
Setelah mendengar bisikan itu Argan kembali tersadar, lagi-lagi dia terkejut saat melihat semua orang yang ada disana terlihat normal tidak seperti sebelumnya yang ubnormal.
Argan menggelengkan kepalanya berkali-kali dan mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan apa yang dilihatnya itu benar atau tidak dan ternyata sudah berkali-kali dia coba, tetap yang dia lihat semuanya manusia normal, bukan manusia-manusia yang mengerikan.
"Apa ini? kenapa denganku? apa yang aku lihat tadi hanya Delusi?" Argan bertanya-tanya dalam hati.
Sungguh dia tidak mengerti tapi jelas sekali tadi dia melihat manusia-manusia yang mengerikan. Namun sekarang dia melihat semuanya terlihat normal dan baik-baik saja dan makanan yang mereka makan pun tidak ada yang aneh.
Mungkin karena kecemasan Argan yang membuatnya paranoid sehingga menghasilkan Delusi.
Argan berjalan sambil mencoba menetralkan pikirannya agar tetap jernih. Dia menghampiri Reka yang sedang mengobrol dengan Ares dan Inas dan yang lainnya.
"Hey boy, kemana aja om tungguin dari tadi?" tanya Reka saat melihat Argan.
Argan tersenyum dan memeluk Reka sambil memberinya selamat.
"Selamat ya om!"
"Ohh iya kenalin, ini calon suami om namanya Calista!" ucap Reka memperkenalkan Calista tunangannya.
Argan tersenyum dan menyalami calista, namun tatapan Calista sangat aneh bagi Argan. Entahlah tapi Argan merasa Calista menatapnya seperti macan yang menemukan mangsanya, seperti ingin menerkamnya.
Argan pun segera melepaskan tangannya.
"Wahh.. tante Calista cantik ya!!" ucap Argan untuk mengalihkan suasana hatinya yang menegang. Membuat semua orang tertawa.
"Liat tuh yah anaknya udah bisa gombalin tantenya!" ledek Inas. Membuat Argan tersipu begitu juga Calista.
Namun tatapan mereka bertemu lagi dan tatapan itu pun tetap sama, bagai macan yang ingin menerkam mangsanya. Argan segera menghindar dengan berpamitan ingin gabung sama Marvel.
Sebelum pergi Argan menatap Calista, tatapan itu semakin tajam, lalu dia tersenyum tipis tapi seperti senyuman meledek.
Argan langsung mengalihkan pandangannya dan mencari Marvel. Namun tak sengaja dia malah melihat Sandi dan Shina yang sedang bermesraan. Hati Argan panas tapi untuk kali ini dia mengindahkan perasaannya dan lebih memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
Entah kenapa dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi di pesta ini. Akhirnya Argan menghampiri Penty yang sedang mengobrol dengan Inka, selain untuk mengalihkan perasaannya pada Shina, dia ingin meminta maaf pada gadis itu.
Argan langsung menarik Penty hingga keluar rumah.
"Elo apa-apaan sih, tarik-tarik gue!" gerutu Penty kesal.
Argan tak mempedulikannya dia menarik Penty dan mengajaknya duduk di luar. Meski kesal Penty pun menurutinya.
"Maafin aku ya, maaf kemarin aku benar-benar gak sengaja!"
Penty masih terdiam dan memalingkan wajahnya, sungguh dia masih kesal karena Argan masih memberinya harapan. Tapi dia melihat jelas kalo Argan masih menyukai Shina. Meski dia tau sekarang Shina malah menyukai Sandi.
"Peniti!" panggil Argan sambil menggenggam tangan Penty. Penty masih memalingkan wajahnya dan mengabaikan Argan.
"Kalo kamu gak nengok aku bakal-" belum sempat Argan selesai bicara Penty sudah menoleh ke arahnya dan membuat Argan senang.
Penty menatap Argan tajam, namun semakin dalam Argan menatap Penty justru tatapan itu berbeda bukan tatapan Penty. Argan terkejut ketika mata itu berubah jadi merah hingga membuat dia menjauh dari Penty.
Dan itu membuat Penty kesal melihat sikap Argan yang menjauhinya. Penty meninggalkan Argan yang masih sedang dalam kebingungan.
Argan pun pergi menuju toilet untuk membasuh muka dan menenangkan pikirannya. Sesampainya di toliet dia membasuh muka dan menatap wajahnya di cermin.
"Fokus Argan fokus!" ucapnya pada dirinya sendiri.
Argan terduduk di closet duduk dan terus berusaha menenangkan pikirannya. Sungguh dia masih belum mengerti kenapa dia sampai mengalami Delusi.
Argan kembali membasuh mukanya dan dia menatap wajahnya lagi di cermin, tapi dia kaget bukan kepalang, melihat wajah orang lain di cermin dia malah melihat wajah seorang wanita yang sedang tersenyum menyeringai ke arahnya. Argan mengucek matanya, untuk memastikan pandangannya tidak salah lihat.
Dan benar, lagi-lagi semua itu hanya Delusi, Argan segera keluar dan mencari ayah dan bundanya. Dia ingin sekali pulang dan ingin mengistirahatkan otaknya.
Dia mencari-cari keberadaan kedua orang tuanya tapi tak di temuinya, bahkan keluarganya yang lain pun tidak ada. Dia ingin bertanya pada Reka tapi Reka sedang memulai acara pertunangannya dengan Calista.
Argan masih mencari kedua orang tuanya dan keluarganya tapi dia tidak menemukannya. Dia mencari keluar dan mobil mereka masih ada, Argan sangat khawatir takut keluarganya kenapa-napa.
__ADS_1
Argan kembali kedalam, lagi-lagi dia dikejutkan entah kenapa dia seperti di permainkan, kali ini didalam rumah itu tidak ada siapa pun dirumah itu benar-benar kosong, bahkan rumah itu seperti rumah tua yang sudah lama tidak di tinggali. Banyak debu dan sarang laba-laba yang menempel di langit-langit.
Argan berusaha fokus dia yakin ini pasti Delusi lagi, dia fokus dan memejamkan mata, berharap semuanya kembali lagi.
Sungguh dia merasa takut ketika tidak ada siapa-siapa. Dia memfokuskan pikiran dan hatinya.
Namun saat dia sedang fokus dia mendengar suara tawa yang menggema di rumah itu, Argan membuka mata keadaannya masih sama dengan rumah yang tak di tinggali, berarti ini bukan Delusi, karena dia sudah memfokuskan pikirannya dan sekitarnya tidak berubah.
Suara tawa itu masih menggema, Argan mencari siapa yang tertawa itu. Namun tak ada siapa pun hanya ada dia sendiri di rumah itu. Dia kembali fokus dan memejamkan mata, namun tiba-tiba seperti ada yang menepuk pundaknya, sehingga dia tersadar dan dia terkejut, ternyata dia masih ada di depan rumah itu dan yang menepuk pundak itu adalah Marvel.
"Elo ngapain bengong gan? yang lain udah pada masuk loh!" ucap Marvel.
Argan tersadar dan dia bingung, lalu kejadian tadi itu apa? Nyata atau Delusi?
Argan benar-benar di buat kebingungan dengan kejadian barusan. Sungguh Argan tidak mengerti.
Dia masuk bersama Marvel dan kejadian tadi terulang lagi, dari melihat orang-orang mengerikan, sampai menyapa Calista dan ngobrol dengan Reka, lalu menarik Penty keluar, lalu ke kamar mandi dan bercermin sampai dia mencari kedua orang tuanya dan keluarganya, sampai semua orang menghilang, semua terulang kembali.
Entah kenapa Argan melakukan hal yang sama dia sendiri bingung kenapa kejadian itu terulang lagi. Dan lagi-lagi dia tersadar saat di tepuk oleh Marvel dan mengucapkan kata yang sama, kepala Argan terasa mau pecah memikirkan ini. Bahkan kejadian itu terulang sampai tiga kali.
Argan menyadari sepertinya ada yang sedang mempermainkannya dan dia yakin pasti iblis itu. Kali ini dia masuk, dia harus fokus pikiran dan hatinya gak boleh memikirkan apa pun, yang harus dia lakukan adalah fokus agar tidak di permainkan lagi. Argan mengingat perkataan kakek Nur Jagad.
"Berserah diri pada Tuhan, itu yang harus di lakukan, tidak ada penolong untukmu selain-NYA, ingatlah semua yang terjadi adalah kehendaknya, ingatlah satu hal jangan pernah meninggalkan Tuhanmu, jangan pernah melupakan Tuhanm, karena Dialah pemilik raga dan jiwamu. jangan pernah tinggalkan Tuhanmu, jangan pernah lupakan Tuhanmu."
Ucapan itu terus berulang-ulang dan terngiang dibenaknya, Argan sadar dari tadi dia hanya fokus pada yang lain sampai melupakan Tuhan hingga dia di permainkan iblis itu.
Kali ini sebelum masuk dia berdoa, memohon ampun dan memohon pertolongan-NYA.
Setelah selesai berdoa dan berserah diri dia kembali masuk dan..
.......
.......
__ADS_1
...Bersambung.....