang rawat Adrian.


" yakin ?, aku berduaan sama Adrian ?. aku gak mau ya,nanti kamu jadi marah-marah gak jelas ".


Terdiam sejenak,terlihat berpikir.


" iya deh ikut masuk aja" .


Heran aku kadang dengan kelakuan manusia satu ini. cemburu terkadang terasa manis karena merasa dicintai. tapi terkadang terlalu miris,jika tidak pada tempatnya. Tapi tak merubah rasa cintaku padanya,biarlah dia dengan kekurangannya. dengan masih adanya kekurangan di dirinya berarti dia masih membutuhkan aku untuk melengkapinya.


Aku mengetuk pintu di hadapanku,suara lemah Adrian mempersilahkan masuk. Aku mendorong pintu perlahan. Ada semburat senyum ceria menghiasi bibir lelaki yang kini terlihat begitu kurus dengan penampilan yang berantakan. rambut yang memanjang,rambut yang tumbuh di wajahnya pun tak ia cukur . seakan yang berada diatas ranjang itu bukanlah Adrian yang kukenal.


" Hay Dri !" sapaku seraya melangkah mendekat. senyum itu semakin melebar


" Wid," hanya kata itu yang terucap. tapi saat suara langkah yang menyusul ku masuk,membuat Adrian beralih menatap kearah pintu. dan senyum di bibirnya memudar seketika.


" gimana keadaan kamu Dri ?, kemarin ketemu Tante katanya kamu sakit " . aku bersuara tak perduli pada Adrian yang sedang menatap tajam kak Ares.


" seperti yang kamu lihat''. jawabnya dengan raut wajah yang tidak bersahabat terus menatap kak Ares .


" aku taruh sini ya buahnya" lanjutku meletakkan bawaanku diatas meja.


" makasih"


Tanpa di persilahkan aku duduk di kursi yang terdapat di sisi ranjang. belum ada kata yang terucap dari bibir kak Ares. Pandangan Adrian beralih memandangku.


" terima kasih Wid,sudah mau Dateng".


" sama-sama".


" Sakit apa ?" bukan dari mulutku,tapi dari bibir kak Ares . orang yang kini berdiri di sampingku dengan kacamata yang sudah ia lepas.


" lambung " singkat Adrian.


" oh,semoga cepet sembuh" . basa-basi kak Ares

__ADS_1


"thanks"


Benar- benar suasana yang canggung. Terasa sekali aura mencekam ini. Aku juga bingung sebenarnya mau ngomong apa . Rasanya lebih mudah memaki Adrian dari pada harus bersikap seakan semua baik - baik saja.Tapi melihat keadaannya saat ini sungguh menyedihkan. iba rasa itu yang menghampiriku.


Beberapa saat mulut kami terkunci. membisu dengan pikiran kami sendiri. Tiba-tiba suara hp kak Ares berbunyi.


" sayang,aku angkat panggilan dulu. aku tunggu di luar ya" pamit kak Ares.


" oke"


" mari mas" pamitnya yang hanya di jawab anggukan Adrian.


setelah kepergian kak Ares,Adrian mulai bicara.


" dia siapa ?".


" kak Ares,calon suamiku" sahutku santai. Ekpresi kaget, itu yang ku tangkap dari raut wajah Adrian. Ia berusaha bangun dan duduk bersandarkan sandaran ranjang.


" kamu,akan menikah ?" . wajah itu berubah sendu.


" tak ada kesempatan lagi untukku " ucap Adrian ,aku menggeleng seraya berujar "kita sudah selesai Dri"


" tapi rasa cintaku masih sama buat kamu Wid".


" hal paling berat dalam sebuah hubungan adalah perpisahan dan paling berat dalam cinta adalah melepaskan dan merelakan. aku sudah pernah dalam fase itu. sekarang aku gak mau lagi merasakan itu. aku mencintai kak Ares". ucapku seraya menatap wajah pucat Adrian.


" maaf,maaf untuk semua luka yang sudah kugoreskan . untuk semua sakit yang kuberikan. maaf aku sudah menyia- nyiakanmu. maaf untuk semua kebodohan yang sudah kulakukan padamu ."


" sudah aku maafkan,aku gak mau hidup terbebani dengan rasa benci seumur hidupku".


" setelah ini,apa kita masih bisa berteman ?"


aku tersenyum,bukan sebagai jawaban iya. melainkan aneh rasanya jika mantan jadi teman.


"cukup jadi orang yang saling kenal saja. cukup saling menyapa jika suatu saat kita berpapasan di jalan yang sama". sahutku. Adrian mengangguk pelan.


" bangkit Dri,jangan hidup dalam kungkungan masa lalu. kita tak mungkin bisa mengembalikan yang sudah terjadi. jalan di depan jauh lebih panjang".

__ADS_1


" mama yang cerita ?"tanya Adrian yang paham arah bicaraku.


"iya"


" tanpa kamu,apa aku masih bisa jadi orang yang sama ?" sebuah pertanyaan yang lebih di tujukan untuk dirinya sendiri.


" dengan atau tanpa aku,hidup akan terus berjalan".


" terima kasih Wid,sudah pernah singgah dalam hidupku". lirih Adrian dengan sorot mata yang masih sama seperti dulu . aku hanya tersenyum tipis.


Dengan drama yang terjadi ini,benarkah aku setenang kelihatannya ?. Tidak,hatiku ngilu. meski sudah memudar dan samar namun ada rasa yang masih bersarang di sana. Tapi tak akan kubiarkan rasa ini kembali. cukup sudah,saatnya untuk mengakhiri yang telah berakhir .


" Wid,aku pengen ngomong sama calon suami kamu ,boleh ?"


" oke,aku panggilan dulu". ucapku. ternyata cukup lama kak Ares pergi meninggalkan ruangan. aku meninggalkan Adrian keluar ruangan. terlihat kak Ares yang berdiri bersandar pada tembok.


" kak " panggilku. kak Ares menoleh dan menghampiriku.


" sudah ?" aku menggeleng.


" Adrian pengen ngomong".


" apa ?" aku mengangkat bahu.


" masuk aja dulu". pintaku seraya meraih tangannya dan menuntunnya kedalam.


Tak ada lagi tatapan tak bersahabat dari mata Adrian. justru senyum yang mengembang di bibirnya . Adrian mengulurkan tangan. dengan sorot mata tak mengerti kak Ares menyambut tangan Adrian.


" selamat ya,kata Widi sebentar lagi kalian menikah".


" terima kasih " sahut kak Ares.


" jaga Widi,jangan sakiti dan kecewakan dia, jangan jadi orang bodoh sepertiku . aku yakin kamu orang yang tepat untuknya". tutur Adrian dengan senyum yang masih mengembang.


" pasti " sesingkat itu jawaban kak Ares.


Tak pernah aku berpikir,Adrian akan berucap seperti itu. Terharu juga aku mendengarnya. Tak ingin lagi berlama- lama,aku dan kak Ares berpamitan meninggalkan sebuah doa untuk Adrian . semoga lekas sembuh.

__ADS_1


__ADS_2