Jalan Menemukanmu

Jalan Menemukanmu
Memaafkan dan Lupakan


__ADS_3

Diam,aku memilih diam di samping Adrian yang melajukan mobilnya pelan. Sesekali Adrian melirikku,aku menyadarinya tapi aku tak ingin bersuara. sampai di sebuah taman mobil Adrian berhenti,di sini dulu sering kita menghabiskan waktu berdua. Adrian tahu aku lebih suka taman daripada mall atau restoran untuk berdua dengannya. dan sekarang ia kembali membawaku kesini. mencoba mengusik kenangan yang ingin kusimpan dan ku jadikan sejarah.


Masih dalam diamku,Adrian turun dari mobil dan membuka pintu untukku. Dadaku bergemuruh antara benci,luka dan sisa cinta yang kuakui masih ada. Aku seperti orang linglung mengikuti langkah Adrian dengan tatap nanar.


" tempat ini,semoga kamu tidak akan pernah melupakan tempat ini Wid" suara Adrian memecah hening. aku hanya tersenyum kecut.


Aku duduk di salah satu kursi diikuti Adrian duduk di sebelahku. di taman ini dulu Adrian menyatakan cinta padaku. mungkin hal yang tak akan pernah aku lupakan. Beberapa saat kebisuan kembali terjadi.


" apa yang mau kamu bicarakan ?" tanyaku dingin. tanpa ingin memandang wajah itu. terdengar helaan nafas berat.


" aku mau minta maaf,tolong jangan benci aku Wid" lemah suara itu.


" kenapa ?,kenapa aku tak boleh membencimu ?"


" karena aku masih dan akan selalu mencintai kamu Wid"


Aku tersenyum sinis.


" kalau kamu mencintaiku. kenapa indira yang kamu nikahi ?"

__ADS_1


" indira hamil,tapi tolong tunggu aku sampai Indira melahirkan. akan kubuktikan kalau itu bukan anakku" Sekilas kutatap wajah Adrian,ada tatap pengharapan disana.


" kenapa kamu mau menikahinya kalau kamu tak yakin itu anakmu ?"


Masih diam,bibir itu tak bergeming.


" kamu pernah melakukannya dengan dia ?"


Anggukan kecil itu membuatku merasa lebih terkhianati. Selama berpacaran denganku memang hanya sebatas ciuman yang kami lakukan. aku hanya ingin menjaga apa yang seharusnya kujaga. aku tak menyangka ternyata Adrian justru melakukan dengan wanita lain.


" tapi aku melakukannya dengan pengaman. gak mungkin kan dia hamil".


penjelasan yang membuatku ingin mencekik lehernya.


kutatap wajah itu dengan sorot mata kebencianku.


" kalau seandainya ternyata itu anak kamu,apa aku juga harus menunggu ? sampai kapan ?. atau seandainya itu memang bukan anak kamu,apa kamu pikir aku bakal kembali lagi sama kamu ?"


" Aku...." ucap itu terhenti.

__ADS_1


" aku apa ?,aku gak sebodoh itu Dri,satu hal yang pasti. anak itu anak kamu atau bukan ,kamu sudah menghianati aku"


" Wid,maaf " lirih suara itu,wajah itu menunduk dalam. mendapati kenyataan ini rasa dalam hati terasa lebih perih.


" aku maafin rasa sakit yang sudah kamu beri,aku maafin untuk luka yang kamu torehkan,aku maafin untuk penghianatan yang kamu lakukan. tapi tolong jangan cari dan temui aku lagi. aku ingin melupakan semuanya. sampai kapanpun aku gak akan pernah kembali sama kamu. terima kasih untuk semua yang sudah kamu beri untukku. aku pergi,jangan temui aku lagi ".


Dengan rasa sakit yang menghimpit dada ini,aku berdiri. Adrian memegang tanganku. aku tak ingin lagi berhenti disini,aku harus melangkah meninggalkan semua kisah masa lalu ini. kuhempaskan tangan Adrian. gontai langkahku meninggalkannya yang masih duduk mematung.


Air mataku jatuh,sesak dadaku menghimpit hati ini.


" aku antar kamu ke cafe" tiba- tiba suara Adrian di belakangku.


" tak usah,aku ingin sendiri dulu".


"Wid"


" please" ucapku tanpa menoleh padanya. Langkahku menjauh meninggalkannya.berjalan tanpa tujuan pasti. Air mataku terus membanjir. menyusuri tepian jalan dengan langkah lemas. Tiba- tiba sebuah mobil berhenti di sampingku.


Kaca mobil itu terbuka,aku menatap wajah yang kukenal. Kak Ares. aku menghentikan langkah .

__ADS_1


" masuk " titah Kak Ares tanpa turun dari mobilnya. Tanpa perlu berpikir aku memutari mobil dan masuk kedalam mobil itu setelah pintu di buka dari dalam oleh kak Ares.


Tak ada kata,aku pun tak bersuara. Air mataku masih membanjir meski telah berkali- kali kuhapus. Kak Ares melajukan mobilnya masih dengan wajah datarnya tanpa bertanya apa yang terjadi padaku. Aku juga tak ingin bercerita pada manusia kaku di sampingku. Aku hanya ingin menangis. Dan biarkan air mata ini mengalir.


__ADS_2