
Terlihat seorang pria tampan sedang berdiri menghadap ke arah jendela, kedua tangannya di masukan kesaku celana.
Sedangkan dibelakangnya, terdapat beberapa orang yang sedang berdiri dengan menggunakan jas hitam dan kacamata hitam. Dan satu orang pria sedang duduk membungkuk menghadap pria tampan yang sedang berdiri itu.
"Bagaimana?" tanya pria tampan itu.
"Saat ini mereka sedang di bandung tuan, mereka pindah sekitar seminggu yang lalu!" jawab pria yang sedang terduduk itu.
"Baiklah terus awasi mereka, terutama dia kau harus selalu melaporkan perkembangan tentang dia, jangan sampai ada yang terlewat!"
"Siap tuan!"
Lalu pria yang duduk itu berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Sedangkan pria tampan itu tersenyum.
"Kalian tidak akan bisa lari, karena dia milikku jika sudah saatnya saya akan mengambilnya!" ucapnya tersenyum.
...***...
Argan kesal karena pagi-pagi dia sudah dibuat kesal oleh wanita cantik yang terus mengikutinya.
"Elo kenapa sih ngikutin gue, pergi gak!" pekik Argan kesal saat baru tiba disekolahnya.
Semua mata tertuju pada Argan dengan tatapan aneh dan sinis. Tapi Argan tidak mempedulikannya, karena sekarang dia hanya ingin lepas dari wanita sinting yang terus mengikutinya.
"Argan aku ikut!" rengek si wanita itu.
Tapi Argan mengabaikannya. Dia berlalu pergi ke kelasnya dan langsung duduk dikursinya. Dia merasa bosan karena dia belum punya teman disini, terkadang dia merindukan sahabatnya Guntur dan Erin.
Apa lagi saat pertama masuk, Argan sudah di cap kurang baik, dia disangka gila, karena sering marah-marah dan bicara sendiri.
Padahal dia marah karena ada hantu yang terus mengganggunya. Sebenarnya Argan lelah dengan kehidupannya yang indigo, tapi dia pun tak bisa apa-apa karena mata batinnya tak bisa ditutup.
Tak terasa bel masuk berbunyi. Semua murid berhambur masuk kelas. Argan lega karena hantu wanita itu tidak mengikutinya dan mengganggunya.
Siapa sangka wanita cantik yang pernah tidur dikamar Argan adalah seorang hantu, padahal dia tidak terlihat seperti hantu karena wajahnya cantik dan juga tidak pucat.
Namun Sepertinya Argan tidak bisa lepas dari dia karena dia terus menempel. Seperti saat ini tiba-tiba dia dibelakang Argan dan meniup tengkuk Argan hingga membuat Argan merinding. Argan menahan kesal dengan kelakuan hantu wanita itu.
"Tamara!" geram Argan yang sudah sangat kesal karena terus diganggu. Membuat teman di sebelah mejanya menatap Argan.
Argan duduk sendiri karena tidak ada yang mau duduk dengannya, karena mereka pikir Argan aneh, tapi karena ketampanannya tak jarang ada cewek yang terpesona dengan Argan.
Saat guru sedang menjelaskan pelajarannya. Lagi-lagi Argan berteriak karena kesal.
"Diam!!" teriak Argan.
Membuat Semua mata tertuju padanya tak terkecuali gurunya.
"Kenapa Argan? kamu tidak suka dengan pelajaran ibu?" tanya bu Sani kesal.
__ADS_1
"Ng-nggak bu, eh maksudnya suka bu!" Argan gelagapan karena lagi-lagi ditegur guru.
Tamara hanya terkekeh geli melihat Argan di marahi.
"Keluar!" sentak bu Sani.
"Ta-tapi bu!" Argan tidak mau dihukum lagi.
"Keluar Argan!" teriak bu Sani kesal.
Mau tak mau Argan pun keluar di ikuti oleh Tamara. Semua mata tertuju pada Argan, mereka sudah terbiasa selama seminggu ini semenjak kedatangan Argan selalu membuat kelasnya gaduh karena Argan.
Argan menghela nafas kasar, lagi-lagi dia dihukum gara-gara hantu.
"Hi hi hi.." Tamara terkikik geli melihat Argan dihukum, dia senang sekali melihat wajah marah Argan, karena baginya Argan terlihat sangat tampan saat marah.
Argan pun berdiri di luar kelas, sambil merentangakan kedua tangannya dan mengangkat satu kakinya. Argan sudah terbiasa di hukum begini.
"Dari pada kamu disini mending ke kantin yuk!" ajak Tamara.
Argan melotot ke arah Tamara. Tapi itu membuat Tamara semakin gemas dengan Argan.
"Ihhh kamu ganteng banget sih!" ucap Tamara gemas sambil mencubit kedua pipi Argan. Membuat Argan semakin melotot ke arahnya.
"Diem gak atau gue timpuk lo!" geram Argan.
"Coba aja kalo bisa, wueee.." ucap Tamara sambil menjulurkan lidahnya. Saat Argan akan melemparkan botol yang didekat kakinya Tamara menghilang.
...***...
"Bun!" panggil Ares saat melihat istrinya sedang menyiram bunga di taman belakang.
Ares memeluk Inas dari belakang. "Ada apa yah?"
"Besok ayah mau kembali ke tangerang, mau nyelesain pekerjaan, gak apa-apa ya ayah tinggal?"
Seketika membuat Inas menghentikan aktivitasnya dan berbalik menghadap suaminya. Ares tak melepaskan pelukannya, dia memegang pinggang Inas dan tangan Inas dileher Ares. Inas menatap Ares begitu juga Ares.
"Jangan lama-lama ya sayang, bunda takut!" lirih Inas.
cup Ares mengecup bibir Inas. "In Syaa Allah paling dua hari sayang!" Inas tersenyum dan mengangguk.
...***...
Hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun berganti, keluarga Ares hidup dengan tenang dan bahagia. Namun siapa sangka justru inilah permulaan bencana untuk mereka.
Dua tahun berlalu kehidupan mereka tenang dan tentram. Saat ini usia Argan memasuki masa baligh disinilah permulaan bencana yang akan mereka mulai. Namun mereka tak menyadari itu karena mereka terlalu terlena dengan kebahagiaan dan ketenangan mereka.
Malam itu tepat malam jumat kliwon tepatnya usia Argan memasuki lima belas tahun. Tidak ada yang tau apa yang terjadi dengannya. Siapa yang akan menyangka pemuda tampan itu akan sangat menjadi mengerikan.
__ADS_1
Malam itu seperti biasanya dia tertidur, Tamara yang biasanya menemani pun entah dimana dia berada, meski Argan kesal dengannya tapi dia tidak pernah melarang Tamara untuk tinggal dirumahnya.
Saat Argan sedang terlelap dia terbangun karena ada sesuatu yang mengejutkan dia. Namun ketika dia terbangun tiba-tiba dia merasakan tubuhnya terasa sangat sakit dan seperti remuk serta badannya terasa panas terbakar. Ditambah tenggorokan yang terasa sangat kering dan juga panas.
Argan mengerang kesakitan dia beranjak dari kasurnya dan pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan seluruh tubuhnya.
Dia menyirami tubuhnya dengan air, namun rasa panas itu tidak hilang sedikit pun, tenggorokannya pun masih terasa kering dan panas.
"Bunda! Ayah!" teriaknya namun suaranya serasa tercekat ditenggorokan.
Argan terus mengerang kesakitan lalu dia berlalu kedapur untuk mencari es, dia minum air es berharap rasa kering dan panas ditenggorokan akan hilang, namun ternyata nihil semakin terisi dengan air semakin panas dan kering tenggorokannya.
Tubuhnya semakin lemah hingga dia tergeletak, semakin lama rasa panas semakin membara tapi dia terus berusaha bangkit dan menuju kamar orang tuanya.
Dia ingin berteriak namun tak bisa, tenggorokannya terasa sangat sakit dan perih karena saking kering dan panasnya, air sama sekali tak memberikan kesejukan pada tenggorokannya.
"Ayah, bunda tolong!" lirihnya dalam hati.
"Pa-pa-nas!" dia bergumam bibirnya kering dan juga sangat pucat.
Argan berusaha menggeser tubuhnya untuk sampai di kamar orang tuannya, Argan terus menggeret tubuhnya perlahan, bahkan dia sudah tidak bisa mengerang lagi karena sudah tidak bisa mengeluarkan suara. Namun terlihat dia sangat kesakitan dan kepanasan.
"Bu-bun-da!" gumamnya.
Sekuat tenaga Argan menyeret tubuhnya agar sampai dikamar orang tuanya. Namun sudah cukup lama Argan menyeret tubuhnya tapi dia belum sampai kepintu kamar orang tuanya.
Dia sudah tidak kuat menahan rasa sakit dan panas ditubuhnya, di tambah tenggorokannya semakin sakit dan perih. Wajahnya semakin pucat, bibirnya kering, air matanya mengalir.
"Bunda tolong, ayah tolong!" pekiknya dalam hati. Tangannya terus menggapai ke arah pintu kamar orang tuanya, namun sia-sia dia sama sekali tidak bisa menggapai pintu karena jaraknya masih jauh dan dia juga tidak bisa mengeluarkan suara dan tubuhnya sangat lemah.
Sedangkan Ares yang baru selesai melakasanakan sholat malam, hatinya merasa gelisah dan dadanya tiba-tiba terasa sakit.
"Astaghfirullah, kenapa ini?" ucapnya sambil meremas dadanya yang terasa sakit. Inas yang terlelap pun tiba-tiba terbangun dan merasakan sakit didadanya.
"Ayah!" Ares langsung menghampiri istrinya yang tiba-tiba, berteriak.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Dada bunda sakit yah!" lirih Inas.
Ares bingung karena dia pun merasakan sakit didadanya. Ares pun mengelus dada Inas agar tidak terasa sakit.
Saat mereka sedang sibuk meredam rasa sakit mereka tiba-tiba terdengar suara yang mengejutkan mereka.
Praanggg..
.......
.......
__ADS_1
...Bersambung.....