
Tak terlalu lama aku dan kak Ares berada di minimarket. kini aku sudah diantarnya kembali pulang.
" aku langsung pulang aja ya " pamit kak Ares setelah berada di depan rumahku.
" gak jadi main ?"
" lain kali aja,"
" karena ada Haris ya ?" tebakku.
" takut canggung aja,dan jadi gak nyaman"
''kakak gak apa- apa ?". sebuah pertanyaan yang sebenarnya hanya untuk meyakinkan diriku sendiri.
" kakak percaya sama kamu "
Kak Ares menarik pelan kepalaku dan mencium lembut di kening. Tatapan mata kami bertemu,sorot mata itu membiusku. seakan kesadaran hilang membuatku membeku. Saat wajah kak Ares semakin mendekat dan kurasakan bibirnya telah menempel di bibirku. ******* kecil terasa begitu lembut membuatku semakin terpaku. Tak lama kak Ares melepas pangutannya,membawa kembali kesadaranku.
" kak "
" apa ?".
" ngomong- ngomong ini kaca gak tembus pandang kan ya ?" tanyaku yang baru menyadari keadaan yang bisa saja membahayakanku. siang bolong berciuman di depan rumah. ketahuan papa habiskah aku.
Kak Ares tertawa kecil,mengacak rambutku.
" Aman,apa mau lagi ?" ledek kak Ares sambil menggodaku dengan matanya.
"ih kak Ares ternyata,gitu ya," ucapku sok sewot. yang hanya mendapat tanggapan sebuah senyum. aku beranjak turun dari mobil. Tak lupa mengambil belanjaan di jok belakang.
" makasih ya kak "
" iya,sama- sama. aku pulang ya"
__ADS_1
" he'em,hati- hati ya"
Kak ares mengangguk,melambaikan tangan dan melajukan mobilnya perlahan meninggalkanku yang masih menatap kepergiannya. Setelah mobil kak Ares tak terlihat aku segera masuk rumah.
" nih ma belanjaannya,Haris mana ma ?"
" taruh meja aja,makasih ya sayang. itu Haris di belakang main catur sama papa".
Aku meletakan belanjaan dan tasku di meja dapur. pergi menemui Haris dan papa yang sedang asyik main catur.
" asyik bener" ucapku sambil duduk di samping papa.
" Hey Wid udah balik".
" udah"
" nak Ares mana?"
" pulang pa"
" gak selesaiin pa ?"
" gak,saingan berat dia. sampai sore nanti gak selesai- selesai". ujar papa sambil beranjak dari tempat duduknya.
Tinggal aku dan Haris disini. ada kecanggungan yang ku lihat dari raut wajahnya.
" ibu gak ada kok lo gak ngabarin Ris ?".
" sorry,lupa aku. pas kamu pulang kan ibu masuk rumah sakit. dan ternyata ibu sudah tidak tertolong lagi'.
" ikut berbela sungkawa Ris. terus gimana ceritanya lo disini ?, dan ternak lo gimana ?".
" aku ngelamar kerja dan dua minggu yang lalu dapat panggilan kerja. terus kalau masalah ternak abang yang ngurus sekarang".
__ADS_1
Diam sesaat,tertegun dengan pikiran masing- masing.
" tadi pacar kamu ?" tanya Haris sambil menatapku.
" iya,kita sedang mencoba menjalin hubungan".
Haris menghela nafas,tatapannya menjurus kedepan.
" ternyata aku terlambat. salah satu alasan aku mencari kerja disini kamu".
Ada rasa bersalah yang menelusup dadaku. Aku tak pernah berfikir Haris akan melakukan ini.
" maaf" lirihku tanpa berani menatap wajahnya.
'' tak ada yang perlu di maafkan. karena tak ada yang salah."
" kamu pasti kecewa"
" kecewa mungkin iya,kenapa baru sekarang aku datang. disaat kamu sudah memilih lelaki lain. tapi aku tak terluka,setidaknya sekarang aku tahu kamu sudah bisa menepi dari masa lalumu".
Haris selalu saja dia dengan ke dewasaannya. Membuat hatiku merasa terenyuh. Tapi aku sudah memutuskan untuk membuka hati untuk kak Ares. Tak kan kuberi cela pada rasa yang lain. aku tahu rasanya dihianati dan perihnya rasa saat cinta meninggalkan kita. Dan aku tak ingin menjadi penghianat itu. biarlah Haris tetap menjadi sahabatku.
" aku tetep bisa main kesini sebagai temen kamu kan ?".
Aku mengangguk dan berucap" kapanpun kamu mau main,pintu rumah selalu terbuka".
" makasih,soalnya aku belum ada temen disini".
" kapan- kapan kalau sempet bisa main ke cafe tempat sku kerha. nanti aku kirim alamatnya".
" boleh"
Akhirnya kita bisa ngobrol santai,mengesampingkan sebuah rasa kecewa. kita mencoba untuk kembali merangkai alur cerita sebagai sahabat. cukup seperti itu saja,mencoba mengikis rasa yang memang seharusnya tak ada.
__ADS_1
untuk yang menunggu kelanjutan ceritaku. maaf jika sewaktu- waktu tidak bisa up. Karena author lagi nunggu hari-hari kelahiran baby. mohon doa kelancaran persalinan ya teman- teman.